Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Migrasi Kateter Epidural

*Heri Dwi Purnomo -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Univeritas Sebelas Maret/ RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Indonesia
Rio Rusman -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Univeritas Sebelas Maret/ RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Indonesia
Published: 1 Nov 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Tinjauan Pustaka
Language: ID
Full Text:
Statistics: 362 1275
Abstract

Epidural kontinyu saat ini merupakan salah satu satu tekhnik regional anestesia yang mulai sering digunakan dalam praktek anesthesia sehari-hari. Dapat digunakan untuk anestesia tunggal dalam pembedahan, adjuvan anestesia umum, manajemen nyeri paska operasi serta menajemen nyeri kronis pada pasien keganasan. 

Salah satu permasalahan yang banyak dihadapi pada prosedur epidural kontinyu adalah kejadian migrasi kateter epidural keluar dari ruang epidural. Kateter pada awalnya telah berada di rongga epidural dan telah dikonfirmasi dengan teknik Loss of Resistence (LOR), hanging drop, ataupun dengan bantuan ultrasonografi. Karena pengaruh berbagai faktor, kateter epidural dapat berpindah dari tempat yang seharusnya. Hal ini tentu saja dapat mempengaruhi efektivitas anestesia dari epidural itu sendiri, serta dapat berakibat fatal bila obat lokal anestesi dalam jumlah tertentu masuk ke ruang lainnya melalui kateter yang telah bergeser ke ruang subarachnoid, intravaskuler, atau ruang subdural.

Berbagai penyebab terjadinya migrasi kateter antara lain karena adanya perubahan posisi waktu pemasangan maupun aktifitas pasien, meningkatnya tekanan ruang epidural Oleh karena itu penting bagi seorang anestesiologi untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang bisa meningkatkan resiko migrasi kateter epidural dan bagaimana cara mencegahnya serta mengatasi komplikasi yang mungkin timbul.

 

Keywords
epidural kontinyu; migrasi kateter; ruang subarachnoid

Article Metrics:

  1. Burn, S.M., Cowan, C.M., Barclays P.M. dan Wilkes, R.G. 2001. Intrapartum epidural catheter migration: a comparative study of three dressing applications. British Journal of Anaesthesia, vol. 86, no. 4, hlm. 565-567
  2. Hamilton, C.L., Riley, E.T., dan Cohen, S.E. 1997. Changes in the position of epidural catheters associated with patient movement. Anesthesiology, vol. 86, no. 4, hlm. 778-784
  3. Shon, Y.J., Bae, S.K., Park, J.W., Kim, I.N., dan Huh, J. 2017. Partial displacement of epidural catheter after patient position change: Acase report. Journal of Clinical Anesthesia, vol. 37, hlm. 17-20
  4. Madhusudan, M., Rao, M.H., Mohsin, K., Nagabhushanam, S.R.A., Brinda, K., dan Aparna, B. 2016. Case Report:Post-operative epidural catheter migration into subarachnoid space resulting in near total collapse of patient. J Clin Sci Res, hlm. 242-245
  5. Raghupatruni, V., dan Ganesh, K.S. 2015. Accidental Migration of Epidural Catheter into Subarachnoid Space: A Case Report. International Journal of Scientifi c Study, vol. 3, no.5, hlm. 200-201
  6. Jeon, J., Lee, I.H., Yoon, H.J., Kim, M.G., dan Lee, P.M. 2013. Intravascular migration of a previously functioning epidural catheter. Korean Journal of Anaesthesiology, vol. 64, no. 6, hlm. 556-557
  7. Gulcu, N., Karaaslan, K., Kocoglu, H., dan Gumus, H. 2007. new method for epidural catheter fixation. Agri, vol. 19, no. 2, hlm. 33-37
  8. Sharma, A., Paras, S.K., Tejvath, K., dan Ramachandran, G. 2016. Epidural catheter fi xation. A comparison of subcutaneous tunneling versus device fixation technique. Journal of Anaesthesiology Clinical Pharmacology,vol. 32, no.1, hlm. 65-8