skip to main content

Tinjauan Nilai Manfaat pada Pengelolaan Sampah Plastik Oleh Sektor Informal (Studi Kasus: Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan)

Universitas Diponegoro, Indonesia

Received: 11 Aug 2020; Published: 30 Nov 2020.
Editor(s): Sudarno Utomo

Citation Format:
Abstract

Penggunaan kembali material limbah dengan cara mendaur ulang merupakan salah satu cara efektif untuk menghindari pencemaran lingkungan dan mengurangi volume timbulannya di Tempat Pembuangan Akhir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi ekonomi kegiatan daur ulang sampah plastik oleh sektor informal di Kecamatan Purwodadi. Penelitian dilakukan melalui survei menggunakan kuesioner terhadap 29 pelaku daur ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi ekonomi yang terdapat dalam usaha daur ulang sampah plastik pada tiap tingkatan pelaku daur ulang berbeda-beda. Berdasarkan analisis kelayakan ekonomi menggunakan  nilai Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR),  dan  Internal Rate of Return (IRR) dapat disimpulkan bahwa usaha daur ulang tingkat penggiling layak secara ekonomi dengan nilai NPV Rp 923.395.260  (NPV > 1), nilai BCR 1,58 (BCR > 1), dan nilai IRR 56,82. Benefit (manfaat) dari implementasi program 3R sampah plastik pada sektor informal secara umum dapat digolongkan menjadi dua manfaat, yaitu manfaat langsung (direct benefit) dan manfaat tidak langsung (indirect benefit). Manfaat langsung (direct benefit) berupa keuntungan penjualan sampah plastik. Keuntungan bersih tiap jenis sampah plastik pada tingkat pemulung  antara Rp 500-Rp 2.600, tingkat bank sampah berkisar antara Rp 100-Rp 400, tingkat pengepul I berkisar antara Rp 91,67-Rp 391,67, tingkat pengepul II berkisar antara Rp 173,46-Rp 473,46, tingkat bandar berkisar antara Rp 186,94-Rp 686,94, dan tingkat penggiling berkisar antara Rp 136,23-Rp 1.136,32. Manfaat tidak langsung (indirect benefit) adanya pengelolaan sampah plastik oleh sektor informal yaitu tereduksinya sampah plastik di Kecamatan Purwodadi sebesar 10,08%.

ABSTRACT

Recycling of waste material is an effective way to eliminate environmental pollution and reduce the volume of its generation in landfills. This research purpose was to determine the economical potention of plastic waste recycling business by the informal sector in Purwodadi District. The research method by a questionnaire survey of 29 recycling actors. The results showed that the economical potention of the plastic waste recycling business at each level of the recycling actors was different. Based on the economic feasibility analysis using Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), and Internal Rate of Return (IRR), it can be concluded that recycling business at the grinder level is economically feasible with NPV value of Rp 923,395,260 (NPV> 1) , BCR value 1.58 (BCR> 1), and IRR value 56.82. The benefits of implementing the 3R plastic waste program in the informal sector can be classified into two benefits, there are direct benefit and indirect benefit. The direct benefit can be formed the profit from selling plastic waste. The net profit of each type of plastic waste at the scavenger level is about Rp 500-Rp 2,600, the level of waste bank about Rp 100-Rp 400, the level of collectors I about Rp 91.67-391.67, the level of collector II about  Rp 173.46-Rp 473.46, the level of dealer about Rp 186.94-Rp 686.94, and the grinder level about Rp 136.23-Rp 1,136.32. The indirect benefit of plastic waste management by the informal sector is the reduction of plastic waste in Purwodadi District for about 10.08%.

Fulltext View|Download
Keywords: Potensi ekonomi, Sampah plastik, Daur ulang, NPV, BCR, IRR

Article Metrics:

  1. Eco Scene. 1988. American Society of Plastik Industry. [Diakses 2019 Oktober 24]. Terdapat pada: http://ecoscene.info.yorku.ca/sustainabilityaccreditation/society-of-the-plastic-industry-symbols/
  2. Arinasandi, D. 2019. Peran Bank Sampah dalam Mengurangi Jumlah Sampah di Kota Semarang. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro
  3. Asia dan Arifin, M.Z. 2017. Dampak Sampah Plastik Bagi Ekosistem Laut. Buletin Matric 14(1): 44-48
  4. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. 2003. Pelatihan Teknologi Pengolahan Sampah Kota Secara Terpadu Menuju Zero Waste. Jakarta: Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan
  5. Bandan Standarisasi Nasional. 2002. SNI 19-2454-2002 tentang Tata Cara Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Perkotaan. Jakarta: Balitbang DPU
  6. Bolaane, B. 2006. Constraints to Promoting People Centred Approaches in Recycling. Habitat Internasional 30(4): 731-740
  7. Damanhuri, E., dan Padmi, T. 2010. Pengelolaan Sampah. Bandung: Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung
  8. Gitosudarmo, M.C., Indriyo., dan Basri. 1989. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi
  9. Gourmelon, G. 2015. Global Plastic Production Rises, Recycling Lages. Washington: World Watch Institute
  10. Handayani, D.S., Budisulistriorini, S.H., dan Nuraini, M.R. 2009. Kajian Nilai Ekonomi Penerapan Konsep Daur Ulang pada TPA Jatibarang Semarang. Jurnal Presipitasi 7(2): 35-44
  11. Hendiarti, N. 2018. Combating Marine Plastic Debris in Indonesia. Dipresentasikan pada Science to Enable and Empower Asia Pacific for SDGs (Jakarta, 30 Juli 2018)
  12. Ibrahim, Y. 2009. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: PT Rineka Cipta
  13. Jambeck, J.R., Geyer, R., et al. 2015. Plastic waste inputs from land into the ocean. Science 347(7): 68–71
  14. Japan International Cooperation Agency. 2003. Draft Naskah Akademis Rancangan Peraturan Perundang-Undangan Pengelolaan Sampah. Jakarta: Japan International Cooperation Agency
  15. Kementerian Lingkungan Hidup. 2007. Buku Pedoman Implementasi 3R Skala Kota. Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup
  16. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2017. Modul Kelayakan Ekonomi. Bandung: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
  17. Khotimah, H., dan Sutiono. 2014. Analisis Finansial Usaha Budidaya Bambu. Jurnal Ilmu Kehutanan 8(1): 14-24
  18. Kumar, S., Panda, A.K., dan Singh, R.K. 2011. A Review on Tertiary Recycling of High-Density Polyethylene to Fuel, Resources, Conservation and Recycling. Journal of Petroleum Engineering 55(11): 893-910
  19. Loung, N.D., Giang, H.M., et al. 2013. Challenges for Municipal Solid Waste Management Practices in Vietnam. Waste Technology 1(1): 6-9
  20. Morgan, S. 2009. Daur Ulang Sampah. Solo: Tiga Serangkai
  21. Nielsen, T.D., dan Horlmberg, J.S. 2019. Need a Bag? A review of public policies on plastic carrier bags where, how, and to what effect? Waste management 87(1): 428-440
  22. Nugroho, P. 2013. Panduan Membuat Kompos Cair. Jakarta: Pustaka baru Press
  23. Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Pengelolaan sampah
  24. Purwoko. 2012. Analisis Efektivitas Pengenaan Cukai atas Produk Kantong Plastik dan Dampaknya Terhadap Perekonomian. Kajian Ekonomi dan Keuangan 16(2): 77-106
  25. Reddy, P.J. 2011. Municipal Solid Waste Management Processing Energy Recovery Global Examples. The Netherlands: CRC Press
  26. Raihan, C., dan Damanhuri, T.P. 2009. Potensi Ekonomi Kegiatan Daur Ulang Sampah Tetrapak Kemasan Produk pada Sektor Informal di Kota Bandung. Bandung: Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung
  27. Rezagama, A., dan Budiharjo, A. 2017. Buku Ajar Ekonomi Lingkungan. Semarang: Universitas Diponegoro
  28. Rumanti, E.D. 2019. Potensi Ekonomi Daur Ulang Sampah Plastik pada Sektor Informal di Kota Semarang. Semarang: Universitas Diponegoro
  29. Septiani, B.A., Arianie, D.M., et al. 2019. Pengelolaan Sampah Plastik di Salatiga: Praktik dan Tantangan. Jurnal Ilmu Lingkungan 17(1): 90-99
  30. Surmalina, R., Sarianti, T., dan Karyadi, A. 2009. Studi Kelayakan Bisnis. Bogor: Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor
  31. Syahyunan. 2014. Studi Kelayakan Bisnis. Medan: Universitas Sumatra Utara Press
  32. Thompson, R.C., Moore, C.J., et al. 2009. Plastics, the Environment and Human Health: Current consensus and future trends. Pilosophical Transaction of The Royal Society 364(1526): 2153-2166
  33. United Nations Environment Programme. 2009. Converting Waste Plastics Into a Resource. Division of Technology. Osaka: Industry and Economics International Environmental Technology Centre
  34. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah
  35. Wilson, D.C., Araba, A.O., et al. 2008. Building Recycling Rates Through the Informal Sector. Waste Management 29(2009): 629-635

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.