SEBARAN UKURAN LOBSTER BATU (Panulirus penicillatus) DI PERAIRAN WONOGIRI JAWA TENGAH (Size Composition of Lobster (Panulirus penicillatus) in Wonogiri Waters, Central Java)

*Muhammad Zaenuddin -  Universitas PGRI Ronggolawe Tuban, Indonesia
Denada Anggia Dwi Putri -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Pantai, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 20 Jul 2017; Published: 20 Jul 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 536 1757
Abstract

 

Kabupaten Wonogiri merupakan salah satu daerah yang terdapat penangkapan Lobster. Lobster batu (Panulirus penicillatus) merupakan jenis yang paling sering dominan tertangkap oleh krendet dan jaring hampar. Informasi tentang sebaran ukuran lobster yang tertangkap sangatlah diperlukan. Hal ini dilakukan guna memperoleh gambaran tentang pertumbuhan lobster serta mengetahui persamaan regresinya sebagai dasar pengelolaan lobster batu. Data diambil setiap satu bulan sekali selama enam bulan, pada periode Oktober 2013–Maret 2014 dan dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil ukuran pertama kali tertangkap (L50%=56mm) kurang dari setengah panjang asimtotik (½ L=67mm). Hubungan panjang-berat lobster jantan yaitu W= 0,003L 2,68 dan lobster betina W= 0,0041L 2,59. Faktor kondisi pada lobster jantan (1,17) dan betina (1,10). Persamaan pertumbuhan Von Bertalanffy lobster jantan Lt = 136 (1-e-0,15(t+0,89)) dan lobster betina Lt = 123(1-e-0,19(t+0,65)), hal ini menunjukkan bahwa lobster jantan tumbuh lebih cepat dari lobster betina.

 

  

Central Java Province, exactly Wonogiri Regency, it is one of regions that there is Lobster catching. lobster (Panulirus penicillatus) was the dominant caught by krendet and covering net in Wonogiri waters. Information on size composition of lobster is very important. This was done to obtain an overview of lobster’s growth and  linear regression. Data taken every month for six months, on October until March  and processed with a simple linear regression. The result of first size of caught (L50%=56mm) is lower than the half of asymptotic length (½ L=67mm). Length-weight relationship of male lobster is W = 0,003L2,68 and female lobster is W = 0,0041L2,59. The condition factor of male (1,17) and female (1,10) lobster has equal of plupmness. Von Bertalanffy equation for male lobster is   Lt= 136(1-e-0,15(t+0,89)) and female lobster is Lt=123(1-e-0,19(t+0,65)), so it can be stated the male lobster growing faster than female lobster.  
Keywords
Lobster batu (Panulirus penicillatus); Perairan Wonogiri; sebaran ukuran

Article Metrics:

  1. Beverton, R.J.H. dan S.J. Holt. 1956. A Review of Method for Estimating Mortality Rate in Fish Population, with Special Reference to Source Bias in Catch Sampling, Rapp, P.V. Reun. Cons. Int. Explor. Mer140, 67 -83.
  2. Chan, T. Y. 1998. Shrimps and Prawns. Dalam: Carpenter KE, VH Niem. (Ed.). The Living Marine Resources of the Western Central Pacific. Vol. 2. Cephalopods, Crustaceans, Holothurians and Sharks. Food and Agriculture Organization of the United Nations Rome.
  3. Kanna, Iskandar. 2006. Lobster. Kanisius. Yogyakarta.
  4. Effendie, M. I. 1987. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara, Yogyakarta.
  5. Everhart, W.H dan W.D. Youngs. 1981. Principles of fishery science. 2nd Edition Comstock Publishing Associates, a division of Cornell University Press. Ithaca and London: 349 pp.
  6. Froese, R., M.L.D. Palomares and D. Pauly, 2000. Estimation of life history key facts of fishes. p. 167-175. In R. Froese and D. pauly (eds.) Fishbase 2000: concepts, designs & data source. ICLARM, Manila, Philippines.
  7. Kanna, I. 2006. Lobster. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
  8. Mahasin, M. Z. 2003. Kajian Stok dan Bioekonomi Lobster (Panulirus spp.) Untuk Menunjang Pemanfaatan Berkelanjutan Di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. [Tesis]. Program Pasca Sarjana. Universitas Diponegoro. Semarang.
  9. Morgan, G. R. 1980. Population Dynamics of Spiny Lobster. Dalam J.S. Cobb dan Bruce F. P. (eds), The Biology and Management of Lobster II, Academic Press, New York :189-217.
  10. Pauly, D. 1984. Fish Population Dynamics in Tropical Water: A Manual For Use Programmable Calculators. Manila. ICLARM Studies and Review 8:325p.
  11. Saputra, W. S. 2008. Status Pemanfaatan Lobster (Panulirus sp) Di Perairan Kebumen. Jurnal Saintek Perikanan Vol. 4, No. 2, 2009 : 10 - 15.
  12. Saputra, W. S., S. Rudiyanti, dan A. Mahardhini. 2008. Evaluasi Tingkat Eksploitasi Sumberdaya Ikan Gulamah (Johnius sp) Berdasarkan Data TPI PPS cilacap. Jurnal Saintek Perikanan Vol. 4, No. 1, 2008 : 56 - 61.
  13. Saputra, W. S. 2009. Dinamika Populasi Berbasis Riset. Badan Penerbit Universitas Diponegoro Semarang. Semarang.
  14. Statistik Perikanan Tangkap Wonogiri. 2014. Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Wonogiri Jawa Tengah.
  15. Sudrajad, A. dan D. Nugroho. 1983. Penelitian Pendahuluan Beberapa Aspek Biologi Ikan Selar (Selaroides leptolepis) di Perairan Paparan Sunda. Laporan Penelitian Perikanan Laut No. 29 :79 – 88.
  16. Suman, A., W. Subani dan P. Prahoro. 1994. Beberapa Parameter Biologi Udang Patung (Panulirus homarus) Di Perairan Pangandaran Jawa Barat. Jurnal Pen. Perikanan Laut. Balai Peneltian Perikanan Laut. Jakarta.
  17. Widodo J dan Suadi. 2006. Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Laut. Gadjah mada University Press. Yogyakarta. 252 hlm.