1Department of Civil Engineering, Vocational School, Universitas Gadjah Mada, Jl. Yacaranda Sekip Unit IV, Bulaksumur, Blimbing Sari, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55281, Indonesia
2Master of Technology for Sustainable Development, Graduate School, Universitas Gadjah Mada, Jl. Teknika Utara, Pogung Kidul, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55284, Indonesia
3Doctoral Program in Environmental Science, Graduate School, Universitas Gadjah Mada, Jl. Teknika Utara, Pogung Kidul, Sinduadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia 55284, Indonesia
BibTex Citation Data :
@article{JIL68224, author = {Agus Maryono and Pratama Sembada and Agus Prasetya and Muhammad Sulaiman}, title = {Rekayasa Injeksi Air Hujan untuk Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Air Tanah di D.I. Yogyakarta dengan 3 Model Variasi Injeksi}, journal = {Jurnal Ilmu Lingkungan}, volume = {23}, number = {6}, year = {2026}, keywords = {injeksi air hujan; konservasi air tanah; sumur gali; efisiensi hidrologis; managed aquifer recharge}, abstract = { Krisis air tanah di wilayah perkotaan semakin meningkat akibat perubahan iklim, peningkatan kebutuhan air, dan keterbatasan lahan resapan. Injeksi air hujan ke dalam sumur gali merupakan salah satu alternatif konservasi air tanah yang berpotensi diterapkan pada skala rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja hidrologis dan efisiensi injeksi air hujan melalui tiga model alat injeksi, yaitu model atap rendah, atap tinggi, dan model dengan tampungan. Penelitian dilakukan pada lima lokasi sumur gali masyarakat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Parameter utama yang dianalisis meliputi debit injeksi air hujan, luas atap bangunan, efisiensi injeksi per satuan luas atap, serta implikasinya terhadap stabilitas aliran dan konservasi akuifer dangkal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit injeksi air hujan berkisar antara 1,35–3,31 m³/jam dengan nilai rata-rata ±2,5 m³/jam. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa efisiensi injeksi yang dinormalisasi terhadap luas atap bangunan relatif homogen pada seluruh lokasi penelitian, yaitu sekitar 0,053 m³/jam/m², sehingga variasi debit injeksi absolut terutama dipengaruhi oleh luas bidang tangkapan hujan. Perbandingan antar model injeksi menunjukkan bahwa perbedaan kinerja utama tidak terletak pada efisiensi hidrologis, melainkan pada stabilitas aliran, pengendalian kualitas air, dan risiko gangguan akuifer. Penelitian ini menegaskan bahwa injeksi air hujan skala rumah tangga dapat berfungsi sebagai bentuk managed aquifer recharge berbasis komunitas yang efektif dan adaptif untuk kawasan permukiman perkotaan dengan keterbatasan lahan resapan. }, pages = {1602--1610} doi = {10.14710/jil.23.6.%p}, url = {https://ejournal.undip.ac.id/index.php/ilmulingkungan/article/view/68224} }
Refworks Citation Data :
Krisis air tanah di wilayah perkotaan semakin meningkat akibat perubahan iklim, peningkatan kebutuhan air, dan keterbatasan lahan resapan. Injeksi air hujan ke dalam sumur gali merupakan salah satu alternatif konservasi air tanah yang berpotensi diterapkan pada skala rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja hidrologis dan efisiensi injeksi air hujan melalui tiga model alat injeksi, yaitu model atap rendah, atap tinggi, dan model dengan tampungan. Penelitian dilakukan pada lima lokasi sumur gali masyarakat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Parameter utama yang dianalisis meliputi debit injeksi air hujan, luas atap bangunan, efisiensi injeksi per satuan luas atap, serta implikasinya terhadap stabilitas aliran dan konservasi akuifer dangkal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit injeksi air hujan berkisar antara 1,35–3,31 m³/jam dengan nilai rata-rata ±2,5 m³/jam. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa efisiensi injeksi yang dinormalisasi terhadap luas atap bangunan relatif homogen pada seluruh lokasi penelitian, yaitu sekitar 0,053 m³/jam/m², sehingga variasi debit injeksi absolut terutama dipengaruhi oleh luas bidang tangkapan hujan. Perbandingan antar model injeksi menunjukkan bahwa perbedaan kinerja utama tidak terletak pada efisiensi hidrologis, melainkan pada stabilitas aliran, pengendalian kualitas air, dan risiko gangguan akuifer. Penelitian ini menegaskan bahwa injeksi air hujan skala rumah tangga dapat berfungsi sebagai bentuk managed aquifer recharge berbasis komunitas yang efektif dan adaptif untuk kawasan permukiman perkotaan dengan keterbatasan lahan resapan.
Note: This article has supplementary file(s).
Article Metrics:
Last update:
Last update: 2026-06-02 14:35:17
View My Stats
JURNAL ILMU LINGKUNGAN ISSN:1829-8907 by Graduate Program of Environmental Studies, School of Postgraduate Studies is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. Based on a work at www.undip.ac.id.