PERFORMA MIKROORGANISMEDENGAN PERLAKUAN BERBEDA TERHA DAP KONSENTRASI AMONIAK, NIRIT dan ASAM SULFIDA PADA LIMBAH PENCUCIAN IKAN TONGKOL Microorganism Performance with different Treatment Toward Consentration of Ammonia, Nitrite and Acid Sulfide

*Rafiq Fitriadi  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Indonesia
Haeruddin Haeruddin  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Indonesia
Churun A’in  -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Jurusan Perikanan, Indonesia
Published: 25 Feb 2016.
Open Access
Citation Format:
Abstract

 

Teknik untuk memperbaiki kualitas perairan yang aman dan efektif salah satunya dapat menggunakan mikroorganisme.Penelitian ini menggunakan produk mikroorganismepengolah limbah dengan komposisi (Rhodopseudomonas sp., Lactobacillus sp., Aspergillus sp., Penicilium sp., Sacharomyces sp. dan Actinomycets sp.) sebagai bahan bioremidiator untuk mereduksi bahan pencemar pada limbah pencucian ikan tongkol sebagai air sampel. Penelitian ini mengukur konsentrasi amoniak (NH3), nitrit (NO2) dan asam sulfida (H2S) sebagai parameter utama dan DO, pH dan temperatur air sebagai parameter pendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mikroorganisme pengolah limbah dengan perlakuan yang berbeda terhadap konsentrasi amoniak, nitrit dan asam sulfida. Perlakuan berbeda pada penelitian ini yaitu dengan 2 tahap uji, mikroorganisme tidak difermentasi dan difermentasi masing-masing selama 24 dan 96 jam dan terdiri dari 3 ulangan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa masing- masing perlakuan mengalami peningkatan konsentrasi amoniak, nitrit dan asam sulfida. Peningkatan konsentrasi amoniak, nitrit dan asam sulfida yang paling rendah dari perlakuan lainnya adalah pada perlakuan mikroorganisme yang tidak difermentasi selama 96 jam.

 

Kata kunci: Limbah pencucian ikan, mikroorganisme, amoniak, nitrit, asam sulfida

 

 

ABSTRACT

 One of techniques to improve the quality of water that is safety and effectivelly can use microorganisms. This study uses a product microorganisms waste treatment with the composition are (Rhodopseudomonas sp., Lactobacillus sp., Aspergillus sp., Penicilium sp., Sacharomyces sp. and Actinomycets sp.) as a material bioremidiator to reduce pollutants and waste leaching Tongkol fish (Auxis thazard) as water samples , This study measured the concentration of ammonia (NH3), nitrite (NO2) and hydrogen sulfide (H2S) as the main parameter and DO, pH and water temperature as a secondary parameter. This study aims to determine the ability of microorganisms to the waste treatment unequal treatment of concentrations of ammonia, nitrite, and hydrogen sulfide. Different treatment on this study are the second phase of the test, the microorganism is not fermented and unfermented respectively for 24 and 96 hours and consists of three replications. The results of this study indicate that each treatment had increased concentrations of ammonia, nitrite, and hydrogen sulfide. Increasing concentrations of ammonia, nitrite and hydrogen sulfide are lower than most other treatments is the treatment of microorganisms are fermented for 96 hours. Keywords: Fish washery waste, microorganism, ammonia, nitrite, hydrogen sulfide
Keywords: Limbah pencucian ikan; mikroorganisme; amoniak; nitrit; asam sulfida

Article Metrics:

  1. Ali, M. 2012. Tinjauan Proses Bioremidiasi Melalui Pengujian Tanah Tercemar Minyak.UPN Press, Surabaya, 23 hlm
  2. Amsah, A., Budiono., M. Hasbi. 2014. Reduction of TSS and ammonia in the tofu liquid waste by combined process biofilter mediated plastic and water plants for media of fish life. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Riau
  3. Effendi, H. 2003.Telaah Kualitas Air.Kanisius.Yogyakarta, 257 hlm
  4. Hediotomo, R.S. 1993. Mikrobiologi Dasar dalam Praktek Teknik dan Prosedur Dasar Laboraturium. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 163 hlm
  5. Hutabarat, S. dan Evans. 2012. Pengantar Oseanografi. UI-Press.Jakarta, 159 hlm
  6. Jasmiati, S dan Thamrin. 2010. Bioremidiasi Limbah Industri Tahu Menggunakan Effektif Mikroorganisme (EM4). Jurnal Ilmu Lingkungan. 2(4): 148-158
  7. Parameswari, W., Ade D.S., dan Muslim. 2013. Populasi Bakteri, Histologi, Kelangsungan Hidup Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Channa striata) Yang Dipelihara Dalam Media Dengan Penambahan Probiotik. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia.1(1): 76-89
  8. Pelczar, J.M dan E.C.S. Chan. 2008. Dasar-Dasar Mikrobiologi.UI-Press, 546 hlm
  9. Rosmaniar. 2011. Dinamika Biomassa Bakteri dan Kadar Limbah Nitrogen Pada Budidaya Ikan Lele (Clarias gariepinus) Intensif Sistem Heterotrofik. [Skripsi]. Fakultas Sains dan Teknologi.Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.Jakarta, 100 hlm
  10. Rossiana, Nia. 2006. Uji Toksisitas Limbah Cair Tahu terhadap Reproduksi Daphnia carinata King. Laporan Penelitian. Universitas Padjajaran. Bandung, 29 hlm
  11. Sektiono, A.W., A. Muhibuddin dan I. R. Sastrahidayat. 2010. Antagonisme Streptomyces Terhadap Scleroptium rolfsii Saac Penyebab Penyakit Rebah Semai Pada Tanaman Kedelai. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Diakses 1 September 2015 pada http://antonlecture.ub.ac.id/2010/06ntagonisme-sterptomyces-terhadap-sclerotium-rolfsii-saac-penyebab-penyakit-rebah-semai-pada-tenaman-kedelai
  12. Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik Pemasyarakan dan Pengembangan. Kanisius, Yogyakarta, 221 hlm
  13. Yusuf, G. 2001. Kemampuan Tanaman Air Pada Proses Bioremidiasi Limbah Rumah Tangga Dalam Skala Kecil dengan Sistem Simulasi. Bumi Lestari. 8 (2): 136-144

Last update: 2021-03-02 18:36:39

No citation recorded.

Last update: 2021-03-02 18:36:40

No citation recorded.