NASIONALISME DAN GERAKAN MULIH NJOWO, 1947 DAN 1954

Susanti Susanti
DOI: 10.14710/jscl.v1i2.12767

Abstract

This article concerns on nationalism that was within repatrian Suriname in 1947 and 1954. It was known as the "Mulih Njowo" Movement. The movement arouse due to various factors experienced by the contracted Javanese laborers in Suriname. One of those factors was nationalism. The existence of Javanese in Suriname was triggered by the policy of the Dutch Government, and as a process of diaspora. They migrated to a new place (Suriname), and interacted with the people there. However, they still had bonding emotion with Java. The movemnt’s participants felt close with their homeland, local traditions and also the official authorities in the region. It is found that Mulih Njowo Movement in 1947 and 1954 motivated by several factors; disappointment and discrimination from the Dutch Government; a hard life in Suriname; social status; unfair treatment by plantation overseer; stronger sense of nationalism; sense of belonging to Java Island which raises a yearning for the homeland, and a desire to build Indonesia as a new independent country.


Full Text: PDF

Keywords

nationalism, movement, diaspora.

References

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Bangsa Indonesia di Suriname Mohon Perhatian Repoeblik”, Kedaulatan Rakyat, 13 September 1946.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Kepolisian DIY kepada Kepolisian Negara Bagian PAM (Pengawasan Aliran Masyarakat): surat tentang orang-orang yang pulang dari Suriname” dalam Arsip Kepolisian Negara 1947-1949 No. 720.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Laporan Departemen Keuangan tertanggal 28 Januari 1948” dalam Algemeene Secretarie Templar No. 1031.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Laporan Perjalanan dalam Kapal Tabian oleh Kafiludi tertanggal 27 Oktober 1947” dalam Algemeene Secretarie Templar No. 1031.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Laporan tentang eks pekerja bangsa Indonesia asal Suriname yang diserahkan oleh Belanda, 20 Januari 1948” dalam Arsip Kepolisian Negara 1947-1949 No. 716.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Laporan tentang Warga Negara Indonesia di Suriname” dalam Arsip Kabinet Presiden RI 1950-1959 No. 617.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Mereka jang dari Suriname” dalam Berita ANTARA 8 Desember 1947.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Nota yang dibuat oleh Residen Batavia J.J. Engelberts tertanggal 22 Desember 1947” dalam Algemeene Secretarie Templar No. 1031.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Peraturan Belanda di Suriname Verkate Punale Sanctie? P.B. Parindra minta Perhatian Pemerintah” dalam Berita ANTARA 10 Desember 1954.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Ringkasan tentang Imigran dari Indonesia di Suriname yang dibuat oleh J.J. Engelberts tertanggal 21 Februari 1948” dalam Algemeene Secretarie Templar No. 1031.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Rombongan dari Suriname Menghadap Presiden” dalam Berita ANTARA 13 Desember 1947.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Surat Direktur Binnenland Bestuur H. van der Wal tertanggal 8 Februari 1947” dalam Algemeene Secretarie Templar No. 1031.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Surat Gubernur Suriname Brons tertanggal 17 Desember 1946” dalam Algemeene Secretarie Templar No. 1031.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Surat Gubernur Suriname Onleesbaar tertanggal 17 Mei 1947” dalam Algemeene Secretarie Templar No. 1031.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Surat Kepala Jawatan Imigrasi kepada Menteri Luar Negeri” tanggal 14 Agustus 1953.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Surat Minister van Overzeese Gebiedsdelen J.M. Kiveron tertanggal 3 Maret 1947” dalam Algemeene Secretarie Templar No. 1031.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Surat Sekretaris Gubernur Suriname tertanggal 22 September 1947” dalam Algemeene Secretarie Templar No. 1031.

Arsip Nasional Republik Indonesia. “Surat Sekretaris Gubernur Suriname tertanggal 9 September 1947” dalam Algemeene Secretarie Templar No. 1031.

Arsip Nasional Republik Indonesia. Harian Umum Nasional, 10 Februari 1954.

Arsip Nasional Republik Indonesia. Imam, Soedjahri, “Transmigrasi Biasa akan Terdjadi bagi 100.000 Djiwa untuk Tahun 1954”, Haluan, 9 Februari 1954.

Arsip Nasional Republik Indonesia. Wawancara dengan Antonius Dasimin Senawi pada 3 Desember 2008 (Khasanah Sejarah Lisan ANRI tentang Penelusuran Jejak Masyarakat Suriname di Indonesia).

Arsip Nasional Republik Indonesia. Wawancara dengan Ern Legiman pada 27 Januari 2009 (Khasanah Sejarah Lisan ANRI tentang Penelusuran Jejak Masyarakat Suriname di Indonesia).

Arsip Nasional Republik Indonesia. Wawancara dengan Sastro Amidjan pada 10 Februari 2009 (Khasanah Sejarah Lisan ANRI tentang Penelusuran Jejak Masyarakat Suriname di Indonesia).

Arsip Nasional Republik Indonesia. Wawancara dengan Sentot Durat pada 13 Februari 2009 (Khasanah Sejarah Lisan ANRI tentang Penelusuran Jejak Masyarakat Suriname di Indonesia).

Arsip Nasional Republik Indonesia. Wawancara dengan Stanley S. Kariodimedjo pada 4 Februari 2009 (Khasanah Sejarah Lisan ANRI tentang Penelusuran Jejak Masyarakat Suriname di Indonesia).

Arsip Nasional Republik Indonesia. Wawancara dengan Teguh Paimin Sastroprawiro pada 11 Desember 2008 (Khasanah Sejarah Lisan ANRI tentang Penelusuran Jejak Masyarakat Suriname di Indonesia).

Kuntowijoyo (1995). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogya karta: Bentang Budaya.

Kartodirdjo, Sartono (1982). Pemikiran dan Perkembangan Historiografi Indonesia: Suatu Alternatif. Jakarta: Gramedia.

Toon, Fey (2004). Suriname Switi Sranan. Amsterdam: KIT Publisher.

Gottschalk, Louis (1986). Mengerti Sejarah, Terje mahan Nugroho Notosusanto. Jakarta: UI Press.

Hardjo, S.M. (1989). Bunga Rampai Dari Suriname ke Tongar. Jakarta: Balai Pustaka.

Ismael, Yusuf (1955). Indonesia pada Pantai Lautan Atlantik. Djakarta: Perpustakaan Perguruan Kementrian P.P. dan K.

Sarmoedjie (2006). “Mengintip Sejarah Perjuangan Para Mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Asal Indonesia di Suriname”. Tidak Diterbitkan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.