skip to main content

Penentuan Konsentrasi Optimum Oat Spelts Xylan pada Produksi Xilanase pari Aspergillus niger dalam Media PDB (Potato Dextrose Broth)

Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University, Indonesia

Published: 1 Apr 2009.
Open Access Copyright 2009 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract
Enzim xilanase dapat menghidrolisis xilan menjadi xilosa yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan gula xilosa. Enzim xilanase dapat di isolasi dari Aspergillus niger dan peningkatan produksi xilanase membutuhkan suatu induser yaitu oat spelt xylan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan konsentrasi optimum oat spelt xylan terhadap produksi xilanase dan karakterisasi xilanase hasil isolasi. Produksi xilanase pada media PDB (Potato Dextrose Broth) dengan penambahan variasi konsentrasi oat spelt xylan yaitu 0,0%; 0,8%; 1,0%; 1,2% dan 1,4% untuk mengetahui konsentrasi optimum oat spelt xylan. Selanjutnya produksi xilanase dengan konsentrasi optimum oat spelt xylan, xilanase dimurnikan dengan metode fraksinasi amonium sulfat bertingkat dan diálisis dan uji aktivitas menggunakan metode DNS dan uji kadar protein dengan menggunakan metode Lowry and karakterisasi enzim xilanase meliputi suhu, pH dan waktu inkubasi. Hasil penelitian yang telah diperoleh konsentrasi optimum oat splet xylan yaitu 1,2% dengan aktivitas enzim xilanase sebesar 469,490 Unit/mg protein. Enzim xilanase hasil isolasi diperoleh aktivitas tertinggi pada F5 sebesar 10280,840 Unit/mg protein dan bekerja optimum pada kondisi suhu 40oC, pH 4,5, waktu inkubasi 28 menit dan aktivitas spesifik pada kondisi optimum sebesar 11829,159 Unit/mg Protrein.Kata Kunci: Aspergillus niger, Xilanase, Oat Splet Xylan
Fulltext View|Download
Keywords: Aspergillus niger; Xilanase; Oat Splet Xylan

Article Metrics:

Article Info
Section: Research Articles
Language : ID
Statistics:
Share:
  1. A. Sunna, G. Antranikian, Xylanolytic Enzymes from Fungi and Bacteria, Critical Reviews in Biotechnology, 17 (1997) 39-67
  2. Nur Richana, Produksi dan prospek enzim xilanase dalam pengembangan bioindustri di Indonesia, Buletin AgroBio, 5 (2002) 29-36
  3. Chandralata Raghukumar, Usha Muraleedharan, V. R. Gaud, R. Mishra, Xylanases of marine fungi of potential use for biobleaching of paper pulp, Journal of Industrial Microbiology and Biotechnology, 31 (2004) 433-441
  4. S.P. Colowick, C. Guthrie, G.R. Fink, M.I. Simon, J.N. Abelson, Methods in Enzymology, Academic Press, 1991
  5. JH Paul, Isolation and characterization of a Chlamydomonas L-asparaginase, Biochemical Journal, 203 (1982) 109-115
  6. Robert A. Copeland, Methods for Protein Analysis: A Practical Guide for Laboratory Protocols, Springer US, 2013
  7. Yuehai Song, Gang Wei, Rongchun Xiong, Structure and properties of PbO2–CeO2 anodes on stainless steel, Electrochimica Acta, 52 (2007) 7022-7027
  8. M. Wirahadikusumah, Biokimia: Protein, Enzim dan Asam Nukleat, Penerbit ITB, Bandung, 1989
  9. G. Svehla, Vogel - Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro, edisi 5 ed., PT. Kalman Media Pusaka, Jakarta, 1985
  10. UA Okafor, VI Okochi, BM Onyegeme-Okerenta, S Nwodo-Chinedu, Xylanase production by Aspergillus niger ANL 301 using agro-wastes, African Journal of Biotechnology, 6 (2007)
  11. John Magruder Clark, Robert L. Switzer, Experimental Biochemistry, W. H. Freeman, 1977
  12. Frédéric de Lemos Esteves, Virginie Ruelle, Josette Lamotte-Brasseur, Birgit Quinting, Jean-Marie Frère, Acidophilic adaptation of family 11 endo-β-1,4-xylanases: Modeling and mutational analysis, Protein Science : A Publication of the Protein Society, 13 (2004) 1209-1218
  13. Albert L Lehninger, Dasar-dasar biokimia, Erlangga, Jakarta, 1990

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.