Kajian Dispersi Panas Dampak Rencana Pembangunan PLTU Sampit-Kotawaringin Timur Propinsi Kalimantan Tengah

DOI: https://doi.org/10.14710/jil.16.1.86-97

Article Metrics: (Click on the Metric tab below to see the detail)

Article Info
Submitted: 29-12-2017
Published: 10-06-2018
Section: Research Article
Fulltext PDF Tell your colleagues Email the author

ABSTRAK

Saat ini untuk memenuhi kebutuhan energi listrik pemerintah mencanangkan program pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW. Salah satu implementasinya dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batubara seperti PLTU Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Propinsi Kalimantan Tengah. Permasalahan utama kegiatan PLTU adalah suhu air buangan yang jauh lebih tinggi dari suhu perairan di sekitarnya. Kenaikan suhu iniselain akan mengurangi efisiensi system pendinginan juga dapat membahayakan kehidupan aquatik. Untuk meminimalkan dampak perlu dilakukan pemodelan adveksi/dispersi panas sebelum dilakukan pembangunan PLTU. Dengan pemodelan ini akan diketahui sebaran panas buangan PLTU sehingga sejak awal dapat dilakukan upaya-upaya untuk mengurangi dampak negatif yang muncul. Selain itu model ini dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan lokasi intake dan outfall sistem air pendingin. Studi ini dilakukan dalam beberapa skenario dengan menggunakan perangkat lunak MIKE-21. Berdasarkan hasil pemodelan diketahui bahwapola arus di perairan sekitar PLTU Sampit lebih dipengaruhi pasang surut dan debit sungai dari hulu. Pada musim timur, suhu air pada lokasi intake cukup terpengaruh oleh suhu air bahang pada outfall khususnya ketika air laut pasang. Perubahan temperaturair pada intake berkisar antara 30,1 – 32 oC. Kenaikan tertinggi terjadi ketika air menuju pasang naik maksimum. Pada musim angin barat, suhu air pada lokasi intake hanya sedikit terpengaruh oleh suhu air bahang pada outfall, perubahan temperatur air pada intake hanya berkisar antara 29,99 – 30,1 oC. Kenaikan tertinggi terjadi ketika air menuju pasang naik maksimum. Resirkulasi air pendingin dengan intensitas cukup besar (+ 2oC) diprediksi terjadi saat air pasang. Hal ini dapat menjadi lebih parah bila debit sungai dari hulu berkurang yaitu ketika musim kemarau.

Kata kunci: dispersi panas, PLTU, air bahang, intake, outfall

ABSTRACT

Now to comply the electricity needs, government announced the construction of 10,000 MW power plant. One of its implementation by building Steam Power Plant (PLTU) with coal-fired power such as Sampit in the District of Eastern Kotawaringin, Province of Center of Kalimantan. The main problem of power plant activities is the waste water temperatures much higher than the temperature of the surrounding waters. The rise of temperature will not only reduce the efficiency of the cooling system but also be harmful to aquatic life. To minimize the impact needs to be done advection/dispersion modeling of heat water prior to the construction of the power plant. With this modeling will be known distribution of heat waste from power plant in 2-dimensional, so that can be done since the beginning of efforts to reduce the negative impacts that arise. In addition, this model can be used as a consideration in the determination of the location of the intake and outfall system cooling water. This study was conducted in several scenarios using software MIKE-21. Based on modeling results is known that the current pattern in the waters around the Sampit power plant is more affected by tidal and river flow from upstream. In east monsoon, the water temperature at the intake is quite affected by the heat water temperature at the outfall especially when high tides. Water temperatur changes in intake ranged from 30.1 to 32 oC. The highest increase occurred when the water toward the maximum high tide. In the west monsoon, the water temperature at intake only slightly affected by the heat water temperature on the outfall. Eater temperatur changes on the intake only ranged from 29.99 to 30.1°C. The highest increase occurred when the water toward the maximum high tide. Recirculation cooling water with considerable intensity (+ 2°C) could occur during high tide. It can be more severe if the river flow from upstream is reduced like as at the dry season.

Keywords: thermal dispersion, steam powerplant, heat waste water, intake, outfall

Citation: Wibowo, M., Hendriyono, W., Nugroho, S., Al Hakim, B., Velly Asvaliantina. V.  (2017). Kajian Dispersi Panas Dampak Rencana Pembangunan PLTU Sampit-Kotawaringin Timur Propinsi Kalimantan Tengah. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 86-97, doi:10.14710/jil.16.1.86-97

Keywords

thermal dispersion; steam powerplant; heat waste water; intake; outfall

  1. Mardi Wibowo  Orcid
    Balai Teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan Dinamika Pantai - BPPT, Indonesia
  2. Wahyu Hendriyono 
    Balai teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan DInamika Pantai-BPPT, Indonesia
  3. Sapto Nugroho 
    Balai teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan DInamika Pantai-BPPT
  4. Buddin Al Hakim 
    Balai teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan DInamika Pantai-BPPT
  5. Velly Asvaliantina 
    Balai teknologi Infrastruktur Pelabuhan dan DInamika Pantai-BPPT