skip to main content

Determinan Persepsi Perawat Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit

Ken Ardi Wicaksana  -  Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Faletehan, Serang, Banten|Universitas Faletehan, Indonesia
*Wiwik Eko Pertiwi orcid scopus  -  Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Faletehan, Serang, Banten|Universitas Faletehan, Indonesia
Sri Rahayu  -  Program Studi Ilmu Keperawatan, Universitas Faletehan, Serang, Banten|Universitas Faletehan, Indonesia
Open Access Copyright 2022 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Persepsi adalah suatu proses individu mengorganisasikan stimulus yang diterima dan menginterpretasikannya, sehingga individu dapat menyadari dan memahami apa yang diterima dan hal ini juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman individu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan persepsi perawat tentang K3 Rumah Sakit di RSUD Kota Cilegon Tahun 2021.

Metode: Desain penelitian bersifat cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat di RSUD Kota Cilegon dengan jumlah sampel 100 orang yang diambil dengan metode proportional sampling. Data primer diperoleh dengan menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari profil RSUD Cilegon. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square.

Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 62 responden (62%) memiliki persepsi baik tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), 58 responden (58%) memiliki masa kerja baru, 90 responden (90%) pernah mengikuti pelatihan K3RS, 63 responden (63%) memiliki pengetahuan baik tentang K3RS dan 65 responden (65%) memiliki tingkat pendidikan Diploma III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja (p value = 0,007), pelatihan K3 Rumah Sakit (p value = 0,006), pengetahuan (p value = 0,001) dan tingkat pendidikan (p value = 0,000) dengan persepsi perawat tentang K3RS.

Simpulan: Persepsi perawat tentang K3 Rumah Sakit dipengaruhi oleh masa kerja, pelatihan K3 Rumah Sakit, pengetahuan dan tingkat pendidikan.

Kata kunci: K3RS; masa kerja; pelatihan K3RS; persepsi


ABSTRACT

Title: Determinants of Nurses' Perceptions about Hospital Occupational Health and Safety

Background: Perception is an individual process of organizing the received stimulus and interpreting it, so that individuals can realize and understand what is received and it could also be affected by individual experiences. The purpose of this study was to determine the determinants of nurses' perceptions about Hospital Occupational Health and Safety at Cilegon General Hospital in 2021.

Method: The study design was cross sectional. The study population was all nurses at Cilegon General Hospital with a sample of 100 people were taken by the proportional sampling method. Primary data was collected using questionnaires, while secondary data was obtained from the profile of Cilegon General Hospital. Data analysis was conducted using chi square test.

Result: Analysis results show that there are 62 respondents (62%) have a good perception of hospital OHS, 58 respondents (58%) have a new work period, 90 respondents (90%) have attended hospital OHS training, 63 respondents (63%) have good knowledge about hospital OHS and 65 respondents (65%) have a Diploma III education level. The results of the analysis showed that there was a significant relationship between work period (p value = 0.007), Hospital OHS training (p value = 0.006), knowledge (p value = 0.001) and education level (p value = 0.000) with the nurses' perceptions about Hospital OHS.

Conclusion: Nurses' perceptions of OHS in hospitals are influenced by work period, OSH training, knowledge and level of education.

Keywords: Hospital OHS; perception; work period; OHS training

Fulltext View|Download
Keywords: K3RS; masa kerja; pelatihan K3RS; persepsi

Article Metrics:

  1. ILO. Safety and health at work. International Labour Organization. 2017
  2. BPJS Ketenagakerjaan. Angka Kecelakaan Kerja Cenderung Meningkat, BPJS Ketenagakerjaan Bayar Santunan Rp1,2 Triliun. BPJS Ketenagakerjaan. 2019
  3. UU RI. UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN. 2009
  4. Sarastuti D. Analisis Kecelakaan Kerja di Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. J Kesehat Masy [Internet]. 2016;21. Available from: http://eprints.ums.ac.id/46459/1/NASKAH PUBLIKASI.pdf
  5. Riskesdas. Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. 2018. 221–222 p
  6. Putri S, Santoso S, Rahayu EP. Pelaksanaan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Terhadap Kejadian Kecelakaan Kerja Perawat Rumah Sakit. J Endur. 2018;3(2):271
  7. Puspitasari S, Supriyanto, Ginanjar R. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kecelakaan Kerja Tertusuk Jarum Suntik Atau Benda Tajam Lainnya Pada Perawat Di Rsud Leuwiliang Kabupaten Bogor Tahun 2018. Promotor. 2018;2(2):163
  8. Pinontoan OR, Mantiri ES, Mandey S. Faktor Psikologi Dan Perilaku Dengan Penerapan Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit. Indones J Public Heal Community Med. 2019;1(3):19–27
  9. Nur Kharismasari C. HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU K3 DENGAN BUDAYA K3 BAGI PERAWAT DI RUMAH SAKIT WIDODO NGAWI. Director. 2018;15(40):6–13
  10. Setyowati DL, Pratiwi D, Sultan M. Hubungan Pengetahuan, Sikap, Pelatihan, Pengawasan Dengan Persepsi Tentang Penerapan SMK3. Faletehan Heal J. 2018;5(1):19–24
  11. Farid A, Pratiwi A, Fitri ADA. Hubungan Karakteristik Petani Terhadap Persepsi Penerapan K3 (Keselamatan Dan Kesehatan Kerja) Pada Petani Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang Provinsi Jawa Timur. Sosiol Pedesaan. 2019;3:152---158
  12. Ayu F, Rhomadhoni MN. Pengaruh Karakteristik Individu Dan Karaktaristik Pekerjaan Terhadap Perilaku Tidak Aman (Unsafe Action) Pada Pekerja Divisi Kapal Niaga Pt. Pal Indonesia Tahun 2018. Med Technol Public Heal J. 2018;3(1):44–53
  13. Endriastuty Y, Adawia PR. No TitleAnalisa Hubungan Antara Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Tentang K3 Terhadap Budaya K3 Pada Perusahaan Manufaktur. Ecodemica. 2018;2
  14. Endang RP, Dimas SP. Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku K3 pada Pekerja di Area Penggolahan Minyak Kelapa PT. Inhil Sarimas Kelapa Inhil. Al-tamimi Kesmas. 2016;5(02):1
  15. Ukkas I. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja Industri Kecil Kota Palopo. Kelola J Islam Educ Manag. 2017;2(2)
  16. Almani H, Wahyu A, Rahim MR. Persepsi Karyawan Terhadap Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja di PT Semen Tonasa. Media Kesehat Masy Indones. 2014;10(1):43–50
  17. Siagian, S P. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta; 1989
  18. Soeripto. Manajemen K3 dan Penerapannya. Majalah Hi. 1998
  19. Ishak MN. Persepsi Manajemen Terhadap Resiko Kecelakaan Kerja dan Manafaat K3 dan Hubungannya dengan Penerapan Program K3 di Perusahaan X Lhoeksumawe Aceh Utara. Univ Sumatera Utara. 2003;
  20. Soeprihanto. Penilian Kinerja dan Pengembangan Karyawan. Yogyakarta: BPFE; 2009
  21. Ravianto J. Produktivitas dan Tenaga Kerja Indonesia Lembaga Sarana Informasi Usaha dan Produktivitas. Jakarta; 1990
  22. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Rineka Cipta; 2005
  23. Suwarno, Junun Sartohadi, Sunarto DS. “Kajian Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Perilaku Masyarakat Dalam Pengelolaan Lahan Rawan Longsor Lahan Di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas.” Geoedukasi III(1):15–22. 2014;Geoedukasi

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.