PRODUKSI Chlorella sp. DENGAN PERLAKUAN LIMBAH CAIR TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) STERIL (Production of Chlorella sp. with Steril White Shrimp (Litopenaeus vannamei) Liquid Waste Treatment)

*Sartika Tangguda  -  Program Studi Budidaya Kelautan, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Indonesia
I Nyoman Dodik Prasetia  -  Program Studi Budidaya Kelautan, Jurusan Perikanan dan Kelautan, Indonesia
Published: 14 Feb 2019.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Limbah cair tambak udang vaname (L. vannamei) merupakan hasil buangan dari proses budidaya yang umumnya langsung dibuang ke perairan umum. Limbah tersebut masih mengandung sejumlah unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan organisme pada tingkatan trofik dibawahnya, salah satunya adalah mikroalga Chlorella sp. Namun, pada limbah tersebut masih ditemukan sejumlah organisme yang mengganggu pertumbuhan Chlorella sp. sehingga limbah harus disterilkan terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menumbuhkan mikroalga tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis limbah cair tambak udang vaname steril dalam produksi Chlorella sp. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan, yaitu A (dosis limbah 25%), B (dosis limbah 50%), C (dosis limbah 75%), dan D (dosis limbah 100%); masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menyatakan bahwa perlakuan D memberikan produksi Chlorella sp. tertinggi yang dapat dilihat dari kepadatan sel dan laju pertumbuhan spesifik pada saat puncak pertumbuhan, yaitu 2.833.333 sel/mL dan 0,472. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa limbah cair tambak udang vaname steril dengan dosis 100% dapat digunakan untuk mengkultur Chlorella sp. skala laboratorium dengan menghasilkan produksi mikroalga tertinggi. Diharapkan limbah yang berasal dari hasil budidaya udang vaname dapat dimanfaatkan untuk mengkultur mikroalga sehingga mengurangi pencemaran yang terjadi di perairan umum sekitarnya.

 

Liquid waste of vaname shrimp ponds (L. vannamei) is the result of waste from the cultivation process which is generally discharged directly into public waters. The waste still contains a number of nutrients needed for the growth of organisms at the lower trophic level, one of which is Chlorella sp. However, in these wastes there are still organisms that interfere with the growth of Chlorella sp. therefore the waste must be sterilized before using it to grow the microalgae. The purpose of this study was to determine the dose of liquid waste of sterile vaname shrimp ponds in the production of Chlorella sp. This study used an experimental method with 4 treatments, namely A (25% waste dose), B (50% waste dose), C (75% waste dose), and D (100% waste dose); each treatment was repeated 3 times. The results of the study stated that treatment D gave the production of Chlorella sp. the highest can be seen from cell density and specific growth rate at the peak of growth, which is 2,833,333 cells / mL and 0.472. The results of this study can be concluded that sterile liquid waste of vaname shrimp ponds with a dose of 100% can be used to culture Chlorella sp. laboratory scale by producing the highest microalgae production. It is expected that waste derived from vaname shrimp culture can be used to cultivate microalgae so as to reduce pollution in the surrounding public waters

Keywords: Limbah cair steril; produksi Chlorella sp.; kultur skala laboratorium

Article Metrics:

  1. Chilmawati, D dan Suminto. 2008. Penggunaan Media Kultur yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Chlorella sp. Jurnal Saintek Perikanan. 4 (1). 42-49. https://doi.org/10.14710/ijfst.4.1.42-49
  2. Chisti, Y. 2007. Biodiesel from microalgae. Biotechnology Advances. 25: 297−306. https://doi.org/10.1016/j.biotechadv.2007.02.001
  3. Converti, A., Casazza, A.A., Ortiz, E.Y., Perego, P., dan Borghi, M.D. 2009. Effect of Temperature and Nitrogen Consentration on the Growth and Lipid Content of Nannochloropsis oculata and Chlorella vulgaris for Biodiesel Production. Chem. Eng. Process. https://doi.org/10.1016/j.cep.2009.03.006
  4. Fogg, G.E. 1975. Algal Culture and Phytoplankton Ecology. London: The University of Winsconsin Press. 269 pp. https://doi.org/10.1002/iroh.19660510116
  5. Kilawati, Y. dan Maimunah, Y. 2015. Kualitas Lingkungan Tambak Intensif Litopenaeus vannamei dalam Kaitannya dengan Prevalensi Penyakit White Spot Syndrome Virus. Research Journal of Life Science. 2 (1). E-ISSN: 2355-9926. https://doi.org/10.21776/ub.rjls.2015.002.01.7
  6. Prihantini, N.B., Putri, B., dan Yuniati, R. 2005. Pertumbuhan Chlorella spp. dalam medium ekstrak tauge (MET) dengan variasi pH awal. Makara, Sains. 9 (1): 1−6. https://doi/org/10.7454/mss.v9i1.457
  7. Tangguda, S., Arfiati, D., dan A.W. Ekawati. 2015. Utilization of Solid Waste from White Shrimp (Litopenaeus vannamei) Farm On The Growth and Chlorophyll Content in Chlorella sp. Journal Life Science and Biomedicine. 5 (3): 81−85. ISSN: 2251-9939
  8. Tangguda, S., dan I.A.P. Suryanti. 2017. Aplikasi Limbah Cair Tambak Udang untuk Produksi dan Klorofil-a pada Chlorella sp. Laporan Penelitian Dosen Pemula Institusi. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha. 48 hlm
  9. Tangguda, S. dan Prasetia, I.N.D. 2018. Pengaruh Sterilisasi terhadap Kadar Unsur Hara Limbah Cair Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei). Buku Abstrak Seminar Nasional MIPA Tahun 2018. Universitas Pendidikan Ganesha. 94 hlm
  10. Wijoseno, T. 2011. Uji Pengaruh Variasi Media Kultur terhadap Tingkat Pertumbuhan dan Kandungan Protein, Lipid, Klorofil, dan Karotenoid Chlorella vulgaris Buitenzorg. Skripsi. Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. 88 hlm

Last update: 2021-05-18 12:08:40

No citation recorded.

Last update: 2021-05-18 12:08:40

No citation recorded.