Ekonomi Politik dalam Kebijakan Impor Beras: Membaca Arah Kebijakan Pemerintah 2014-2019

*Fabian Pratama Kusumah  -  Universitas Gadjah Mada, Indonesia
Received: 18 Feb 2019; Revised: 19 Oct 2019; Accepted: 19 Oct 2019; Published: 31 Oct 2019; Available online: 31 Oct 2019.
Open Access Copyright (c) 2019 Politika: Jurnal Ilmu Politik
License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Citation Format:
Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pemetaan aktor pro dan kontra kebijakan impor beras dalam era pemerintahan Jokowi. Dari pemetaan aktor tersebut menunjukkan kepentingan para aktor yang terlibat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka yang didapat dari jurnal, dokumen pemerintah dan berita secara online. Kebijakan impor beras di era pemerintahan Jokowi merupakan hasil dari pertarungan empat aktor yaitu Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Bulog, serta Dewan Perwakilan Rakyat. Penelitian ini menemukan adanya dinamika pro dan kontra pada Kementerian Perdagangan saat reshuffle, serta Menteri Perdagangan dan Bulog saat pergantian direktur utama. Sedangkan Kementerian Pertanian dan Dewan Perwakilan Rakyat cenderung konsisten dalam menyikapi kebijakan impor beras. Terjadinya dinamika pro dan kontra membuktikan bahwa setiap aktor memiliki kepentingan yang ingin ditransformasikan menjadi sebuah kebijakan. Perbedaan data digunakan oleh Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian sebagai dasar legitimasi untuk mencapai kepentingan dalam kebijakan impor beras. Polemik impor beras yang terjadi pada era pemerintahan Jokowi tidak menutup kemungkinan terjadinya kasus korupsi maupun kasus mafia pangan seperti pada kasus impor beras sebelum era pemerintahan Jokowi. 

Keywords: ekonomi politik; impor beras; pertarungan kepentingan

Article Metrics:

  1. Aditia, A. (2018) ‘Darmin Ungkap Kronologi Impor Beras yang Bikin Buwas Murka’, cnbcindonesia.com, 20 September. Diakses dari: https://www.cnbcindonesia.com/news/20180920173054-4-34053/darmin-ungkap-kronologi-impor-beras-yang-bikin-buwas-murka.
  2. Aliyah, I. H. (2017) ‘Dominasi Aktor Dalam Kartel Pemasaran Beras Di Kabupaten Jember’, Jurnal Politik Muda. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 6(2), pp. 135–139. Diakses dari: http://repository.unair.ac.id/68227/1/Fis P 78-17 Aly e jURNAL.pdf.
  3. Angriani, D. (2018) ‘Di Balik Kebijakan Impor Beras 500 Ribu Ton’, metrotvnews.com, 13 Januari. Diakses dari: http://ekonomi.metrotvnews.com/analisa-ekonomi/ZkeQmY7k-di-balik-kebijakan-impor-beras-500-ribu-ton.
  4. Armenia, R. (2015) ‘Pemerintah: Jalur Kartel Beras Berpindah-pindah’, cnnindonesia.com, 17 November. Diakses dari: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20151117221310-92-92329/pemerintah-jalur-kartel-beras-berpindah-pindah.
  5. Ayu (2018a) Komisi IV dan Bulog Sepakat Tolak Rencana Impor Beras Tahap II Oleh Kemendag, dpr.go.id. Diakses dari: http://www.dpr.go.id/berita/detail/id/20860.
  6. Ayu (2018b) Pemerintah Diminta Batalkan Permendag No. 1 Tahun 2018 Tentang Impor dan Ekspor, dpr.go.id. Diakses dari: http://www.dpr.go.id/berita/detail/id/18964/t/Pemerintah+Diminta+Batalkan+Permendag+No.+1+Tahun+2018+Tentang+Impor+dan+Ekspor (Diakses: 12 Oktober 2018).
  7. Baihaki, L. (2013) ‘Ekonomi Politik Kebijakan Impor Garam Indonesia periode 2007-2012’, Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 17 (1), pp. 1–16. Diakses dari: https://jurnal.ugm.ac.id/jsp/article/view/10890.
  8. Davidson, J. S. (2016) ‘Why the Philippines Chooses to Import Rice’, Critical Asian Studies. Routledge, 48(1), pp. 100–122. doi: 10.1080/14672715.2015.1129184
  9. Dawe, D. (2008) ‘Can Indonesia Trust the World Rice Market’, Bulletin of Indonesian Economic Studies. Routledge, 44(1), pp. 115–132. doi: 10.1080/00074910802008053
  10. Destrianita (2017) ‘Kartel Beras, KPPU Curigai Penyalahgunaan Rantai Distribusi’, Tempo.co, 25 Juli. Diakses dari: https://bisnis.tempo.co/read/894368/kartel-beras-kppu-curigai-penyalahgunaan-rantai-distribusi.
  11. DetikFinance (2014) ‘Menilik Kesamaan 4 Mafia yang Muncul di Debat Cawapres’, detik.com, 1 Juli. Diakses dari: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-2623958/menilik-kesamaan-4-mafia-yang-muncul-di-debat-cawapres.
  12. dpr.go.id (2018) Kapasitas Produksi Sangat Besar, Mestinya Tak Perlu Impor Beras, dpr.go.id. Diakses dari: http://www.dpr.go.id/berita/detail/id/18950.
  13. Erwidodo, Kustiari, R. and D, S. K. (2014) Analisis Kebijakan Impor Beras: Memahami kasus Impor Beras Vietnam. Diakses dari: www.pse.litbang.pertanian.go.id/ind/pdffiles/anjak_2014_13.pdf.
  14. Fauzia, M. (2019) ‘Buwas: Ekspor Beras untuk Antisipasi Anjloknya Harga Saat Panen Raya’, ekonomi.kompas.com, 22 Januari. Diakses dari: https://ekonomi.kompas.com/read/2019/01/22/162844826/buwas-ekspor-beras-untuk-antisipasi-anjloknya-harga-saat-panen-raya.
  15. Fauzie, Y. Y. (2018) ‘Pemerintah Batalkan Impor Beras oleh PPI, Bulog Ambil Alih’, cnnindonesia.com, 15 Januari. Diakses dari: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180115153358-92-269018/pemerintah-batalkan-impor-beras-oleh-ppi-bulog-ambil-alih.
  16. Gumiwang, R. (2018) ‘Jor-Joran Buka Izin Impor Beras, Mengamankan Jokowi di 2019’, 23 Agustus. Diakses dari: https://tirto.id/jor-joran-buka-izin-impor-beras-mengamankan-jokowi-di-2019-cUkv.
  17. Handayani, L. S. (2018a) ‘Impor Beras Jelang Panen, Petani: Kami Menolak’, republika.co.id, 23 Agustus. Diakses dari: https://republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/18/08/23/pdwp07377-impor-beras-jelang-panen-petani-kami-menolak.
  18. Handayani, L. S. (2018b) ‘Impor Turunkan Harga Gabah Petani’, republika.co.id, 26 September. Diakses dari: https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/pertanian/18/09/26/pfngpd370-impor-turunkan-harga-gabah-petani.
  19. id.beritasatu.com (2015) ‘Gobel Korban Kepentingan Politik dan Mafia’, beritasatu.com, 13 Agustus. Diakses dari: http://id.beritasatu.com/home/gobel-korban-kepentingan-politik-dan-mafia/124724.
  20. Ihsanuddin (2015) ‘Ketua Komisi IV: Pemerintah Tak Usah Malu Akui Kecolongan soal Beras Plastik’, kompas.com, 22 Mei. Diakses dari: https://nasional.kompas.com/read/2015/05/22/17371201/Ketua.Komisi.IV.Pemerintah.Tak.Usah.Malu.Akui.Kecolongan.soal.Beras.Plastik.
  21. Iwantono, S. (2010) Sulitnya Membuktikan Praktik Kartel, Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Diakses dari: www.kppu.go.id/id/sulitnya-membuktikan-praktik-kartel/.
  22. Jannah, S. M. (2018) ‘Harga Gabah di Sumsel Turun Rp 800/Kg’, finance.detik.com, 28 Januari. Diakses dari: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3837364/harga-gabah-di-sumsel-turun-rp-800kg.
  23. Kencana, M. R. B. (2018) ‘Percepat Serap Gabah Petani, Buwas Gandeng Kementan’, liputan6.com, 9 Mei. Diakses dari: https://www.liputan6.com/bisnis/read/3517524/percepat-serap-gabah-petani-buwas-gandeng-kementan.
  24. komisi VI DPR (2018) Teguh Juwarno Khawatir Impor Beras Rugikan Petani, dpr.go.id. Diakses dari: http://www.dpr.go.id/berita/detail/id/19024.
  25. kompas.com (2016) ‘“Sergap”, Strategi Kementan Soal Beras’, kompas.com, 14 April. Diakses dari: https://biz.kompas.com/read/2016/04/14/165510528/.Sergap.Strategi.Kementan.Soal.Beras.
  26. Laoli, N. (2016) ‘Mendag: Kebutuhan beras baru terpenuhi 95%’, kontan.co.id, 22 Juni. Diakses dari: https://nasional.kontan.co.id/news/mendag-kebutuhan-beras-baru-terpenuhi-95.
  27. Latief (2015) ‘Enam Sasaran Renstra 2015-2019 Kementan’, kompas.com, 4 Juni. Diakses dari: https://ekonomi.kompas.com/read/2015/06/04/143221226/Enam.Sasaran.Renstra.2015-2019.Kementan.
  28. Laucereno, S. F. (2018) ‘Mendag: yang Diimpor Itu Beras Khusus’, detik.com, 11 Januari. Diakses dari: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3810883/mendag-yang-diimpor-itu-beras-khusus.
  29. Listiyarini, T. (2015) ‘Upsus Pajale, Program Swasembada Pangan Tiga Komoditas’, id.beritasatu.com, 27 Mei. Diakses dari: http://id.beritasatu.com/agribusiness/upsus-pajale-program-swasembada-pangan-tiga-komoditas/117383.
  30. Lubis, U. (2015) ‘Apa motif beredarnya “beras plastik”?’, rappler.com, 23 Mei. Diakses dari: https://www.rappler.com/world/regions/asia-pacific/indonesia/94132-apa-motif-beredarnya-beras-plastik.
  31. Malau, S. (2015) ‘Sederhanakan Perizinan, Menteri Perdagangan Terbitkan 9 Permendag Baru’, Tribunnews.com, 1 Oktober. Diakses dari: http://www.tribunnews.com/bisnis/2015/10/01/sederhanakan-perizinan-menteri-perdagangan-terbitkan-9-permendag-baru.
  32. Margianto, H. (2015) ‘Elnino, Pemerintah Kembali Impor Beras 1,5 Juta Ton dari Thailand’, kompas.com, 24 September. Diakses dari: https://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/09/24/175509926/Elnino.Pemerintah.Kembali.Impor.Beras.1.5.Juta.Ton.dari.Thailand.
  33. McCulloch, N. (2008) ‘Rice Prices and Poverty in Indonesia’, Bulletin of Indonesian Economic Studies. Routledge, 44(1), pp. 45–64. doi: 10.1080/00074910802001579
  34. McCulloch, N. and Peter Timmer, C. (2008) ‘Rice Policy in Indonesia: A Special Issue’, Bulletin of Indonesian Economic Studies. Routledge, 44(1), pp. 33–44. doi: 10.1080/00074910802001561
  35. Nurhayat, W. (2015) ‘Sebut Mafia Beras, Mendag Gobel: Ada yang Ingin Beras Impor Masuk’, detik.com, 23 Februari. Diakses dari: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-2840332/sebut-mafia-beras-mendag-gobel-ada-yang-ingin-beras-impor-masuk.
  36. Oatley, T. (2012) International Political Economy. 5th edn. Boston: Pearson Education.
  37. Oktaviani, R. (2015) Pengkajian Hukum tentang Penegakan Hukum Pemberantasan Mafia Impor Pangan. Diakses dari: https://www.bphn.go.id/data/documents/pengkajian_hkm_ttg_penegakan_pemberantasan_mafia_impor_pangan.pdf.
  38. Pertanian, K. (2015) Laporan Tahunan Kementerian Pertanian 2015. Diakses dari: http://sakip.pertanian.go.id/admin/tahunan/lap tahunan kementan.pdf.
  39. Pertanian, K. (2016) Laporan Tahunan Kementerian Pertanian 2016. Diakses dari: http://sakip.pertanian.go.id/admin/tahunan/Laporan Tahunan Kementan 2016.pdf.
  40. Pertanian, K. (2017) Laporan Tahunan Kementerian Pertanian 2017. Diakses dari: http://ppid.pertanian.go.id/doc/1/laptah 2017 Untitled-1(1).pdf.
  41. Prasongko, D. (2018) ‘Empat Alasan Budi Waseso Tolak Impor Beras’, tempo.co, 21 September. Diakses dari: https://bisnis.tempo.co/read/1128444/empat-alasan-budi-waseso-tolak-impor-beras?page_num=3.
  42. Primadhyta, S. (2015) ‘Menteri Rahmat Gobel: Impor Beras Opsi Terakhir’, cnnindonesia.com, 10 Mei. Diakses dari: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150510000545-92-52295/menteri-rahmat-gobel-impor-beras-opsi-terakhir.
  43. Putera, A. D. (2018a) ‘Mendag Pastikan Impor Beras Tahun Ini Hanya 2 Juta Ton’, kompas.com, 27 Agustus. Diakses dari: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/27/183000626/mendag-pastikan-impor-beras-tahun-ini-hanya-2-juta-ton.
  44. Putera, A. D. (2018b) ‘Tak Puas dengan Mendag, Komisi VI DPR akan Bentuk Tim Pengawas Impor Beras’, kompas.com, 18 Januari. Diakses dari: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/01/18/162453826/tak-puas-dengan-mendag-komisi-vi-dpr-akan-bentuk-tim-pengawas-impor-beras.
  45. Putri, M. R. and Raharjo, B. (2018) ‘Petani Mengeluh Harga Gabah di Sentra Produksi Anjlok’, republika.co.id, 30 Januari. Diakses dari: https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/pertanian/18/01/29/p3bnl6415-petani-mengeluh-harga-gabah-di-sentra-produksi-anjlok.
  46. Reily, M. (2018) ‘BPS: 22 Provinsi Kekurangan Beras, Terbanyak di Daerah Wisata’, katadata.co.id, 14 Desember. Diakses dari: https://katadata.co.id/berita/2018/12/14/bps-22-provinsi-kekurangan-beras-terbanyak-di-daerah-wisata.
  47. Ronald and Syafirdi, D. (2015) ‘Ini kesalahan Rachmat Gobel hingga direshuffle Jokowi’, Merdeka.com, 13 Agustus. Diakses dari: https://www.merdeka.com/peristiwa/ini-kesalahan-rachmat-gobel-hingga-direshuffle-jokowi.html.
  48. Saragih, H. (2012) UU Pangan Baru Tidak Sesuai Dengan Konsep Kedaulatan Pangan, Isi Lama Kemasan Baru, SPI.or.id. Diakses dari: http://www.spi.or.id/uu-pangan-baru-tidak-sesuai-dengan-konsep-kedaulatan-pangan-isi-lama-kemasan-baru/.
  49. Sekhar, C. S. C. (2008) ‘World Rice Crisis: Issues and Options’, Economic and Political Weekly. Economic and Political Weekly, 43(26/27), pp. 13–17. Diakses dari: http://www.jstor.org/stable/40278898.
  50. Setyoko, E. (2016) ‘Petani Keluhkan Harga Gabah Dibawah Standar Pemerintah’, republika.co.id, 11 Maret. Diakses dari: https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/16/03/11/o3utcy383-petani-keluhkan-harga-gabah-dibawah-standar-pemerintah.
  51. Sindonews (2018) ‘Rencana Impor Beras Bikin Harga Gabah Anjlok Jelang Panen Raya’, ekbis.sindonews.com, 30 Januari. Diakses dari: https://ekbis.sindonews.com/read/1277831/34/rencana-impor-beras-bikin-harga-gabah-anjlok-jelang-panen-raya-1517282750.
  52. Soba, H. (2015) ‘Mewaspadai Mafia di Tengah “Polemik” Impor Beras’, beritasatu.com, 6 Oktober. Diakses dari: http://www.beritasatu.com/ekonomi/312264-mewaspadai-mafia-di-tengah-polemik-impor-beras-2habis.html.
  53. Solehudin, I. (2018) ‘Musim Panen Raya, Harga Gabah Anjlok’, jawapos.com, 27 Februari. Diakses dari: https://www.jawapos.com/features/humaniora/27/02/2018/musim-panen-raya-harga-gabah-anjlok/.
  54. SPI (2015) Kekeringan Jangan Dijadikan Alasan Impor Pangan, spi.or.id. Diakses dari: http://www.spi.or.id/kekeringan-jangan-dijadikan-alasan-impor-pangan/.
  55. SPI (2018) Aksi Pemuda Tani Tolak Impor Beras, spi.or.id. Diakses dari: http://www.spi.or.id/aksi-pemuda-tani-tolak-impor-beras/.
  56. Sugiyarto (2016) ‘Jadi Tersangka Korupsi Beras Miskin, Dua Pejabat Bulog Madura’, 19 Juli. Diakses dari: http://www.tribunnews.com/regional/2016/07/19/jadi-tersangka-korupsi-beras-miskin-dua-pejabat-bulog-madura.
  57. Suhendra (2015) ‘Aturan Impor yang Dibuat Tom Lembong Dianggap Liberal’, detik.com, 28 Oktober. Diakses dari: https://finance.detik.com/industri/d-3055640/aturan-impor-yang-dibuat-tom-lembong-dianggap-liberal.
  58. Sukmana, Y. (2015) ‘Aturan Impor Dilonggarkan, Rachmat Gobel Kritik Mendag Thomas Lembong’, Kompas.com, 15 November. Diakses dari: https://ekonomi.kompas.com/read/2015/11/15/101053326/Aturan.Impor.Dilonggarkan.Rachmat.Gobel.Kritik.Mendag.Thomas.Lembong.
  59. Sukmana, Y. (2016) ‘Jajaki Impor Beras dari Negara Lain karena Tak Ingin Tergantung pada Thailand dan Vietnam’, kompas.com, 12 Januari. Diakses dari: https://ekonomi.kompas.com/read/2016/01/12/081901226/Jajaki.Impor.Beras.dari.Negara.Lain.karena.Tak.Ingin.Tergantung.pada.Thailand.dan.Vietnam.
  60. Sunaryo, A. (2015) ‘KPPU duga ada 7 perusahaan terlibat praktik kartel beras’, merdeka.com, 2 Desember. Diakses dari: https://www.merdeka.com/peristiwa/kppu-duga-ada-7-perusahaan-terlibat-praktik-kartel-beras.html.
  61. Suryowati, E. (2015) ‘Cari Pasokan Beras, Bulog Jajaki Kamboja dan Pakistan’, kompas.com, 26 Oktober. Diakses dari: https://ekonomi.kompas.com/read/2015/10/26/192000026/Cari.Pasokan.Beras.Bulog.Jajaki.Kamboja.dan.Pakistan.
  62. Thenu, S. (2015) ‘Isu Beras Plastik, Ulah Mafia Pangan’, beritasatu.com, 27 Mei. Diakses dari: http://www.beritasatu.com/nasional/277548-isu-beras-plastik-ulah-mafia-pangan.html.
  63. Wibowo, I. (2018) ‘390 Tersangka Kasus Mafia Pangan Ditangkap’, metrotvnews.com, 5 Juni. Diakses dari: http://ramadan.metrotvnews.com/news-ramadan/0k8ZX2oN-390-tersangka-kasus-mafia-pangan-ditangkap.
  64. Widiartanto, Y. H. (2018) ‘Ombudsman Temukan Maladministrasi dalam Proses Impor Beras’, kompas.com, 15 Januari. Diakses dari: https://ekonomi.kompas.com/read/2018/01/15/160017526/ombudsman-temukan-maladministrasi-dalam-proses-impor-beras.