Elektrodekolorisasi Limbah Cair Zat Warna Batik di Kota Solo dengan Elektroda PbO2/Cu

Ina Triavia  -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia
*Didik Setiyo Widodo scopus  -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia
Abdul Haris scopus  -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia
Published: 1 Apr 2016.
Open Access Copyright 2016 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract
Eletrodekolorisasi limbah cair dari zat warna batik secara elektrolisis telah dilakukan. Elektroda yang dipakai adalah PbO2/Cu. Metode elektrolisis memiliki keunggulan dibandingkan metode lainnya, yaitu memberikan cara efektif dalam menangani limbah cair zat warna, tidak menimbulkan limbah sekunder atau pencemaran baru, dan biaya yang relatif terjangkau. Penelitian ini dilakukan dengan mengelektrolisis sampel zat warna pada potensial kerja 5,0 volt. Media elektrolisis adalah air limbah industri kain batik. Waktu elektrolisis diatur selama 100 menit. Hasil akhir dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan Spektrometer UV-Vis, analisis nilai Chemical Oxygent Demand (COD), Total dissolved solid (TDS), dan Total Suspended Solid (TSS). Hasil akhir yang diperoleh menunjukkan bahwa elektrolisis air limbah industri batik menggunakan elektroda PbO2/Cu efektif menurunkan intensitas warna limbah dengan presentase 97,98%, penurunan nilai total dissolved solid (TDS) sebesar 90,2% dan kekeruhan atau total suspended solid (TSS) sebesar 99,7%.
Keywords: Elektrodekolorisasi; Elektroda PbO2/Cu; Limbah Cair Batik; COD

Article Metrics:

  1. J Cascio, Best Management Practices For Pollution Prevention In The Textile Industry. J, J Enviromental Protection, 96, (1994) 625-629
  2. M Esteves, J Dinis Silva, Electrochemical degradation of reactive blue 19 dye in textile wastewater, (2004)
  3. Renita Manurung, Rosdanelli Hasibuan, Irvan, Perombakan Zat Warna Azo Reaktif Secara Anaerob & Aerob, in, Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara, Medan, 2004
  4. Himanshu Patel, RT Vashi, Treatment of Textile Wastewaterby Adsorption and Coagulation, Journal of Chemistry, 7, 4, (2010) 1468-1476
  5. MN Rashed, AA El-Amin, Photocatalytic degradation of methyl orange in aqueous TiO2 under different solar irradiation sources, International Journal of Physical Sciences, 2, 3, (2007) 73-81
  6. Siti Fatimah, Abdul Haris, Pengaruh Dopan Zink Oksida pada TiO2 terhadap Penurunan Kadar Limbah Fenol dan Cr (VI) secara Simultan dengan Metode Fotokatalisis, Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 17, 3, (2014) 86-89
  7. Galih Widayanti, Didik Setiyo Widodo, Abdul Haris, Elektrodekolorisasi Perairan Tercemar Limbah Cair Industri Batik dan Tekstil di Daerah Batang dan Pekalongan, Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 15, 2, (2012) 62-69
  8. Vinod Kumar Gupta, Rajeev Jain, Shaily Varshney, Electrochemical removal of the hazardous dye Reactofix Red 3 BFN from industrial effluents, Journal of Colloid and Interface Science, 312, 2, (2007) 292-296 http://dx.doi.org/10.1016/j.jcis.2007.03.054
  9. Yuehai Song, Gang Wei, Rongchun Xiong, Structure and properties of PbO2–CeO2 anodes on stainless steel, Electrochimica Acta, 52, 24, (2007) 7022-7027 http://dx.doi.org/10.1016/j.electacta.2007.05.024
  10. F Noorikhlas, Analisis Produk Elektrodestruksi Senyawa Penyusun Limbah Batik: Elektrolisis Larutan Remazol Black B, Departemen Kimia, Universitas Diponegoro, Semarang

Last update: 2021-02-28 07:12:14

  1. Potential Oxidative Treatment Using Pb-PbO2 Electrode in Electrodecolorizing Batik Wastewater

    Didik Setiyo Widodo, Rahmad Nuryanto, Abdul Haris, Prihastuti Santini Laksmi Dewi, Lutfia Apipah. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 21 (3), 2018. doi: 10.14710/jksa.21.3.118-123

Last update: 2021-02-28 07:12:15

No citation recorded.