KOMBINASI ULTRAFILTRASI DAN DISSOLVED AIR FLOTATION UNTUK PEMEKATAN MIKROALGA

DOI: https://doi.org/10.14710/reaktor.15.1.43-50
Copyright (c)

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 02-03-2015
Published: 30-03-2014
Section: Research Article
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

Abstrak

Mikroalga merupakan mikroorganisme fotosintetik prokariotik atau eukariotik yang dapat tumbuh dengan cepat. Pemanfaatan mikroalga tidak hanya berorientasi sebagai pakan alami untuk akuakultur, tetapi terus berkembang untuk bahan baku produksi pakan ternak, pigmen warna, bahan farmasi (β-carotene, antibiotik, asam lemak omega-3), bahan kosmetik, pupuk organik, dan biofuel (biodiesel, bioetanol, biogas, dan biohidrogen. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi kombinasi ultrafiltrasi (UF) – dissolved air flotation (DAF) untuk pemekatan mikroalga skala laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan fluks membran UF secara tajam sebagai akibat dari deposisi sel mikroalga terjadi pada 20 menit pertama proses filtrasi. Backwash pada interval 20 menit selama 10 detik dengan tekanan 1 bar memberikan pengendalian fouling yang efektif dalam nilai kestabilan fluks yang layak. Membran UF yang digunakan dapat memberikan selektivitas pemisahan biomassa mikroalga ~ 100%. Kualitas permeat sangat stabil, yaitu kekeruhan < 0,5 NTU, kandungan organik < 10 mg/L, dan warna < 10 PCU. Lebih lanjut, pemekatan retentat membran dengan DAF pada tekanan saturasi 6 bar dapat menghasilkan pasta mikroalga dengan konsentrasi 20 g/L. Koagulan PAC perlu ditambahkan kedalam umpan DAF dengan dosis 1,3–1,6 mg PAC/mg padatan tersuspensi.

 

Kata Kunci: ultrafiltrasi; dissolved air flotation; pemanenan mikroalga; pemekatan mikroalga

 

Abstract

COMBINATION OF Ultrafiltration and Dissolved Air Flotation for Microalgae CONCENTRATION. Microalgae is a prokaryotic photosynthetic microorganism or eukaryotic microorganism  that proliferate rapidly. Cultivation of the microalgae is not only oriented  as natural food for aquacultures, but also developed  for animal food, color pigment, pharmaceutical raw material (β-carotene, antibiotic, fatty acid omega-3), cosmetic raw material, organic fertilizer, and biofuels (biodiesel, bioethanol, biogas, and biohydrogen. This study is aimed to investigate the potential of combination of ultrafiltration (UF) and dissolved air flotation  (DAF) for concentration of microalgae in laboratory scale. The experimental results showed that fluxes of the UF membrane decreased sharply due to deposition of microalgae biomass during first 20 minutes of filtration. Periodically backwash using the UF permeate (backwash  interval = 20 minutes;  backwash duration = 10 seconds;  backwash pressure = 1 bar) gave an effective fouling control to maintain reasonable stable fluxes. In addition,  the UF membrane gave separation of microalgae biomass ~ 100%. Permeate quality is strongly stable in which turbidity < 0.5 NTU, organic content < 10 mg/L, and color < 10 PCU.  Moreover, concentration of the UF retentate by DAF under saturation pressure of 6 bars was able to produced microalgae feedstock having 20 g/L dry microalgae. PAC is required for DAF feed with dosage of 1.3–1.6 mg PAC/mg suspended solids.

Keywords

membrane,

  1. I Nyoman Widiasa 
    Department of Chemical Engineering Faculty of Engineering Diponegoro University Semarang Indonesia
  2. A A Susanto 
    PT. Pilar Bahtera Mandiri, Rukan Mangga Dua Square Blok E/22, Jl. Gunung Sahari, Jakarta Utara.
  3. B Budiyono 
    Department of Chemical Engineering Faculty of Engineering Diponegoro University Semarang Indonesia