ANALISIS HASIL TANGKAPAN JARING ARAD DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) TAMBAK LOROK, SEMARANG (Catch Analysis Of Arad Net at The Fish Landing Base Tambak Lorok, Semarang)

*Eki Septiana -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Suradi Wijaya Saputra -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Abdul Ghofar -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 14 Feb 2019.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 399 330
Abstract

Jaring arad merupakan jaring penangkap udang sebagai hasil tangkapan utama dan memiliki hasil tangkapan sampingan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hasil tangkap utama dan hasil tangkap sampingan, mengetahui struktur ukuran tangkapan utama, spesifikasi perahu dan alat tangkap arad, serta menganalisis kelayakan usaha penangkapan. Metode yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan sampel menggunakan sistematik sampling. Sampel udang diambil secara proporsional yaitu minimal 10% dari total hasil tangkapan. Hasil tangkap selama penelitian terdiri dari 7 spesies krustase, 3 spesies moluska, dan 10 spesies ikan. Ukuran pertama tertangkap (Lc50%)  udang krosok (M. lysianassa) adalah 9 mm, (Lc50%)  udang putih (P. merguiensis) 11 mm. Perahu arad di Tambak Lorok memiliki ukuran relatif sama yaitu 4-8 GT, kekuatan mesin 20-48 PK. Mesh size kantong 24,5 mm.  Hasil tangkapan jaring arad sebesar Rp 426.000,00  per trip, didapatkan dari keuntungan per kilo penjualan udang dan hasil tangkap sampingan. Sedangkan total biaya produksi sebesar Rp. 209.662,00, sehingga diperoleh untung per trip sebesar Rp. 216.337,00 dengan R/C ratio yaitu 2,03 yang mengartikan jaring arad layak diusahakan

 

Arad net is one of fishing gears to catch shrimp as the target species and bycatch. The purposes of this research were to identify the target species and bycatch, to know structure of target species, specification of  fishing boat and arad net, and to analyze the profit and loss of fishing effort. The method used was survey method. This research used systematic sampling. Shrimp samples were taken propotionally at least 10% of the total catch. The results during this research consisted of 7 species of crustacea, 3 species of molluscs, and 10 species of fishes. The size (Lc50%) of Krosok shrimp (M. lysianassa) is 9 mm and the size (Lc50%) of white shrimp (P. merguiensis) is 11 mm. Arad boat at Tambak Lorok has relatively similar size with another (4 to 8 GT). Power machine ranging from 20 to 48 PK, 24,5 mm mesh size. The profit of total species per trip earned from shrimp and bycatch per kilograms is Rp 426.000,00. Meanwhile, the total cost of production was Rp. 209.662,00. Therefore, benefit per trip obtained Rp. 216.337,00 with R/C ratio 2.03 which means arad net is feasible to operating.

Keywords
Jaring arad; hasil tangkapan sampingan; hasil tangkapan utama; tambak lorok

Article Metrics:

  1. Djamin, Z. 1984. Perencanaan dan Analisis Proyek. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 167 Hal.c http://inlislite.dispusip.jakarta.go.id/dispusip/opac/detail-opac?id=31840
  2. FAO (Food and Agriculture Organization of the United Nations). 1995. Code of Conduct for Responsible Fisheries.
  3. Khaerudin, A. 2006. Proporsi Hasil Tangkapan Sampingan Jaring Arad (Mini Trawl) yang Berbasis di Pesisir Utara, Kota Cilacap. [Skripsi]. Program Sarjana, Institur Pertanian Bogor, Bogor, 73 hlm.
  4. Nasution, S. 2004. Metode Research. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara. Hal 86-141.
  5. Nugroho H.A., A. Rosyid dan A. D. P. Fitri. 2015. Analisis Indeks Keanekaragaman, Indeks Dominasi dan Proporsi Hasil Tangkapan Non Target pada Jaring Arad Modifikasi di Perairan Kabupaten Kendal. J. Fish. Resources Utilization Management and Technology. IV(1): 1-11. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jfrumt/article/view/7997
  6. Saputra S. W. 2009. Dinamika Populasi Ikan. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
  7. Setiawan U., J. Wenno dan M. E. Kayadoe. 2016. Laju Tangkap dan Musim Penangkapan Madidihang (Thunnus albacores) dengan Tuna Hand Line yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Tangkap. II(4): 147-154.
  8. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/JITPT/article/view/14061
  9. Tester, A. L. and M. Takata. 1953. Contribution on the Biology of the Aholehole a Potential Baitfish. Hawaii Mar. Lab. Contr. No. 38.
  10. Walpole R.E. 1995. Pengantar Statistik. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. Hal 48-60.
  11. Widyaningrum P. B. 2013. Kajian Beberapa Aspek Biologi Udang Krosok (Parapenaeopsis coromandelica) di Perairan pantai Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. [Skripsi]. Program Sarjana. Universitas Diponegoro, Semarang. 100 hlm.