skip to main content

Rekayasa Injeksi Air Hujan untuk Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Air Tanah di D.I. Yogyakarta dengan 3 Model Variasi Injeksi

1Department of Civil Engineering, Vocational School, Universitas Gadjah Mada, Jl. Yacaranda Sekip Unit IV, Bulaksumur, Blimbing Sari, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55281, Indonesia

2Master of Technology for Sustainable Development, Graduate School, Universitas Gadjah Mada, Jl. Teknika Utara, Pogung Kidul, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55284, Indonesia

3Doctoral Program in Environmental Science, Graduate School, Universitas Gadjah Mada, Jl. Teknika Utara, Pogung Kidul, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55284, Indonesia

Received: 17 Nov 2024; Revised: 11 Feb 2026; Accepted: 21 Feb 2026; Published: 15 Mar 2026.
Editor(s): Budi Warsito

Citation Format:
Abstract

Krisis air tanah di wilayah perkotaan semakin meningkat akibat perubahan iklim, peningkatan kebutuhan air, dan keterbatasan lahan resapan. Injeksi air hujan ke dalam sumur gali merupakan salah satu alternatif konservasi air tanah yang berpotensi diterapkan pada skala rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja hidrologis dan efisiensi injeksi air hujan melalui tiga model alat injeksi, yaitu model atap rendah, atap tinggi, dan model dengan tampungan. Penelitian dilakukan pada lima lokasi sumur gali masyarakat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Parameter utama yang dianalisis meliputi debit injeksi air hujan, luas atap bangunan, efisiensi injeksi per satuan luas atap, serta implikasinya terhadap stabilitas aliran dan konservasi akuifer dangkal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit injeksi air hujan berkisar antara 1,35–3,31 m³/jam dengan nilai rata-rata ±2,5 m³/jam. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa efisiensi injeksi yang dinormalisasi terhadap luas atap bangunan relatif homogen pada seluruh lokasi penelitian, yaitu sekitar 0,053 m³/jam/m², sehingga variasi debit injeksi absolut terutama dipengaruhi oleh luas bidang tangkapan hujan. Perbandingan antar model injeksi menunjukkan bahwa perbedaan kinerja utama tidak terletak pada efisiensi hidrologis, melainkan pada stabilitas aliran, pengendalian kualitas air, dan risiko gangguan akuifer. Penelitian ini menegaskan bahwa injeksi air hujan skala rumah tangga dapat berfungsi sebagai bentuk managed aquifer recharge berbasis komunitas yang efektif dan adaptif untuk kawasan permukiman perkotaan dengan keterbatasan lahan resapan.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  common.other
Untitled
Subject
Type Other
  Download (1MB)    Indexing metadata
Email colleagues
Keywords: injeksi air hujan; konservasi air tanah; sumur gali; efisiensi hidrologis; managed aquifer recharge

Article Metrics:

  1. Alam, R. Munna, G. Chowdhury, M.A.I. Sarkar, M.S.K.A. Ahmed, M. Rahman, M.T. Jesmin, F. dan Toimoor, M.A. 2012. Feasibility study of rainwater harvesting system in Sylhet City, Environmental Monitoring and Assessment. Vol 184 (1), 573 – 580
  2. Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2019. Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI). Jakarta: BNPB
  3. Badan Pusat Statistik. 2019. Statistik Air Bersih Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik
  4. Bappenas. 2019. Bahas Rapat Program 10 Juta Sambungan Air Minum dalam Rakor Kantor Wakil Presiden
  5. Dillon, P. Toze S. 2008. Managed aquifer recharge: rediscovering nature as a leading edge technology. Water Science & Technology, 62 (10), 2338-2345
  6. Eroksuz, E., dan Rahman, A. 2010. Rainwater tanks in multi-unit buildings: A case study for three Australian cities. Resources, Conservation and Recycling, 54(12), 1449-1452
  7. Gouldm J.E dan H.J McPherson. 1987. Bacteriological Quality of Rainwater in Roof and Groundwater Catchment System in Botswana, Water International, (12), 135-138
  8. Handia, Lubinga. 2005. Operational paper comparative study of rainwater quality in urban Zambia, Journal of Water Supply: Research and Technology (AQUA), Vol 54 (1), 55 – 64
  9. Ju Young Lee., Gippeum Bak., dan Mooyoung Han. 2011. Quality of roof-harvested rainwater--comparison of different roofing materials, Environmental Pollution, Vol 162, 422 – 429
  10. Lestari, F., Susanto, T., dan Kastamto. 2021. Pemanenan Air Hujan Sebagai Penyediaan Air Bersih Pada Era New Normal di Kelurahan Susunan Baru. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 4(2):427-434
  11. Maryono, A. 2016. Memanen Air Hujan (Rainwater Harvesting). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
  12. Maryono, A. dkk 2022. The effect of rainwater injection into dug wells on the changing of ground water level in Kusumanegara Region of Yogyakarta City. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science, 986 (2022), 012057
  13. Mori, Kiyotoka. 1999. Hidrologi untuk Pengairan. Jakarta: PT. Pradnya Paramita
  14. Nolde, E. 2007. Possibilities of rainwater utilisation in densely populated areas including precipitation runoffs from traffic surfaces. Desalination, 215(1), 1-11
  15. Purwanto, E. K. 2020. Pembangunan Akses Air Bersih Pasca Krisis Covid-19. The Indonesia Journal Of Development Planning IV (2):207-214
  16. Raksanagara, Ardini S., Ayu M. S., Sari., Yusnita, S. I. 2017. Faktor Yang Memengaruhi Perilaku Penggunaan Air Bersih Pada Masyarakat Kumuh Perkotaan Berdasar Atas Integrated Behavior Model. MKB 49(2)
  17. Sembada, P. T. S., & Maryono, A. (2020). Evaluasi Pola Fluktuasi Air Tanah dengan Metode Injeksi Air Hujan untuk Peningkatan Kuantitas dan Perbaikan Kualitas Aquifer di Kawasan Perkotaan Studi Kasus Permukiman di Jalan Kusumanegara Kota Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada
  18. Usmar. 2006. Tinjauan Hidrologi Laporan Tugas Akhir Pemanfaatan Air Tanah Untuk Memenuhi Air Irigasi Di Kabupaten Kudus Jawa Tengah. Laporan Tugas Akhir
  19. Zaizen, M., Urakawa, T., Matsumoto, Y., & Takai, H. (2000). The collection of rainwater from dome stadiums in Japan. Urban water. 1(4), 355-359

Last update:

No citation recorded.

Last update: 2026-06-02 14:35:17

No citation recorded.