STUDI PENGGUNAAN KATALIS ABU SABUT KELAPA, ABU TANDAN SAWIT DAN K2CO3 UNTUK KONVERSI MINYAK JARAK MENJADI BIODIESEL

*Husni Husin  -  Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala , Indonesia
Mahidin Mahidin  -  Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala , Indonesia
Marwan Marwan  -  Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala , Indonesia
Published: 14 Dec 2011.
Open Access

Citation Format:
Article Info
Section: Research Article
Language: EN
Full Text:
Statistics: 757 1896
Abstract
A STUDY ON THE UTILIZATION OF OIL PALM FIBRE AND FRUIT BUNCH ASH AND K2CO3 FOR CATALYTIC CONVERSION OF JATHROPA OIL TO BIODIESEL.
Study on the use of coconut fiber ash, palm bunch ash and K2CO3 as the catalysts for conversion of jatropha oil into biodiesel using methanol solvent has been done.
The biodiesel is produced by converting unpurified jatropha oil over catalyst through transesterification reaction. The catalysts are burned at temperature of 500, 600, 800 and 900oC for 10 hours. Transesterification reaction is conducted in three-neck flask at constant temperature of 60oC for 3 hours. The results showed that the unburned and burned coconut fiber ashes at 800oC catalysts give the highest biodiesel yield (87.05 and 87.97%) with low soap content (0.23-0.26%). The characteristic of biodiesel produced over those catalysts met the Indonesian and international quality standards, therefore those catalysts can be used as substitute for K2CO3 commercial catalyst.

Abstrak

 

Studi penggunaan katalis abu sabut kelapa, abu tandan sawit dan K2CO3 untuk konversi minyak jarak menjadi biodiesel dengan pelarut metanol telah dilakukan. Biodiesel dibuat melalui konversi minyak jarak yang belum dimurnikan, menggunakan katalis, melalui reaksi transesterifikasi. Katalis-katalis tersebut dipijarkan pada temperatur 500, 600, 800 dan 900oC selama 10 jam. Reaksi dilangsungkan dalam labu leher tiga pada temperatur konstan 60oC selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan katalis abu sabut kelapa tanpa pemijaran dan dengan pemijaran pada 800oC memberikan perolehan biodiesel tertinggi (87,05 dan 87,97%) dengan kadar sabun rendah (0,23-0,26%). Karakteristik biodiesel yang dihasilkan dari penggunaan katalis-katalis tersebut ini telah sesuai dengan syarat mutu yang ditetapkan oleh Standar Indonesia dan Internasional, sehingga katalis-katalis tersebut layak digunakan sebagai pengganti katalis K2CO3 komersial
Keywords
katalis abu; biodiesel; minyak jarak; transesterifikasi

Article Metrics: