Evaluasi Model Langmuir-Hinshelwood untuk Kinetika Adsorpsi Besi(III) pada 2-Merkaptobenzotiazol-Zeolit Alam

*Sriyanti Sriyanti orcid scopus  -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia
Taslimah Taslimah scopus  -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia
Published: 1 Aug 2004.
Open Access Copyright 2004 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Statistics: 355 138
Abstract
Telah dibuat adsorben dengan mengimpregnasikan 2-merkaptobenzotiazol pada padatan pendukung zeolit alam yang sebelumnya telah dilapisi polistirena. Adsorben yang dihasilkan selanjutnya digunakan untuk mengadsorpsi besi (III) dalam medium air. Sebelum impregnasi zeolit diberi perlakuan fisikokimia, meliputi pemanasan 80 0C dalam campuran KMnO4 dengan H2SO4; KMnO4 dengan HCl dan KMnO4 dengan H2SO4, dilanjutkan dengan HCl. Kajian kinetika dilakukan dengan variasi waktu kontak terhadap banyaknya besi (III) yang teradsorpsi menggunakan metode batch. Model kinetika Langmuir-Hinshelwood digunakan untuk mengesti-masi besarnya konstanta laju, dan perubahan energi bebas adsorpsi. Sebagai evaluasi digunakan model kinetika adsorpsi melalui dua proses, cepat dan lambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan awal KMnO4-H2SO4-HCl pada zeolit alam dapat dinyatakan sebagai cara paling efektif untuk menurunkan aluminium (dealu-minasi). Data adsorpsi ion besi (III) pada adsorben yang dibuat dari zeolit alam dengan perlakuan awal tersebut menunjukkan besi (III) teradsorpsi paling lambat baik dengan model Langmuir-Hinshelwood (k1=0,39x10-2 menit-1) maupun model adsorpsi dua proses (laju cepat (kc)= 3,66x10-2 menit-1, laju lambat (kl)= 0,106 menit-1). Dari data energi bebas, besi(III) teradsorpsi secara fisik.
Keywords: zeolit alam; adsorpsi; 2-merkaptobenzotiasol; besi(III)

Article Metrics:

  1. Adamson, A.W., 1990, “ Physical Chemistry of Surfaces”, edisi kelima, John Wiley & Son, Toronto.
  2. Filho, N.L.D., Y. Gushikem, and W.L. Polito, 1995, “2-Mercaptobenzothiazole Clay as Matrix for Sorption and Preconcentration of Some Heavy Metals from Aqueous Solution,” Anal. Chim. Acta. 306:167-172.
  3. Freedman, B., 1995, “Environmental Ecology,” edisi kedua, Academic Press, London.
  4. Jin, X., 1996, “ Kinetics of Single and Multiple Ion Sorption Process on Humic Substances, Soil. Sci., 161: 509-520.
  5. Nuryono, V.V.H. Susanti dan Narsito, 2003, “ Kajian kinetika Adsorpsi Krom(III) pada tanah Diatomit Setelah Perlakuan dengan Asam sulfat dan Asam Klorida,” Simposium Nasional Kimia Fisik III, Semarang, 19 Maret 2003.
  6. Oscik, J., 1982, “Adsorption,” Ellis Horwood Limited, Chichester.
  7. Priyana, Mudjiran, Narsito dan S. Akhmad, 1979, “Analisa Kimia Unsur-unsur Utama dalam Bahan-bahan Bumi”, FIPA, UGM, Yogyakarta.
  8. Sriyanti, Narsito dan Nuryono, 2001,” Selektivitas 2-Merkaptobenzotiazol Terimpregnasi Pada Zeolit alam Untuk Adsorpsi Cd(II) dalam Campuran Cd(II)-Fe(III),” Prosiding Seminar Nasional Kimia, Yogyakarta, Mei 2001.
  9. Sriyanti, 2002, “Kajian Kinetika adsorpsi Kadmium(II) dalam Medium air Menggunakan Adsorben 2-Merkaptobenzotiasol-(Zeolit Alam),” Seminar Nasional Kimia UNNES-UNDIP, Semarang, 9 Maret 2002