skip to main content

Analisis Pelaksanaan Program Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Pondok Pesantren Durrotu Aswaja Sekaran Gunungpati Semarang

*Ahla Hulaila  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Syamsulhuda Budi Musthofa  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Aditya Kusumawati  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Priyadi Nugraha Prabamurti  -  Bagian Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2021 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar Belakang: Salah satu bentuk pemberdayaan di Pondok Pesantren adalah dengan menumbuhkembangkan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Namun masih jarang Pondok Pesantren yang memiliki Poskestren. Di Kota Semarang hanya terdapat 7% Pondok Pesantren yang memiliki Poskestren. Poskestren Durrotu Aswaja merupakan Poskestren berprestasi di Kota Semarang yang menjuarai Lomba Gerakan Pesantren Sehat. Penelitian ini bertujuan menganalisis keberhasilan Pelaksanaan Program Poskestren Durrotu Aswaja dengan harapan  menjadi pembelajaran bagi Poskestren lainnya.

Metode: Pengumpulan data dalam penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi lapangan. Subjek penelitian terdiri dari delapan kader Poskestren dengan metode purposive sampling. Validitas data dilakukan dengan wawancara kepada sembilan subjek triangulasi. Reliabilitas data dilakukan dengan audit data dan analisis data menggunakan metode content analysis.

Hasil: Pada aspek masukan, jumlah kader sudah mencukupi, alat-alat kesehatan sudah lengkap namun untuk ruangan khusus Poskestren masih dalam proses pembangunan. Ketersediaan dana sudah mencukupi dan sebagian besar berasal dari pihak luar. Terdapat data dasar personal hygiene dan media informasi kesehatan. Selain itu terdapat dukungan kiai dalam menerapkan kebijakan yang mendukung kegiatan Poskestren. Pada aspek proses, kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) dan Musyawarah Masyarakat Pondok Pesantren (MMPD) sudah terlaksana. Kegiatan Poskestren terdiri dari upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Kemudian adanya sinergitas dengan Puskesmas Sekaran yang aktif membina Poskestren.

Simpulan: Berdasarkan  indikator keberhasilan Poskestren menunjukkan bahwa dari aspek masukan dan proses secara keseluruhan sudah terpenuhi semua sehingga Poskestren Durrotu Aswaja termasuk dalam kategori baik, namun perlu perbaikan dalam hal pembentukan divisi-divisi khusus Poskestren serta pengadaan ruangan khusus Poskestren. Sehingga diharapkan Poskestren Durrotu Aswaja menjadi lebih baik lagi.

Kata kunci:  Poskestren, kesehatan pesantren, pemberdayaan, PHBS.

ABSTRACT

Title: Analysis of Pesantren Health Post Implementation Programi in Semarang (Study at Durrotu Aswaja Pesantren Health Post Sekaran Gunungpati Semarang)

 

Background: One of power sourced Public Health Efforts (UKBM) in the boarding school is Pesantren Health Post that have principle of, by and for the citizens of the boarding school, which sought promotive and preventive without prejudice to the curative aspects and rehabilitation,with the local health center guidance. However, in fact Islamic boarding schools still rare for to have a Pesantren Health Post. In the city of Semarang there are only 12 Pesantren Health Post out of 185 existing Islamic boarding schools. Durrotu Aswaja Pesantren Health Post is an accomplished Pesantren Health Post in Semarang which has won the Healthy Islamic Boarding School Movement Competition in 2019. The aimed of this research is to analyze the implementation of pesantren health post program in Durrotu Aswaja Islamic boarding school with a systems theory approach which is expected to be a lesson learned for other pesantren health post.

Method: This research uses a qualitative method with a case study approach. The research subjects are 8 people consisting of the Durrotu Aswaja pesantren health post administrators using purposive sampling method and data collection techniques through indepth interviews and field observation by using an interview guide sheet and a voice recorder, then the collected data were analyzed through the content analysis method.

Result: The results showed that the number of cadres was sufficient, the facilities and infrastructure for the pesantren health post were complete. The particular room for the pesantren health post was still under construction, the availability of funds was adequate. Many sources of funds came from outside parties who were allocated for poskestren operations. Activities that have been running consist of promotive, preventive, curative and rehabilitative efforts. The success of the pesantren health post program cannot be separated from the existence of active pesantren health post cadres who have a background in the health sector, the synergy with the Sekaran Puskesmas who actively foster the pesantren health post. Besides there is support from kiai in implementing policies that support the running of pesantren health post activities.

Conclusion: Based on the indicators of the success of the pesantren health post, it shows that from the aspect of input and the overall process all have been fulfilled so that the durrotu aswaja pesantren health post is in the good category. However, there is a need for improvement efforts because in each indicator there are several obstacles that need to be fixed.

 

Keywords: Pesantren health post, Islamic boarding school health,  empowerment,  clean and healthy behavior program

Fulltext View|Download
Keywords: Poskestren; Kesehatan Pesantren; Pemberdayaan; PHBS

Article Metrics:

  1. Sholichah NI. Mengajar Ngaji, Meneguhkan Tradisi : Biografi Kiai Musta`in Arruri. Semarang: Center for Asian Studies; 2020
  2. Kemenkes Ri. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1 tahun 2013 tentang Pedoman Penyelenggaraan dan Pembinaan Poskestren. 2013;(163):5–27
  3. Kementrian Agama Republik Indonesia. Analisis dan Interpretasi Data pada Pondok Pesantren , Madrasah Diniyah ( Madin ), Taman Pendidikan Qur ’ an ( TPQ ) Tahun Pelajaran 2011-2012. 2012;68–106
  4. Rif`ah EN. Pemberdayaan Pusat Kesehatan Pesantren (Poskestren) Untuk Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. War Pengabdi. 2019;13(3):96–105
  5. Darmawan ES, Junadi P, Bachtiar A, Najib M. Mengukur Tingkat Pemberdayaan Masyarakat dalam Sektor Kesehatan. Kesmas Natl Public Heal J. 2012;7(2):91
  6. Alfatihah BA. Hambatan-Hambatan Progra Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Kota Bandung. 2019
  7. Dorong Poskestren, Tonjolkan Kemandirian - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah [Internet]. [cited 2020 Mar 15]. Available from: https://jatengprov.go.id/publik/dorong-poskestren-tonjolkan-kemandirian/
  8. Edwards GC. Implementing Public Policy. Washington Dc: Texas A & M University Congretional Quarterly Press; 1980
  9. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Revisi. Jakarta: Rineka Cipta; 2012
  10. Suryani ED. Pengaruh Pelatihan Kader terhadap Kemampuan Melakukan Pengelolaan Posyandu di Desa Srihardono Pundong Bantul Yogyakarta. 2013;
  11. Yanuar A. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberhasilan Pelaksanaan “Posyandu Model.” Universitas Diponegoro; 2010
  12. Azwar A. Pengantar Administrasi Kesehatan. Ketiga. Jakarta: Binarupa Aksara; 2010
  13. Arifin Z. Kepemimpinan Kiai Dalam Ideologisasi Pemikiran Santri Di Pesantren-Pesantren Salafiyah Mlangi Yogyakarta. Inferensi. 2015;9(2):351
  14. Mab’ruroh U. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Santri Husada dalam Membentuk Santri Sehat Berdasarkan Teori Health Promotion Model. Repos Unair. 2018;
  15. Faishal Farisy PS. Faktor yang Berhubungan dengan Niat dan Perilaku Santri Pesantren Al Fitrah untuk Terlibat Aktif dalam Poskestren. J Ilm Kesehat Media Husada. 2017;02:111–8
  16. Wahyudin U. Model Komunikasi Kesehatan Islami dalam Tradisi Pesantren. Acta Diurna. 2017;13

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.