skip to main content

Urgensi Penyelamatan Informasi Arsip Kearstitekturan dan Kartografi Eks PSTA BATAN Dalam Masa Transisi Badan Riset dan Inovasi Nasional

*Ken Fitria Indrawardani  -  Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia
Dhatu Kamajati  -  Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia
Allen Relyan Wijaya  -  Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia
Miftahu Rokhmat  -  Badan Riset dan Inovasi Nasional, Indonesia
Received: 10 Apr 2023; Revised: 7 Oct 2023; Accepted: 18 Oct 2023; Published: 30 Dec 2023.

Citation Format:
Abstract

Arsip vital eks Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) Badan Tenaga Nuklir Nasional atau BATAN merupakan salah satu arsip dinamis yang teridentifikasi oleh Tim Layanan Arsip Kawasan Multi Unit Kerja Yogyakarta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sejak terbitnya Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional No 78 Tahun 2021 mengenai peleburan dari beberapa entitas seperti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lembaga Antariksa dan Penerbangan (LAPAN) dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). Perhatian khusus diperlukan terhadap pengelolaan fisik dan informasi arsip vital eks PSTA BATAN yang sebagian teridentifikasi dalam kondisi rusak. Terdapat 375 nomor arsip vital eks PSTA BATAN yang telah teridentifikasi dan merupakan arsip kearsitekturan dan kartografi dengan media konvensional kertas. Dari data didapatkan 15% arsip dalam kondisi rusak sebagian hingga tidak baik dan 85% masih dalam kondisi baik. Dokumen ini secara seluruhnya merupakan arsip milik eks PSTA BATAN. Alih media merupakan salah satu upaya dalam pemeliharaan arsip yang biasanya dilakukan untuk mencegah kerusakan fisik yang nantinya akan berpengaruh pada hilangnya sebagian informasi yang terdapat pada arsip kearsitekturan dan kartografi tersebut. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebutuhan dan upaya penyusunan langkah strategis dalam rangkaian kegiatan penyelamatan informasi arsip. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan analitik, yaitu suatu penelitian yang berusaha menjawab permasalahan yang ada berdasarkan data-data. Data yang didapat merupakan hasil identifikasi terhadap keseluruhan arsip kearsitekturan dan kartografi. Hasil penelitian ini merujuk pada adanya rekomendasi mengenai urgensi langkah strategis yang dapat diambil yaitu dalam penyusunan program penyelamatan informasi arsip kearsitekturan dan kartografi dengan didukung dengan penguatan kompetensi SDM pengelola dan perangkat yang digunakan dan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  Copyright Transfer Agreement
Urgensi Penyelamatan Informasi Arsip Kearstitekturan dan Kartografi Eks PSTA BATAN Dalam Masa Transisi Badan Riset dan Inovasi Nasional
Subject records, vital; ex PSTA BATAN; media transfer; architectural and cartographic
Type Copyright Transfer Agreement
  Download (485KB)    Indexing metadata
Keywords: arsip; arsip vital; eks psta batan; alih media; arsip kearsitekturan dan kartografi

Article Metrics:

  1. Keputusan Kepala BRIN . (2021). No 127/HK/2021 tentang Organisasi Kearsipan Badan Riset dan Inovasi Nasional. BRIN
  2. An – Nisa Sukma Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DIY. (2009). Arsip Bentuk Khusus Dan Pemeliharaannya. 1-3
  3. Arikunto. (2019). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta
  4. Ariyani, N. F. (2014). Urgensi Preservasi Arsip Digital. Record and Library Journal, 121-138
  5. Carr, M. R. (2005). An analysis of the feasibility of a paperless environment – the case of the Mona School of Business. Management of Environmental Quality An International Journal, 286-290
  6. Cholid Narbuko, H. Abu Achmadi. (2015). Metodologi Penelitian . Jakarta : Bumi Aksara
  7. Darmawan, B. (2019). Konservasi Arsip Media Khusus Di Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Perpustakaan , 22-31
  8. Dhumne, K. M. (2017). Paperless Society in Digital Era. International Journal of Library and Information Studies, 317-319
  9. Dwi Ridho Aulianto, Tiara Desyanti Raharja. (2022). Langkah Strategis Fungsi Kearsipan Badan Riset dan Inovasi Nasional Pada Masa Transisi. Lentera Pustaka, 155-164
  10. Fausiana. (2008). Kelebihan dan Kelemahan Sistem Kearsipan Elektronik Komputer dengan Program Keyfile. Teknika, 66-71
  11. Hakim, H. A. (Vol. XIV No.2(2015) ). Omeka: Aplikasi Pengelola Arsip Digital Dalam Berbagai Format. JUPITER , 31-37
  12. Hapsari, N. F. (2018). Urgensi Preservasi Arsip Digital . Record and Library Journal, 127-138
  13. Indonesia, A. N. (2009). UU No 43 Tahun 2009. Undang Undang Tentang Kearsipan
  14. Indonesia, A. N. (2018). Perka ANRI No 9 Tahun 2018. Pedoman Pengelolaan Arsip Dinamis. ANRI
  15. Indonesia, P. R. (2021). Peraturan Presiden No 78. Tentang Badan Riset dan Inovasi Nasional
  16. Ine Aprianti , Jihan Putri Krismawati. (2020). Pengaruh Citra Merk dan Persepsi Kualitas Terhadap Keputusan Pembelian Terhadap Produk Mayutfit Bandung Melalui Instagram. Jurnal Ekonomi dan Perbankan , 50-57
  17. Ma’ali, A. N. (2017). Sistem Manajemen Arsip Kartografi Dan Kearsitekturan Dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Geografis Peneliti (Studi Kasus Pada Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah). Jurnal Ilmu Perpustakaan, 4-11
  18. Miller, Jeanne Young and Nancy G. (1989). Managing cartographic and architectural records. Dalam J. Y. Miller, Managing cartographic and architectural records. Washington, D.C: United States. National Archives and Records Administration. Office of Records Administration
  19. Narendra, A. P. (2016). Model Transformasi Media melalui Digitalisasi: Studi Kasus Alih Media Kartografi di Badan Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. RECORD AND LIBRARY JOURNAL , 212-224
  20. Nur Safirah Adlina, J. J. (2020). Penyelamatan Arsip Organisasi Perangkat Daerah di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah Pasca Penggabungan Instansi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Anuva, 153-168
  21. Pandey, R. &. (2017). Climate change adaptation in the western-Himalayas: Household level perspectives on impacts and barriers. Ecological Indicators, 27-37
  22. Prasetyo, S. (2020). A Review of The Challenges of Paperless Concept in the Society 5.0. International Journal of Industrial Engineering and Engineering Management (IJIEEM), 15-22
  23. Rahayu, T. (2022). Penyelamatan Arsip Pasca Perubahan Organisasi BLI KLHK - BSILHK. STANDAR: Better Standard Better Living, 33-36
  24. Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang No 43 Tentang Kearsipan. Undang Undang Tentang Kearsipan
  25. Rusdi, Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah. (2015). Teknis Penyelamatan Arsip Lembaga Yang Digabung/ Dibubarkan. Yogyakarta: Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah
  26. Rusidi, Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DIY. (2009). Pengelolaan Arsip Kartografi. 1-7
  27. Sari, I. N. (2020). Pusat Arsip di Era Digital: Dilema antara Urgensi dan Relevansi . Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan, 105-118
  28. Sugiharto, D. (2012). Penyelamatan Informasi Dokumen/Arsip di Era Teknologi Digital. BACA, 51-64
  29. Sulistiani, A. S. (2016). Standar Operasional Prosedur (SOP) Administrasi Kependudukan dalam Meningkatkan Efektifitas PelayananPublik di Kecamatan Sambutan. eJournal Ilmu Pemerintahan, 53-63

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2024-04-16 01:00:00

No citation recorded.