PERBANDINGAN KUALITAS LEM BERBAHAN BAKU TULANG IKAN DARI TIGA JENIS IKAN LAUT YANG BERBEDA The Comparison of the Quality of Glue Which is Made by Fish Bones from Three Different Species of Marine Fish

*Indratno Tri Nugroho -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fkultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Yudhomenggolo Sastro Darmanto -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fkultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ulfah Amalia -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan Fkultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 25 Aug 2015.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: EN
Full Text:
Statistics: 847 4936
Abstract

ABSTRAK

 

Lem ikan merupakan salah satu bentuk pemanfaatan limbah tulang ikan yang dipengaruhi oleh kandungan kolagen dari tiap jenis tulang ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas lem dari jenis tulang ikan laut yang berbeda. Metode yang dilakukan adalah ekstraksi tulang menggunakan asam asetat 5 % pada suhu 65-70 °C selama 4 jam, kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator vacuum pada suhu 65 °C selama 35 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lem berbahan baku tulang ikan Swangi (Priacanthus macranthus) memiliki nilai keteguhan rekat yang tertinggi sebesar 43,50 kg/cm2 dibandingkan dengan lem berbahan baku tulang ikan Kuniran (Upeneus sulphureus) sebesar 17,46 kg/cm2 dan ikan Kurisi (Nemipterus nematophorus) sebesar 35,28 kg/cm2. Nilai rata-rata keteguhan rekat lem ikan hasil penelitian ini sebesar 25 kg/cm2, yang artinya memenuhi persyaratan daya rekat yang ditentukan oleh Standar Nasional Indonesia sebesar 10 kg/cm2.

 

Kata kunci : lem ikan, tulang ikan, keteguhan rekat

 

ABSTRACT

Fish glue is one of bone fish waste utilities which influenced by collagen component from each species of fish bone. The aim of this study was to determine the quality of glue which is made from different species of marine fish bone. The methods was done by the extraction of bone using 5 % acetic acid at temperature 65-70 0C for 4 hours. Then, it was condensed by using rotary evaporator vacuum at temperature 65 0C for 35 minutes. The results showed that the glue made from bone of Purple-spotted big eye fish (Priacanthus macranthus) had the highest bonding strenght values about 43,50 kg/cm2 compared with glue made from Sulphur goatfish (Upeneus sulphureus) about 17,46 kg/cm2 and Threadfin bread (Nemipterus nematophorus) about 35,28 kg/cm2. The average of  bonding strenght of fish glue resulted from this study was about 25 kg/cm2, which means fulfill the bonding strenght requirements determined by Indonesian National Standard of 10 kg/cm2.

 Keywords : fish glue, fish bone,species, bonding strenght 

Article Metrics: