skip to main content

Urgensi Pendaftaran Pada Nanas Madu Asal Kabupaten Pemalang Sebagai Potensi Komoditas Indikasi Geografis

Budi Santoso  -  , Indonesia
Irawati Irawati  -  , Indonesia

Citation Format:
Abstract

Abstract

Legal protection of geographical indication is regulated in the Act number 20 year 2016 concerning trademarks and geographical indications; in the article 53 to 71. Honey pineapple size tends to be smaller and has sweeter taste, it makes both domestic and abroad people are keen on it. Hence, the local government of Pemalang need to act promptly by giving legal protection of geographical indication for their local honey pineapple to seize that opportunity. This study is aimed at discussing the implementation of legal protection for honey pineapple as the potential commodity of Pemalang regency. The method used in this study was empirical juridical approach. The results of this study showed that honey pineapple has specific characteristics because it is influenced by natural factors exist in its cultivation area, so it is needed to register honey pineapple to the general directorate of intellectual property rights (HKI) with certain procedures to gain the geographical indication right. Whereas, the implementation of legal protection for honey pineapple as the potential commodity of Pemalang regency will get a certificate of geographical indication and collective property right by the society for the name of honey pineapple and able to use the term of “Pemalang honey pineapple”.

 

Keywords :    Geographical indication;  pemalang regency; honey pineapple; registration urgency

 

Abstrak

 

Perlindungan hukum Indikasi Geografis diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek Dan Indikasi Geografis, termaktub pada Pasal 53 sampai dengan Pasal 71. Nanas madu yang berukuran cenderung lebih kecil dan memiliki rasa yang lebih manis menjadikan nanas madu mempunyai banyak penggemar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Diperlukan kecekatan Pemerintah Daerah kabupaten Pemalang dalam menangkap peluang ini dengan berperan aktif memberikan perlindungan Indikasi Geografis nanas madu asal kabupaten Pemalang. Tujuan penelitian membahas perlindungan hukum terhadap nanas madu sebagai potensi komoditas Indikasi Geografis kabupaten Pemalang dan implementasi perlindungan hukum terhadap nanas madu sebagai potensi komoditas Indikasi Geografis kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris. Hasil dari penelitian ini bahwa nanas madu memiliki karakteristik yang khas karena dipengaruh faktor alam yang ada di kawasan budidaya nanas madu, sehingga untuk mendapatkan hak Indikasi Geografis harus didaftarkan ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual dengan prosedur tertentu. Sedangkan implementasi perlindungan hukum terhadap nanas madu sebagai potensi komoditas Indikasi Geografis kabupaten Pemalang akan mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis dan hak milik secara kolektif oleh masyarakat atas nanas madu serta dapat memanfaatkan istilah “nanas madu Pemalang”.

 

Kata Kunci:   Indikasi geografis; kabupaten pemalang; nanas madu; urgensi pendaftaran

Fulltext View|Download

Article Metrics:

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.