Pengaruh Penambahan Ekstrak Bahan Alami Terhadap Laju Oksidasi Minyak Kelapa

DOI: https://doi.org/10.14710/reaktor.17.3.157-165
Copyright (c) 2017 Reaktor
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 11-10-2017
Published: 20-10-2017
Section: Research Article
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Abstract

 

THE INFLUENCE OF NATURAL EXTRACT TO THE COCONUT OIL OXIDATION RATE. Indonesia's coconut plantation is the largest in the world, with a share of 31.2% of the total coconut plantation area in the world. One of the products from coconut is coconut oil. However, coconut oil has a short storage time. Therefore, this experiment aims to estimate and optimize the storage time of coconut oil. The coconut oil used as the experimental sample was an oil made by traditional method. The coconut oils tested in this experiment included coconut oil, plus carrots, pineapple extracts of 10 and 30% -v/v, 10 and 30% -v/v young papaya, and 10 and 30% -v/v tomatoes. The mixture of coconut oil and carrot pieces was stored in light and dark glass bottles, while the mixture of coconut oil and liquid extract was stored only in dark glass bottles. The estimation method of storage time was based on literature values of acid number and peroxide number approximated by equation regression method and Artificial Neural Network (ANN). The experimental results showed that the storage time of coconut oil was 37-41 days for blank oil (in light and dark glass bottles), 50-51 days for the addition of carrot cuts in bright glass bottles, 56-57 days for the addition of carrot carrot cuts in glass bottles dark, 41-45 days for addition of pineapple liquid extract 10% -v/v, 30-32 days for 30% -v/v, 63-64 days for the addition of young papaya 10% -v/v, 55-62 days for 30% -v/v, 24-27 days for tomato liquid extract 10% -v/v, and 17-21 days for 30% -v/v.

 

Keywords: natural antioxidant; artificial neural network; acid number; peroxide number; coconut oil; storage time

 

 

Abstrak

 

Perkebunan kelapa Indonesia merupakan terbesar di dunia, dengan pangsa 31,2% dari total areal perkebunan kelapa di dunia. Salah satu produk dari kelapa adalah minyak kelapa. Minyak kelapa memiliki umur simpan yang singkat. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan dan mengoptimasi umur simpan minyak kelapa. Minyak kelapa yang dijadikan sampel eksperimen merupakan minyak yang dibuat berdasarkan metode tradisional. Minyak kelapa yang diuji pada eksperimen ini meliputi minyak kelapa blanko, ditambah potongan wortel, ekstrak cair nanas 10 dan 30 %-v/v, pepaya muda 10 dan 30%-v/v, serta tomat 10 dan 30 %-v/v. Minyak kelapa blanko dan yang ditambah potongan wortel disimpan dalam botol kaca terang dan gelap, sedangkan minyak kelapa yang ditambah ekstrak cair hanya disimpan dalam botol kaca gelap. Metoda perkiraan umur simpan dilakukan berdasarkan nilai-nilai pustaka (literature value) bilangan asam dan bilangan peroksida yang didekati dengan metoda regresi persamaan dan Artificial Neural Network (ANN). Hasil eksperimen menunujukkan bahwa umur simpan minyak kelapa adalah 37-41 hari untuk minyak blanko (dalam botol kaca terang dan gelap), 50-51 hari untuk penambahan potongan wortel dalam botol kaca terang, 56-57 hari untuk penambahan potongan wortel wortel dalam botol kaca gelap, 41-45 hari untuk penambahan ekstrak cair nanas 10%-v/v, 30-32 hari untuk 30%-v/v, 63-64 hari untuk penambahan pepaya muda 10%-v/v, 55-62 hari untuk 30%-v/v, 24-27 hari untuk ekstrak  cair tomat 10%-v/v, serta 17-21 hari untuk 30%-v/v.

 

Kata kunci:   antioksidan alami; artificial neural network; bilangan asam; bilangan peroksida; minyak kelapa; umur simpan

  1. Danu Ariono 
    Laboratorium Proses Pemisahan Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
  2. Maxs Christian 
    Laboratorium Proses Pemisahan Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
  3. Philip Irfan 
    Laboratorium Proses Pemisahan Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
  4. Sri Mulyani Suharno 
    Laboratorium Proses Pemisahan Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
  5. Aisya Tamara 
    Laboratorium Proses Pemisahan Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung, Indonesia