KINERJA MEMBRAN ULTRAFILTRASI UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH EMULSI MINYAK-AIR SINTETIS

*Nita Aryanti  -  Jurusan Teknik KimiaFakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Indah Prihatiningtyas  -  Magister Teknik Kimia Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Diyono Ikhsan  -  Jurusan Teknik KimiaFakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Dyah Hesti Wardhani  -  Jurusan Teknik KimiaFakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Published: 9 Dec 2014.
Open Access

Citation Format:
Abstract

Kegiatan pengilangan minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar menghasilkan limbah cair emulsi minyak-air. Pengolahan limbah emulsi minyak-air dengan metode konvensional belum mampu untuk menerapkan prinsip reuse dan recycle karena hasil pengolahan limbah hanya dibuang ke perairan. Selain itu, proses konvensional menimbulkan produk samping berupa sludge yang tidak diinginkan.Membran ultrafiltrasi telah banyak digunakan untuk pengolahan limbah berminyak. Pada penelitian ini digunakan umpan model limbah emulsi minyak dengan fasa terdispersi berupa minyak pelumas, bensin dan solar.Fasa kontinu adalah air, sedangkan surfaktan adalah sebagai mediator.Minyak pelumas, bensin dan solar digunakan untuk mewakili limbah kilang minyak bumi yang berasal dari kolom-kolom distilasi serta limbah yang berasal dari utility plant, misalnya limbah bahan bakar solar.Penggunaan model limbah pengilangan bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih detail tentang kinerja membran ultrafiltrasi untuk pengolahan limbah emulsi minyak bumi. Pengujian kinerja membran ultrafiltrasi dilakukan dengan mengetahui profil fluks dan rejeksi. Karakterisasi membran menunjukkan bahwa membran polyethersulfone yang digunakan merupakan membran ultrafiltrasi asimetrik dengan permeabilitas 17,32 (l/m2.jam.bar). Profil fluks emulsi bensin, minyak pelumas dan solar menunjukkan bahwa penurunan fluks bensin yang tertinggi. Selain itu dapat dilihat bahwa membran polyethersulfone yang digunakan mampu merejeksi COD sebesar 98% dan minyak sebesar 98% untuk umpan emulsi bensin. Untuk emulsi minyak pelumas, 94% COD dan 99% minyak dapat direjeksi, sedangkan untuk umpan emulsi minyak solar, rejeksi COD sebesar 90% dan rejeksi minyak sebesar 98%.

Keywords: emulsi minyak-air; pengilangan minyak bumi; ultrafiltrasi; pengolahan limbah

Article Metrics:

Last update: 2021-03-04 05:19:27

No citation recorded.

Last update: 2021-03-04 05:19:28

No citation recorded.