STUDI BACILLUS FIRMUS SEBAGAI KANDIDAT PROBIOTIK DALAM MENGHADAPI Aeromonas hydrophila PADA MEDIA BUDIDAYA The Study of Bacillus firmus as Probiotic Candidate in Supressing Aeromonas hydrophila in Culture Media

*Alfabetian Harjuno Condro Haditomo  -  Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan , Indonesia
Angela Mariana Lusiastuti  -  Balai Riset Penelitian Budidaya Air Tawar Sempur Bogor, Indonesia
Widanarni Widanarni  -  Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Indonesia
Published: 25 Feb 2016.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Statistics: 1246 4722
Abstract

 

Pengendalian penyakit bakterial yang umum dilakukan dengan pemakaian antibiotik atau  bahan kimia sudah tidak diperbolehkan lagi karena menimbulkan patogen yang resisten  terhadap bahan kimia tersebut, terlebih jika penggunaan tidak sesuai dengan anjuran yang diberikan. Dampak negatif terhadap kesehatan konsumen berupa residu antibiotik juga menjadi pertimbangan yang harus diperhatikan. Manipulasi terhadap populasi mikroba yang berada di perairan guna pencegahan sebelum terjadinya serangan bakteri yang bersifat mematikan perlu dilakukan sebagaimana konsep probiotik sebagai biokontrol. Tujuan penelitian ini adalah menguji kandidat probiotik dalam menekan atau menghambat bakteri patogen Aeromonas hydrophila. Penelitian ini dilaksananakan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah tahap pengujian bakteri kandidat probiotik secara in vitro menggunakan metode zona hambat dan kultur bersama pada media agar.  Tahap kedua adalah uji tentang bakteri kandidat probiotik dengan patogen pada media budidaya. Hasil terbaik penelitian tahap pertama pada  uji kultur bersama antara kandidat probiotik B. firmus dengan A. hydrophila pada skala in vitro adalah dengan penambahan probiotik  B. firmus sebanyak 108 cfu/ml. Sedangkan pada penelitian tahap kedua didapatkan hasil berturut-turut perlakuan D dengan tingkat kelangsungan hidup (SR) mencapai 90%, perlakuan C dengan SR 75%, perlakuan A dengan SR 50% dan perlakuan K dengan SR 50%.

  

Controlling bacterial disease with the use of antibiotics or chemicals is no longer allowed as it results in pathogens that are resistant to the chemicals, especially when not in accordance with the recommendations provided. The negative impactsof the antibiotics residues on the consumers’ health  also need to be considered. Manipulation of microbial populations present in the waters as preventation before the lethal attack of bacteria needs to be done which is in accordance with the concept of probiotics as biocontrol.The purpose of this study was to test the probiotic candidates in suppressing or inhibiting pathogenic bacteria Aeromonas hydrophila. This study was conducted in two stages. The first stage was to test a candidate probiotic bacteria in vitro using culture methods and inhibition zone on the media together. The second stage wasto test candidate probiotic bacteria to pathogens on the cultivation media. The best results in the first phase of the research is shared culture test between probiotic candidate B. FIRMUS with A. hydrophila on vitro scale is the addition of the probiotic B. FIRMUS 108 cfu / ml. While in the second phase of the research results obtained successively: treatment D with a survival rate (SR) reaches 90%, treatment C with SR 75%, treatment A with SR 50% and treatment K with SR 50%. 
Keywords: Bacillus firmus; probiotik; Aeromonas hydrophila; media budidaya

Article Metrics:

  1. Cowan, S.T and Steel’s. 1974. Manual for The Identification of Medical Bacteria. Cambridge University Press, London.238 pp.
  2. Debnath, D., N. P. Sahu, A.K. Pal, K. Baruah, S. Yengkokpam and S. C. Mukherjee1. 2005. Present scenario and future prospects of phytase in aquafeed (Review). Asian-Aust. J. Anim.Sci. 18(12): 1.800-1.812.
  3. Feliatra, I., Efendi, E. Suryadi. 2004. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Probiotik dari Ikan Kerapu Macan (Ephinephelus fuscogatus) dalam Upaya Efisiensi Pakan Ikan. Jurnal Natur Indonesia 6(2): 75-80.
  4. Frerichs, G.N. and S.D. Millar. 1993. Manual for The Isolation and Identification of Fish Bacterial Pathogens. Pisces Press. Stirling. 60 pp.
  5. Fuller, R. 1992. Probiotics The Scientific Basic. Chapman & Hall. New York.
  6. Holt, J.G., N.R. Krieg, P.H.A. Sneath, J.T. Staley and S.T. William. 1998. Bergey’s Manual of Determinative Bacteriology. Williams and Wilkins, Baltimore. 565 pp.
  7. Irianto, A. 2005. Probiotik Akuakultur. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. 125 hlm.
  8. Lomakova, I., P. Petraskova, I. Sterzl and L. Prokesova. 2006. Immunomodulatory effects of Bacillus firmus on mouse peritoneal cells in vitro. Folia Microbiologica. Institute of Microbiology Czechoslovak Academy. 51(3): 243-247.
  9. Lusiastuti, A.M. 2010. Screening dan aplikasi probiotik untuk pengendalian penyakit air tawar. Seminar Hasil Penelitian. Balai Penelitian Perikanan Air Tawar. Bogor.
  10. Moriarty D.J.W. 1999. Disease Control in Shrimp Aquaculture with Probiotic Bacteria Dalam: Bell C.R., Brylinsky M., dan Johnson_Green P. (Ed.) Microbial Biosystem: New Frontiers, Proceedings of The 8th International Symposium on Microbial Ecology. Atlantic Canada Society for Microbial Ecology, Halifax, Canada. 7 hlm.
  11. Prokesova, L., V. Novotna, P. Mickova and L. Stankova. 1998. Effect of Bacillus firmus on antibody formation after mucosal and parental immunization in mice. Immunology. 64:161-166.
  12. Sucitra, Z. 2011. Pengaruh penambahan bakteri probiotik (Bacillus firmus) pada media pemeliharaan terhadap ketahanan benih lele dumbo (Clarias gariepinus) yang diinfeksi bakteri A. hydrophila. [Skripsi]. Jatinangor; Program Sarjana, Univeristas Padjajaran.
  13. Verschuere L, Rombaut G, Sorgeloos P, Verstraete W. 2000. Probiotis Bacteria As Biological Control Agents in Aquaculture. Journal Microbiology and Molecular Biology Review. Dec. 64: 655-671.