DAERAH POTENSI PENANGKAPAN IKAN TEMBANG (Sardinella fimbriata) DI LAUT JAWA BERDASARKAN SATELIT AQUA MODIS (Potential Fishing Ground of Fringe Scale Sardine (Sardinella fimbriata) in the Java Sea based on Aqua Modis Satellite)

*Irma Dwi Maulina  -  Capture Fisheries of Diponegoro University, Indonesia
Imam Triarso  -  Capture Fisheries of Diponegoro University, Indonesia
Kukuh Eko Prihantoko  -  Capture Fisheries of Diponegoro University, Indonesia
Received: 24 Jan 2019; Published: 27 Jul 2019.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Laut Jawa merupakan perairan dengan potensi ikan pelagis kecil yang didominasi ikan Tembang. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal melalui pengetahuan daerah potensi penangkapan ikan. Penentuan DPI (Daerah Penangkapan Ikan) ikan pelagis oleh nelayan Pukat Cincin (mini purse seine) yang berbasis di PPN Pekalongan masih menggunakan cara tradisional melalui pengalaman terdahulu sehingga hasilnya kurang maksimal. Tujuan penelitian ini mengkaji nilai rata-rata suhu permukaan laut (SPL) dan konsentrasi klorofil-a secara musiman selama 3 tahun (2016-2018) melalui interpretasi citra satelit Aqua Modis serta menganalisis pengaruhnya terhadap hasil tangkapan ikan Tembang (Sardinella fimbriata). Sehingga didapat peta potensi DPI Ikan Tembang pada perikanan mini purse seine di Laut Jawa yang berbasis di PPN Pekalongan. Metode pengambilan data dilakukan melalui observasi lapangan. Metode penentuan daerah potensi penangkapan ikan dilakukan melalui pendekatan SPL dan konsentrasi klorofil-a dengan memperhatikan jalur penangkapan dan kedalaman perairan. Hasil yang didapat yakni rata-rata produksi ikan Tembang tertinggi pada tahun 2016 hingga 2018 di Laut Jawa didapat pada musim peralihan I dengan SPL 28,86oC dan konsentrasi klorofil-a 0,55 mg/m3. Analisis pengaruh SPL dan Klorofil-a terhadap hasil tangkapan dilakukan melalui regresi berganda dengan menyertakan uji asumsi klasik. Pengaruh SPL dan Klorofil-a terhadap hasil tangkapan dinilai cukup kuat terlihat dari koefisien korelasi (R) 0,795. Koefisien determinasi (R2) 0,63, artinya SPL dan klorofil-a dapat menjelaskan hasil tangkapan 63%. Terdapat 3 lokasi yang berpotensi sebagai daerah penangkapan di Laut Jawa tepatnya Utara Kota Pekalongan yakni di perairan Tegal, Pemalang dan Pekalongan dengan daerah potensi terluas berada di perairan Pekalongan.

 

The Java Sea is a water region with potential pelagic fish. Mini purse seine fisheries with fishing base on PPN Pekalongan was determined fishing ground by traditional way, so the result was not optimal. The research aims to observe seasonal variability of sea surface temperature (SST) and chlorophyll-a concentration for 3 years (2016-2018) from satellite image data Aqua Modis interpretation and analyze the relationship between catch and SST as well as between catch and chlorophyll-a. Final result from this research is map of Fringe Scale Sardine (Sardinella fimbriata) fishing ground for mini purse seine fishery in the Java Sea. This research apllied the theory that fishing ground can be determined by SST and chlorophyl-a. The results showed that the highest catch value in the Java Sea during 2016 till 2018 was occurred on transitional season while SST 28,86°C and chlorophyll-a concentration 0,55 mg/m³. This research use multiple regression which start by classical assumption test to analyze the relationship between catch and SST as well as between catch and chlorophyll-a. Also obtained correlation between SST and concentration of chlorophyll-a with the catch of Fringe Scale Sardine indicated strong correlation coeffisien (R) 0,795. While determination coefficient (R2) 0,63 indicated that SST and chlorophyll-a can explain 63% of catch value. Fishing grounds potential of pelagic fish especially Fringe Scale Sardine were found located along the Java Sea exactly Tegal, Pemalang and Pekalongan which large potential were located in Pekalongan water region.

Keywords: Aqua Modis; SPL; Klorofil-a; Daerah Penangkapan Ikan; Ikan Tembang; Laut Jawa

Article Metrics:

  1. Akhlak, M. A., Supriharyono, dan A. Hartoko. 2015. Hubungan Variabel Suhu Permukaan Laut, Klorofil-a dan Hasil Tangkapan Kapal Purse Seine yang Didaratkan Di TPI Bajomulyo Juwana, Pati. Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan. 4(4): 128-135
  2. Aminot, A., dan F. Rey. 2000. Standard Procedure for the Determination of Chlorophyll-a by Spectroscopic Method. International Council for the Exploration of the Sea (ICES) Technique in Marine Environmental Sciences. ISSN 0903-2606
  3. Asriyana. 2004. Distribusi dan Makanan Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) di Perairan Kendari, Sulawesi Tenggara. [TESIS]. Program Pacsasarjana, Institut Pertanian Bogor
  4. Ayuningsih, M.S., I.B. Hendrarto, P.W. Purnomo. 2014. Distribusi Kelimpahan Fitoplankton Dan Klorofil-A Di Teluk Sekumbu Kabupaten Jepara: Hubungannya Dengan Kandungan Nitrat Dan Fosfat Di Perairan. Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan, 3(2): 138-147
  5. Effendi, H. 2003. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius, Yogyakarta. 258 hlm
  6. Effendi, R., P. Palloan, dan N. Ihsan. 2012. Analisis Konsentrasi Klorofil-a Di Perairan Sekitar Kota Makassar Menggunakan Data Satelit Topex/Poseidon. Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika, 8(3):279-285. DOI: https://doi.org/10.2685/jspf.v8i3.924
  7. Ibrahim, F., F. Atriani, Th. R. Wulan, M. D. Putra dan E. Maulana. 2016. Perbandingan Ekstraksi Brightness Temperatur Landsat 8 TIRS tanpa Atmospheric Correction dan dengan Melibatkan Atmospheric Correction untuk Pendugaan Suhu Permukaan. Prosiding Seminar Nasional Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta
  8. Meyer, J., C. R. Löscher, S. C. Neulinger, A. F. Reiche, A. Loginova, C. Borchard, R. A. Schmitz, H. Hauss, R. Kiko dan U. Riebese. 2016. Changing Nutrient Stoichiometry Affects Phytoplankton Production, DOP Accumulation and Dinitrogen Fixation – A Mesocosm Experiment In The Eastern Tropical North Atlantic. Biogeosciences Journal. 13(3): 781–794. DOI: https://doi.org/10.5194/bg-13-781-2016
  9. Monintja, D., Zulkarnaen dan Mawardi. 1994. Studi Tentang Kelimpahan Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) di Perairan Pelabuhan Ratu. Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor. 104 hlm
  10. Nurdin, S., M.A. Mustapha, T. Lihan dan M.A. Ghaffar. 2015. Determination of Potential Fishing Grounds of Rastrelliger kanagurta Using Satellite Remote Sensing and GIS Technique. Sains Malaysiana. 44(2): 225–232
  11. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pekalongan. 2017.Statistik Perikanan PPN Pekalongan
  12. Pradini, S. 1998. Kebiasaan Makan Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) dan Keterkaitannya dengan Ketersediaan Pakan Alami di Perairan Muncar, Banyuwangi. Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor
  13. Putra, E., J. L.Gaol dan V. P. Siregar. 2012. Hubungan Konsentrasi Klorofil-a dan Suhu Permukaan Laut dengan Hasil Tangkapan Ikan Pelagis Utama di Perairan Laut Jawa dari Citra Satelit Modis. Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan. 3(1): 1-10. DOI: http://dx.doi.org/10.24319/jtpk.3.1-10
  14. Rasyid, A. 2010. Distribusi Suhu Permukaan pada Musim Perairan Barat-Timur Terkait dengan Fishing Ground Ikan Pelagis Kecil di Perairan Spermonde. Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan. 20(1): 1-7
  15. Richard, F.A., dan T.G. Thomphson. 1952. The Estimation and Characterization of Plankton by Pigment Analysis II. A Spectrophotometric Method for Estimation of Plankton Pigments. Journal Marine Resource. 11(39): 156-172
  16. Riyono, S.H. 2006. Beberapa Metode Pengukuran Klorofil Fitoplankton di Laut. Jurnal Oseana. 31(3): 33-44
  17. Setiawan, A.N., Yayat, dan P.P. Noir. 2013. Variasi Sebaran Suhu Permukaan Laut dan Klorofil-a Akibat Arlindo terhadap Distribusi Ikan Cakalang di Selat Lombok. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran, Bandung. Depik. 2(2): 58-69. DOI: https://doi.org/10.13170/depik.2.2.723
  18. Strickland, J.D.H., dan T.R. Parsons. 1968. A Practical Handbook of Seawater Analysis. Board Canada. 311 hlm
  19. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitaftif Kualitatif dan R & D. Alfabeta. Bandung. 326 hlm
  20. Sulistiono, M. Robiyanto, M. Brodjo, dan C. P. Simanjuntak. 2010. Studi Makanan Ikan Tembang (Clupea fimbriata) di Perairan Ujung Pangkah, Jawa Timur. Jurnal Akuakultur Indonesia. 9(1): 38-45. DOI: https://doi.org/10.19027/jai.9.38-45
  21. Sunarto. 2008. Peranan Cahaya Dalam Proses Produksi Di Laut. Karya Tulis Ilmiah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran
  22. Sunaryo, S. 2011. Mengatasi Masalah Multikolinieritas dan Outlier dengan Pendekatan ROBCA. Jurnal Matematika, Sain dan Teknologi. 12(1): 1-10
  23. Suyono. 2018. Analisis Regresi untuk Penelitian. Deepublish
  24. Yogyakarta. 294 hlm
  25. Tangke, U. 2012. Analisis Hubungan Faktor Oseanografi dengan Hasil Tangkapan Ikan Pelagis (Scromberomorus Sp.) Di Perairan Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan. 5(2): 1-11. DOI: https://doi.org/10.29239/j.agrikan.5.2.1-11
  26. Wetzel, R. G. 2001. Structure and Productivity of Aquatic Ecosystem. Academic Press, Clifornia
  27. Wyrtki, K. 1961. Physical Oceanography of The Southeast Asian Waters. University of California, Scripps Institution of Oceanography. 195 hlm

Last update: 2021-02-25 17:04:54

No citation recorded.

Last update: 2021-02-25 17:04:55

No citation recorded.