PENGGUNAAN PROBIOTIK GUNA PENINGKATAN PERTUMBUHAN, EFISIENSI PAKAN, TINGKAT KELULUSHIDUPAN DAN NILAI NUTRISI IKAN BANDENG (Chanos chanos) (Probiotic Use for Growth Improvement, Feed Efficiency, Survival Rate and Nutrition Value of Milkfish (Chanos chanos))

*Diana Chilmawati -  Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Fronthea Swastawati -  Departemen Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ima Wijayanti -  Departemen Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Ambaryanto Ambaryanto -  Departemen Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Bambang Cahyono -  Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 15 Feb 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 837 707
Abstract

Budidaya bandeng sebagai bahan baku berbagai olahan perlu didukung dengan teknologi yang intensif. Peningkatan kualitas nutrisi bandeng diperlukan untuk memperoleh bahan baku yang tidak hanya banyak tetapi juga bernutrisi. Penambahan probiotik ke dalam pakan bandeng dapat meningkatkan efisiensi pakan agar pakan lebih mudah dicerna dan enzim dapat bekerja lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan probiotik terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, tingkat kelulushidupan dan nilai nutrisi ikan bandeng. Bahan yang digunakan adalah ikan bandeng dengan berat rata-rata 102±2,58 g, pakan bandeng komersil dengan kandungan protein 30% dan probiotik dengan komposisi jamur Saccharomyces cerevisiae, Aspergillus oryzae, bakteri Lactobacillus acidophilus, Bacillus subtilis, Rhodopseudomonas, Actinomycetes dan Nitrobacter. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok dengan dua perlakuan dan 5 kali ulangan. Analisis data menggunakan uji t untuk membandingkan budidaya ikan bandeng perlakuan A yaitu tanpa penggunaan probiotik dalam pakan dan perlakuan B yaitu dengan penggunaan probiotik dalam pakan. Hasil uji t menunjukkan penggunaan probiotik pada pakan berpengaruh nyata (P<0,05) pada pertumbuhan, efisiensi pakan dan nilai nutrisi namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada tingkat kelulushidupan ikan bandeng. Penggunaan probiotik pada pakan bandeng memberikan nilai RGR (1.958±0.02%/hari), nilai EPP (78.333±0.745%), kandungan protein (25.794±0.600%) lebih tinggi dan FCR (1.321±0.030) yang lebih baik dari perlakuan tanpa penggunaan probiotik dalam pakan bandeng.

 

Milkfish culture as main raw materia for various processed food needs intensive technology support. Improvement in milkfish nutrition quality is necessary to obtain many raw nutritious materials.The addition of probiotics to milkfish feed is able to improve feed efficiency. Thus, the feed is easier to digest and the enzymes can work more effectively. This study aims to find out the effect of probiotic use on the growth, feed efficiency, survival rate and nutritional value of milkfish. The materials used in thi study were milkfish with an average weight of 102 ± 2.58 g, commercial milkfish feed with 30% protein content and probiotics composed of fungus Saccharomyces cerevisiae, Aspergillus oryzae, Lactobacillus acidophilus, Bacillus subtilis, Rhodopseudomonas, Actinomycetes and Nitrobacter. The study was conducted using an experimental method with a randomized block design with two treatments and 5 repetitions. Data analysis was conducted using T test to compare milkfish culture treatment A,i.e. without the use of probiotics in feed and treatment B by using probiotics in feed. The results of the t test showed that the use of probiotics in feed had a significant effect (P <0.05) on growth, feed efficiency and nutritional value but had no significant effect (P> 0.05) on the level of milkfish survival capability. The use of probiotics in milkfish feed resulted in RGR value (1.958 ± 0.02% / day), EPP value (78.333 ± 0.745%),higher protein content (25.794 ± 0.600%)  and FCR (1.321 ± 0.030) which was better than the treatment without the us of probiotics in milkfish feed.

Keywords
ProbioProbiotik; pertumbuhan; efisiensi pakan; nilai nutrisi; ikan bandeng (Chanos-chanos)

Article Metrics:

  1. Ahmadi, H., Iskandar dan N. Kurniawati. 2012. Pemberian Probiotik dalam Pakan terhadap Pertumbuhan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) pada Pendederan II. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Unpad. Jurnal perikanan dan Kelautan, 3 (4) : 99-107.
  2. Arief, M. 2013. Pemberian Probiotik yang Berbeda pada Pakan Komersil terhadap Pertumbuhan Retensi Protein dan Serat Kasar pada Ikan Nila (Oreochromis sp). Argoveteriner., 1 (2): 88-93 hlm.
  3. Buckle, K.A., R.A. Edward, G.H. Fleet, and M. Wootton. 1987. Ilmu Pangan. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta. 623 pp.
  4. Cruz, P. M., A.L. Ibanez, O.A.M Hermosillo and H.C.R. Saad. 2012. Use of Probiotic in Aquaculture. ISRN Microbiology
  5. Effendi. 2002. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara, Yogyakarta. 112 hlm.
  6. Elumalai, M. Antunes C., Guihernio L. 2013. Effects of single metals and selected enzymes of carcinus maens Water, Air. And Soil Pollution. 141 (1-4); 273- 280.
  7. Gordon, M.S. and L.Q, Hong. 1986. Biology of Chanos chanos. In: Lee C.S. and Gordon M.S, Watanabe W.O. Editor. Aquaculture of Milkfish (Chanos chanos): State Of The Art. The oceanic Institute Makapuu Point Waimanolo, Hawai. 1-33 p.
  8. Hepher, B., 1990. Nutrition of pond fishes. Cambridge University Press. Cambridge New York. 388 pp.
  9. Irianto, A. 2003. Probiotik Akuakultur. Cetakan I. Penerbit Gadjah Mada University Press. Bulaksumur Yogyakarta. 125 pp
  10. Irianto, A. 2004. Percepatan pencapaian sasaran teknologi perikanan budidaya melalui peran mikrobiologi dan bioteknologi. Disampaikan pada Rapat Kerja Teknis Pusat Riset Perikanan Budidaya. Jogyakarta. 29—30 November 2004. 9 pp.
  11. Iribarren, D., P. Daga, M. T. Moreira and G. Feijoo. 2012. Potential Environmental Effects of Probiotics Used in Aquaculture. Aquacult. Int., 20 :779-789.
  12. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. 2017. http://www.djpb.kkp.go.id/index.php/arsip/c/207/DATA-STATISTIK-TAHUNAN-PRODUKSI-PERIKANAN-BUDIDAYA-INDONESIA/?category_id=35 Diakses tanggal 14 Desember 2017
  13. KKP Kurangi Impor Produk Perikanan. diakses tanggal 16 September 2013. http://www.pelita.or.id/baca.php?id=97590
  14. Khasani, I. 2007. Aplikasi Probiotik Menuju Sistem Budidaya Perikanan Berkelanjutan. Media Akuakultur 2 (2).
  15. Kordi, M.G.H.K. dan A. B. Tancung, 2007. Pengelolaan Kualitas Air Dalam Budi Daya Perairan. Rineka Cipta. Jakarta. 208 hlm
  16. Ikram, U., J.K. Saleem & S. Siddiq. (2006). Cotton Saccharifying Activity of Cellulases Produced by Co-culture of Aspergillus niger and Tricoderma viride. Res. J. Agric. Biol. Sci, 33:5. http://www.aensiweb.net/AENSIWEB/rjabs/rjabs/241-245.pdf
  17. Putra, A. N. 2010. Kajian Probiotik, Prebiotik dan Sinbiotik untuk Meningkatkan Kinerja Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus). [Tesis]. Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 91 hlm.
  18. Putri, D.R., Agustono & S. Subekti. (2012). Kandungan Bahan Kering, Serat Kasar dan Protein Kasar pada Daun Lamtoro (Leucaena glauca) yang difermentasi dengan Probiotik sebagai Bahan Pakan Alami (Content of Dry Ingredients, Fiber and Crude Protein in Lamtoro Leaves (Leucaena glauca) Fermented Using Probiotics as Natural Feed Ingredients). Jurnal Ilmiah dan Kelautan, 4(2), 161-167. http://journal.unair.ac.id/download-fullpapers-8%20Devy.pdf
  19. Rahmi, E., Nurhadi dan Abizar. 2003. Pengaruh Pakan dari Ampas Tahu yang Difermentasi dengan Em4 terhadap Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus Carpio L.) Program Studi Pendidikan Biologi, STKIP PGRI. Sumatera Barat. Jurnal pendidikan Biologi, 1 (1): 1-6.
  20. Sakamole, E. T., C. Lumenta Dan M. Runtuwene. 2014. Pengaruh Pemberian Probiotik Dosis Berbeda dalam Pakan terhadap Pertumbuhan dan Konversi Pakan Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio). Fakultas Perikanan, Universitas Sariputra Indonesia Tomohon. Buletin Sariputra, 1 (1) : 29-33.
  21. Steffens, W. 1989. Principle of Fish Nutrition. Ellis Horwood Limited, West Sussex. England. 384 pp.
  22. Sugih, F. H. 2005. Pengaruh Penambahan Probiotik dalam Pakan Komersil terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Gurami (Osphronemus gourami Lac.). [Skripsi]. Universitas Padjajaran. Hlm. 45 – 53.
  23. Suminto dan D. Chilmawati. 2015. Pengaruh Probiotik Komersial Pada Pakan Buatan Terhadap Pertumbuhan, Efisiensi Pemanfaatan Pakan, Dan Kelulushidupan Benih Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) D35 - D75. Jurnal Saintek Perikanan. 11 (1): 11 – 16.
  24. Syahid M, A Subhan, dan R Armando. 2006. Budidaya Bandeng Organik secara Polikultur. Jakarta: Penebar Swadaya.
  25. Tacon, A.G.J. 1987. The Nutrition and Fedding of Farmed Fish and Shrimp-A Training Mannual. FAO of the United Nation, Brazil. 106 – 109 pp.