Penentuan Potensi Sumberdaya Batu Gamping Sebagai Bahan Baku Semen Daerah Gandu Dan Sekitarnya, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah

DOI: https://doi.org/10.14710/teknik.v38i2.13213

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Telah diserahkan: 10-02-2017
Diterbitkan: 30-12-2017
Bagian: FULL ARTICLE
Fulltext PDF Tell your colleagues Kirim email ke penulis
Kebutuhan pembangunan infrastruktur selalu meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Industri konstruksi membutuhkan batugamping yang merupakan bahan pembuatan semen untuk pondasi konstruksi bangunan. Salah satu daerah yang memiliki potensi batu gamping adalah daerah Gandu, Kecamatan Bogorejo, Blora, Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi potensi batu gamping di daerah Gandu. Pemetaan geologi dilakukan untuk menentukan litologi utama daerah penelitian dan distribusinya. Analisis kualitas batugamping juga dilakukan dalam penelitan ini, dengan  mengkaji komposisi kimia batugamping. Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pemanfaatan batugamping untuk kebutuhan industri semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stratigrafi regional area penelitian terdiri dari empat satuan batuan, yaitu batulempung karbonan, batugamping, kristalin batupasir kuarsa, dan batugamping. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa batugamping dari daerah Gandu memiliki unsur CaO cukup besar dan unsur Mg sedikit, walaupun di beberapa tempat banyak ditemukan unsur Mg. Perbandingan hasil analisis komposisi kimia dan standar bahan baku semen menunjukkan bahwa kapur di daerah Gandu memenuhi kriteria bahan baku semen

Kata Kunci

semen; batugamping; stratigrafi regional;batu lempung karbonan; kristalin batupasir kuarsa

  1. Dian Agus Widiarso 
    Departemen Teknik Geologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
  2. Istiqomah Ari Kusuma 
    Departemen Teknik Geologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
  3. Ajiditya Putro Fadhlillah 
    Departemen Teknik Geologi, Universitas Diponegoro, Indonesia
  1. Atmojo, S.D. (2013). Masalah kependudukan di Indonesia sebagai negara berkembang. Tersedia di https://www.kompasiana.com/satrio-dwiatmo/masalah-kependudukan-di-indonesia-sebagai-negara-berkembang_5520acfba33311a24646d11c
  2. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pemerintah Kabupaten Blora (2016). Peraturan Bupati Blora Nomor 15 Tahun 2016 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Blora Tahun 2017. Tersedia di http://sipd.bangda.kemendagri.go.id/dokumen/uploads/rkpd_213_2017.pdf
  3. Van Bemmelen, R.W. (1949), The Geology of Indonesia, Martinus Nyhoff, The Haque, Nederland.
  4. Duda, W. H. (1976). Cement Data Book, ed-2 Mc. Domald dan Evans, London, 601 hal.
  5. Embry, A.F., Klovan, J.E.(1971), A late Devonian reef tract on northeastern Banks Island, Northwest Territories, Bulletin of Canadian Petroleum Geology.
  6. Gana, B.E., Prasetyadi, C., Triwibowo, B. (2012). Geologi dan Studi Facies Batugamping Bulu Daerah Jurangjero Kecamatan Jepon Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah. Skripsi. Program Studi Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta.
  7. Prasetya, Z. I. (2015). Keterdapatan Dolomit Pada Batugamping formasi bulu di desa Jurangjeru, Desa Gandu, Kabupaten Bogorejo, dan desa Kajar, desa Tegaldowo, Kec. Gunem, Provinsi Jawa Tengah. Thesis. Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta.
  8. Pringgoprawiro, H. (1983). Biostratigrafi Dan Paleogeografi Cekungan Jawa Timur Utara : Suatu Pendekatan Baru. Institut Teknologi Bandung.