AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KOMPONEN SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK METANOL ABALON TROPIS, Haliotis asinina (Antioxidant Activity and Bioactive Compound Of Methanol Extract Of Tropical Abalone, Haliotis asinina)

*Sri Fatmah Sari  -  Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
Anwar Said  -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
Lely Okmawaty Anwar  -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
Rosmawati Rosmawati  -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
Iin Nurdiyanty Nurdin  -  Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan,Universitas Muhammadiyah Kendari, Indonesia
Received: 7 Nov 2019; Published: 10 Aug 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Abalon Haliotis asinina dikenal dengan nama lokal Kerang Mata Tujuh, merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi yang terdapat dalam jumlah melimpah di Perairan Teluk Kendari, khususnya di Desa Tapulaga, Kabupaten Konawe. Ketersediaan data mengenai komponen bioaktif dari daging abalon dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi pelengkap dalam  kegiatan pengembangan dan pengolahan abalon di daerah Sulawesi Tenggara. Sedangkan, kajian mengenai aktivitas antioksidan yang terdapat pada organ visera/jeroan abalon, diharapkan dapat menjadi pilihan dalam  pemanfaatan  hasil samping dari proses pengolahan abalon, yang nantinya bisa dikembangkan sebagai salah bahan antioksidan alami.  Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan, antara lain: Pengambilan sampel abalon di Desa Tapulaga, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara; Preparasi sampel;  Ektraksi sampel melalui metode maserasi dengan menggunakan pelarut metanol p.a;  Pengujian aktivitas antioksidan dan komponen senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif yang terdeteksi pada ekstrak metanol daging maupun visera adalah flavonoid, saponin, alkaloid, dan fenol. Nilai senyawa fenol total dari ekstrak metanol visera sebesar 126,52µg/ml, nilai tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan nilai fenol total pada ekstrak metanol daging (77,26 µg/ml), hal ini berkorelasi dengan aktivitas antioksidan yang lebih berpotensi pada visera dibanding daging, dimana hasil pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menunjukkan nilai IC50 ekstrak metanol visera dan daging abalon masing-masing 552,52 dan 632,92 µg/ml. Semakin kecil nilai IC50 pada suatu ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan yang makin tinggi.

 

Abalone Haliotis asinina known locally as Kerang Mata Tujuh , is one of  fisheries commodities that have a high economic value. This organisms found in abundance in the waters of Southeast Sulawesi, especially in Tapulaga Village, Konawe Regency. Availability of data on bioactive compound of abalone meat from this study is expected to be a supplementary information in the development and processing of abalone in Southeast Sulawesi. Meanwhile, a study of antioxidant activity found in viscera of abalone, is expected to be an option in utilizing byproducts from abalone processing, which can later be developed as one of natural antioxidant ingredients. This research was carried out in several stages, including: Sampling of abalone in Tapulaga Village, Konawe Regency, Southeast Sulawesi; Sample preparation; Sample extraction by maseration method using methanol p.a; and Analysis of antioxidant activity and bioactive compounds. Bioactive compounds detected in crude extract of meat and viscera were flavonoids, saponins, alkaloids, and phenols. Total phenol from viscera methanol extract was 126.52 µg / ml, this value was much greater than the total phenol in meat (77.26 µg / ml), so it correlates to antioxidant activity which has more potential on viscera compared to meat, where the results of antioxidant activity with the DPPH method showed IC50 values of viscera methanol extract and abalone meat respectively 552.52 and 632.92 µg / ml. The smaller the IC50 value in an extract indicates higher antioxidant activity.

Keywords: : Haliotis asnina; senyawa bioaktif; aktivitas antioksidan; daging; visera

Article Metrics:

  1. Adimulya, R.A., Onu, L.O., dan Azhar, B. 2017. Analisis pendapatan dan prospek agribisnis abalon (Haliotis asinina) di Kabupaten Konawe dan Kota Kendari. Jurnal Sosio Agribisnis,1:89-98
  2. Ahmad, A.R., Juwita., Ratulangi, S.A.D., dan Malik, A. 2015.Penetapan Kadar Fenolik dan Flavanoid Total Ekstrak Metanol Buah dan daun Patikala(Etlingera elatior (Jack) R.M.SM), Pharmaceutical Sciences and Research, 2 (1) : 1-10
  3. Carbonaro, M., et.al. 2005. Absorption of Quercetin and Rutin in Rat Small Intestine. Annals Nutrition and Metabolism, 49:178- 182
  4. Chun, O.K., Kim D.O., and Lee C.Y. (2003). Superoxide Radical Scavenging Activity of The Mayor Polyphenols in Fresh Plums. Journal of Agricultural and FoodChemistry, i51:8067-8072
  5. Fitri, N. 2014. Butylated Hydroxyanisole sebagai Bahan Aditif Antioksidan pada Makanan dilihat dari Perspektif Kesehatan. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 4( 1) : 41-50
  6. Dumanauw, Carolin WA, Anindita P.2015. Penetapan Kadar SaponinPada Ekstrak Daun Lidah Mertua(Sansievera trifasciata Prainvarietas S. Laurentii) SecaraGravimetri. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, 2(2):65-69
  7. Harborne, JB. 1987. Metode Fitokimia. Edisi Kedua. Padmawinata K, Soediro I, penerjemah. Terjemahan dari Phytochemical Methods 2nd Edition. Institut Teknologi Bandung, Bandung. 353 Hlm
  8. KKP. 2012. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No:6 Tahun. 2010 Tentang Rencana Strategis Kementrian Kelautan dan Perikanan Tahun 2010-2014. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Jakarta. 75-79
  9. Malik, A. Ahmad, AR. 2015. Determination of Phenolic and Flavonoid Contents of Ethanolic Extract of Kanunang Leaves(Cordia myxa L.). International Journal of PharmTech Research, 7(2), 243-246
  10. Molyneux, P. 2004. The Use of The Stable Free Radical Diphenyl Picrylhydrazyl (DPPH) for Estimating Antioxidant Activity.Journal Science of Technology, 26(2):211-219
  11. Nawaly, H., A.B. Susanto., J.L.A. Uktolseja. 2013. Senyawa Bioaktif dari Rumput Laut Sebagai Antioksidan. http//www.researchgate.net/publication/260131089
  12. Rajani GP, Ashok P. In vitro Antioxidant and Antihyperlipidemic Activities of Bauhinia arigata Linn. Indian Journal Pharmacol. 2009. 41(5) : 227-232
  13. Saifudin A, Rahayu V, Teruna HY. 2011.Standardisasi Bahan Obat Alam.Yogyakarta: Graha Ilmu
  14. Suleria, H.A.R., P.P. Masci., G.C. Gobe., S.A.Osborne. 2015. Therapeutic Potential of Abalone and Status of Bioactive Molecules: A Comprehensive Review. J. Critical Reviewsin Food Science and Nutrition, 57(8) : 1742-1748
  15. Sun, L., B. Zhu., D. Li., L. Wang., X. Dong., Y.Murata., R. Xing., Y. Dong. 2010. Purification and Bioactivity of A Sulphated Polysaccharide Conjugate from Viscera of Abalone Haliotis discus hannai Ino. Food and Agricultural Immunology,21:1, 15-26
  16. Zhou, D.Y., B.W. Zhu, L. Qiao, H.T. Wu, D.M. Li, J.F. Yang, & Y. Murata. 2012. In vitro Antioxidant Activity of Enzymatic Hydrolysates Prepared from Abalone (Haliotis discus hannai Ino) Viscera. Journal of Food and Bioproducts Processing, 9(2) : 148-154

Last update: 2021-02-25 05:14:09

No citation recorded.

Last update: 2021-02-25 05:14:09

No citation recorded.