Perbaikan Tanah Lempung Ekspansif Menggunakan Soda Api (NaOH)

DOI: https://doi.org/10.14710/teknik.v39i1.14945

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Telah diserahkan: 13-06-2017
Diterbitkan: 31-07-2018
Bagian: Artikel
Fulltext PDF Tell your colleagues Kirim email ke penulis
Tinggi rendahnya tingkat kembang dan susut tanah lempung ekspansif ditentukan oleh kandungan montmorillonite yang sering menimbulkan masalah pada bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa komposisi campuran soda api yang terbaik untuk memperbaiki sifat ekspansif tanah lempung. Penelitian ini menggunakan larutan soda api (NaOH) sebagai stabilisator dengan melalui  proses pemadatan Modified Proctor. Hasil terbaik diperoleh pada 25 x tumbukan, nilai dari indeks properties menunjukkan peningkatan, Uji UCS  menunjukkan penurunan, Uji CBR dengan perendaman 7 hari dengan campuran soda api 10% menunjukkan hasil yang terbaik, sedangkan nilai Tekanan Mengembang dan Potential Mengembang  mengalami penurunan yang signifikan.

Kata Kunci

lempung ekspansif; NaOH; modified proctor; swelling pressure; swelling potential;CBR

  1. Bambang Pardoyo 
    Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
  2. Sri Prabandiyani Retno Wardani 
    Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
  3. Windu Partono 
    Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Indonesia
  1. Alan, F. R., Jacqueline S. H., Lynn E. K., & Howard M. L., (2002). Measured Effects of Liquid Soil Stabilizers on Engineering Properties of Clay. Journal of the Transportation Research Board. 1787(1), 33-41. DOI:10.3141/1787-04•0.44
  2. American Society for Testing Material (1996). Standard Test Method for One - Dimension Swell or Settlement Potential of Soil, Annual Book of ASTM Standard, D 4546- 96, Vol 04,08, Philadelphia, 672 - 678
  3. Arabani, M., Haghi, A, K., Hashemi, S. A., Karami, M., Nikookar, M., & Bahari, M.,( 2012), Properties of Clayey Soils Stabilized by Liquid Ionic Stabilizer. 3rd International Conference on New Developments in Soil Mechanics and Geotechnical Engineering, 28-30 June 2012, North Cyprus: Near East University
  4. Das, B. M. (1998). Mekanika Tanah I: prinsip-prinsip rekayasa geoteknis. Jakarta: Erlangga
  5. Hardiyatmo, H.C., (2006). Mekanika Tanah I, edisi IV, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  6. Mochtar, I. B. (2000). Teknologi Perbaikan Tanah dan Alternatif Perencanaan pada tanah Bermasalah. Surabaya: Jurusan Teknik Sipil ITS
  7. Sarkar, S.L.,Herbert, E.B, & Scharlin, R.J.(1999). Injection Stabilization of Expansive Clay using Hydrogen Ion Echange Chemical. Diakses dari https://ascelibrary.org/doi/10.1061/40510%28287%2933 tanggal 13 Januari 2014
  8. Seed, H.B., Woodward R.J., & Lundberg, R. ( 1962). Prediction of Swelling Potential for Compacted Clays. Journal of the Soil Mechanics and Foundation, 88(3), 53-88
  9. Skempton, A. W. (1953) The Colloidal Activity of Clay. Diakses dari https://www.issmge.org/uploads/publications/1/42/1953_01_0014.pdf tanggal 13 Januari 2014
  10. Wardani, S.P.R., Hardiyati, S., Muhrozi, & Pramudono, B. (2015). Stabilisasi Tanah dengan mengguna-kan Larutan Asam Sulfat ( H2SO4) untuk Tanah Dasar di Daerah Godong - Purwodadi Kabupaten Grobogan. Laporan Akhir Penelitian. Fakultas Teknik Universitas Diponegoro