PENINGKATAN PRODUKSI BIOMASSA SIDAT (Anguilla bicolor) MELALUI PEMANFAATAN FERMENTASI PAKAN DAN TEPUNG CACING TANAH (Lumbricus sp) (Production increase of Anguila Biomass by using food fermentation and earth worms flour)

*Diana Chilmawati -  Departemen Budidaya Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Suminto Suminto -  Departemen Budidaya Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Tristiana Yuniarti -  Departemen Budidaya Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 20 Jul 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 963 2458
Abstract

 

Sidat (Anguilla bicolor) merupakan jenis ikan yang pertumbuhan lambat, karena kemampuan daya cerna dan efisiensi pemanfaatan pakan sidat rendah. Salah satu usaha untuk mempercepat laju pertumbuhannya yaitu dengan memfermentasikan pakan buatan dan penambahan tepung cacing (Lumbricus sp.) untuk memperbaiki kandungan nutrisi pakan sehingga pertumbuhan sidat akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dan  menentukan kombinasi fermentasi pakan buatan dan penambahan tepung cacing tanah yang memberikan pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kelulushidupan sidat (A. bicolor) terbaik. Elver sidat yang digunakan adalah 320 ekor dengan berat rata-rata 15±1,2 g yang dibudidayakan dalam enam belas akuarium berukuran 80 l yang diisi 40 L air dan diaerasi.  Kepadatan awal 20 ekor/akuarium. Pergantian air dilakukan setiap hari 10% dari total air dan dilakukan pemberian pakan 5% dari biomassa sidat dengan frekuensi pemberian pakan 3 kali sehari, pakan yang diberikan mempunyai kadar protein >50%. Pola rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah A, B, C, dan D masing-masing ditambahkan dengan tepung cacing tanah 0%, 5%, 10%, dan 15% dari total pakan yang diberikan dalam pakan buatan yang telah difermentasi. Variabel yang diukur adalah PER, SGR, EPP, FCR, dan SR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi pakan buatan dan penambahan tepung cacing tanah dalam pakan berbentuk pasta berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap pertumbuhan (RGR) ,efisiensi pakan (EPP) dan rasio konversi pakan (FCR) namun tidak berpengaruh nyata terhadap kelulushidupan (SR) sidat (A. bicolor) dan kombinasi fermentasi pakan buatan dan penambahan tepung cacing tanah dengan dosis 5% (perlakuan B) memberikan pertumbuhan, efisiensi pakan, dan rasio konversi pakan sidat (A. bicolor) terbaik. Kualitas air pada media pemeliharaan masih pada kondisi layak untuk budidaya sidat.

 

The elver of Anguilla bicolor is the kind of fish that the late growth, due to low in digestability and inefficiency to the feed utilization. One of the solutions to accelerate the growth rate is by adding earthworm powder (Lumbricus sp.) and the fermented artificial feed to improve feed nutrition content so the increasing growth. The obyective of this research was to know the effect of  fermented artificial feed and the addition of earthworm powder in pasta artificial feed on the best of growth, feed utilization, and survival rate of A. bicolor in the culture. Elvers of 320 individuals  with an average weight of 15 ± 1.2 g were cultivated in sixteen of  the  circular aquarium with 80 L in volume. Every aquarium was added 40 L of tap water and weekly aeration with initial density of 20 individuals/aquarium.  Everyday was changed 10 % of tap water and added the pasta artificial feed 5 % of elver body weight for three time feeding habit per day with protein content of  >50%.  The treatments were designed by using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replicates.  The culture of treatments A was not added  earthworm powder in the fermented pasta artificial feed. Treatments of B, C, and D were added by earthworm powder of 5 %, 10 %, and 15 % in the fermented pasta artificial feed, respectively.  The variables measured were PER, SGR, EPP, FCR, and SR.  The result showed that the artificial feed with different protein levels highly significant influenced (P<0,05) on the RGR, EPP, and FCR, and there was no significant influences (P>0,05) on the SR of elver.  The treatment B (5 % of earthworm) however showed the best one treatment dosage for elvers growth rate than the other treatments. Water quality in culture media was still in decent condition for the cultivation of eels.

 

 

Keywords
Anguilla bicolor; fermentasi pakan; tepung cacing tanah; budidaya

Article Metrics:

  1. Astuti, A. A. 2001. Kandungan Lemak Kasar Cacing Tanah Lumbricus rubellus dengan menggunakan pelarut. Skripsi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 59 hlm.
  2. Chilmawati D., J. Hutabarat, I. Samijan, Pinandoyo dan V.E. Herawati. 2012. Budidaya Cacing Tanah Sebagai Sumber Pakan Alternatif Dalam Pemeliharaan Lele Dumbo di Pondok Pesantren Hidayatullah, Gedawang, Semarang. Laporan Pengabdian Masyarakat FPIK Undip.
  3. Chilmawati D., Suminto dan V.E. Herawati. 2013. Pengaruh Kombinasi Pakan Buatan dan Pakan Alami, Cacing Tanah, Terhadap Efisiensi Pakan, Peningkatan Haemocyte Darah, Pertumbuhan dan Survival Rate Lele Dumbo. Laporan Penelitian Hibah Penelitian Pembinaan FPIK Undip.
  4. Deelder. 1986. Synopsis of Biological Data on The Eel (Anguilla Anguilla, Linnaeus, 1758). FAO Fisheries Synopsis No. 30 Revisions. 73 pages.
  5. Degani, G., A. Horowitzh, and D. Levanon. 1985. Effect of the protein level in purified diet and of density, ammonia and O2 level on growth of juvenile european eel (Anguilla anguilla L.). Aquaculture, 46 :193-200.
  6. Dirjen Perikanan. 1985. Spesifikasi Teknik Pakan Udang. Direktorat Jendral Perikanan, Direktorat Bina Produksi. Jakarta 20 Hal.
  7. Huet, M., 1970. Textbook of Fish Culture Breeding and Cultivation of Fish. Fishing News (Book Ltd). London. 436 pp.
  8. Djajasewaka, H. 1985. Pakan Ikan. C.V Yasaguna, Jakarta. 45 hlm.
  9. Juancey, K. 1982. Effect of varying dietary protein level on the growth, food conversion, protein utilisation and body composition of juvenile Sarotherodon mosambicus. Aquaculture, 27: 34-54.
  10. Liviawaty, E. dan Afrianto. 1998. Pemeliharaan Sidat. Kanisius. Yogyakarta. 133 hlm.
  11. Lovell, T., 1989. Nutrition and Feeding of Fish. New York: Auburn University. 258 hlm.
  12. Matsui, I. 1993. Theory and Practice of Eel Culture. A.A. Balkema. Rotterdam 340 pp.
  13. Marzuqi, M., Ni Wayan, W. A. dan Ketut, S., 2012. Pengaruh Kadar Protein dan Rasio Pemberian Pakan Terhadap Pertumbuhan Ikan Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus). Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol. Bali. Hlm: 55-65.
  14. Otwell, W. S and W. L. Rickards. 1982. Cultured and Wild Americans Eel (Anguilla rostrata) fat content and fatty acid composition. Aquaculture, 26 : 67-76.
  15. Pujaningsih, R. 2005. Teknologi fermentasi dan Peningkatan Kualitas Pakan. Fakultas Peternakan UNDIP. UNDIP
  16. Sandiver, P.A. dan Yosep, J.D., 1976. Growth Respon of Juvenil Prawn. Appared Ration Augment With Shrimp Head Oil. Aquaculture. P.129-138.
  17. Samsudin, Ali. A. W., dan A. Nainggolan. 2009. Efek Penambahan Campuran Vitamin Pada Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan Larva Dan Perkembangan Sidat, Anguilla bicolor bicolor. Jurnal Ilmiah Universitas Satya Negara Indonesia. Vol 2(1) : 62-68
  18. Srigandono, B. 1989. Rancangan Percobaan. Fakultas Peternakan Undip. Semarang. 101 hlm.
  19. Suminto, A. Sudaryono, S. Rejeki, D. Chilmawati, V.E. Herawati dan T. Susilowati. 2011. Pemberian Pakan Buatan Berbentuk Pasta Dengan Dosis Protein yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan, Efisiensi Pakan dan Kelulushidupan Elver Sidat (Anguilla bicolor). Laporan penelitian Hibah Penelitian FPIK Undip.
  20. Steel. R.G.D. dan J.H. Torrie. 1993. Prinsip- prinsip Prosedur Statistik Suatu Pendekatan Biometrik. Gramedia Pustaka Tama. Jakarta. Hlm 436-610.
  21. Tibbetts, S. M., Lall, S. P., Anderson, D. M., 2000. Dietary protein requirement of juvenile American eel Anguilla rostrata fed practical diets. Aquaculture 186: 145–155.
  22. Wijayanti, D. I., 2011. Respon Ikan Sidat (Anguilla bicolor) Terhadap Pemberian Pakan Alami Yang Berbeda Pada Skala Laboratorium. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro. Skripsi.
  23. Zeitter, M., Kirchgessner, M., Schwarz, F. J. 1984. Effect of different protein and energy supplies on carcass composition of Carp (Cyprinus carpio). Aquaculture, 36: 37-48