Akurasi Diagnostik Prokalsitonin Sebagai Penanda Serologis Untuk Membedakan Antara Sepsis Bakterial dan Sepsis Virus

*Syafri Kamsul Arif -  Bagian Anestesiologi, Perawatan Intensif dan Manajemen Nyeri, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia
A. Muh. Farid Wahyuddin -  Bagian Anestesiologi, Perawatan Intensif dan Manajemen Nyeri, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia
A. Muh Takdir Musba -  Bagian Anestesiologi, Perawatan Intensif dan Manajemen Nyeri, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin Makassar, Indonesia
Published: 1 Nov 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 496 964
Abstract

Prokalsitonin merupakan penandadiagnostik yang baik pada sepsis khususnya sepsis yang disebabkan oleh bakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui sensitivitas, spesifisitas dan akurasi diagnostik prokalsitonin sebagai penandaserologis untuk membedakan antara sepsis bakterial dan virus pada pasien yang dirawat di Intensive Care Unit  (ICU) dan Infection Center (IC) RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder rekam medik pasien sepsis yang dirawat di ICU dan IC RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, periode 1 Januari 2014 sampai dengan 31 Agustus 2016. Data tersebut dianalisa dengan uji T IndependentMann Whitney and Chi-Square dimana terdapat 80 sampel yang memenuhi kriteria inklusi.Dari penelitian ini, terdapat perbedaan yang signifikan dari kadarprokalsitonin antara sepsis bacterial(60.89 ± 73.651 ng/ml) dan sepsis virus (1.12 ± 0.622 ng/ml). Berdasarkan analisis Receiver Operating Characteristic (ROC), area Under the Curve (AUC) dari prokalsitonin adalah 0.841 dengan interval 0.758–0.925 dan signifikansi 95%. Kadar ambang diagnostik terbaik prokalsitonin yang didapatkan pada penelitian ini adalah 1.60 sebagai cut off point (sensitivitas: 82,4%, spesifisitas: 65,2% dan akurasi: 88,7%) untuk membedakan sepsis bakterial dengan sepsis virus. Prokalsitonin memiliki sensitivitas, spesifisitas dan akurasi diagnostik yang baik sebagai pembeda anatar seosis bakterial dan sepsis virus.

Keywords
akurasi; Bakteri; diagnostic; procalcitonin; sepsis; virab

Article Metrics:

  1. Ahmadinejadet al. (2009).Evaluation of Serum Procalcitonin in Patients with Systemic Inflamatory Response Syndrome with and Without Infection.Acta Medica Iranica. 47 (5):583-8
  2. Dellinger et al. (2012).Surviving Sepsis Campaign:International Guidelines for Management of Severe Sepsis and Septic Shock. Crit Care Med J. 39:165-228
  3. Frisca.(2012). Faktor yang Berhubungan dengan Hasil Tes Prokalsitonin pada Sepsis.UNS Press.44-50
  4. Husadadkk.(2012). Akurasi Diagnostik Prokalsitonin Sebagai PetandaSerologis untuk Membedakan Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus pada Anak.Sari Pediatrik. 13(5):316-23
  5. Irwan. (2012). Korelasi Kadar Laktat Darah dan C-Reactive Protein terhadap Disfungsi Multipel yang diukur dengan Skor SOFA pada Pasien Sepsis yang Dirawat di ICU. Makassar: Universitas Hasanuddin.
  6. Iwashynaet al. (2012).Population burden of long-term survivorship after severe sepsis in olderAmericans.J Am Geriatr Soc.60(6):1070-7
  7. Khoshdellet al. (2008).Sensitivity and Specificity of Procalcitonin in Diagnosis of Neonatal Sepsis. Iranian J of Path. 3(4):203-7
  8. Paramythiotis et al. (2009). Biomarker and Physiological Agents in Severe Sepsis and Septic Shock. In : Severe Sepsis and Septic Shock-Understanding a Serious Killer. Greece: University Hospital Thessaloniki
  9. Rajab. (2012). Hubungan Kadar Laktat dengan Disfungsi Organ Multipel pada Pasien Sepsis di Makassar. Makassar: Universitas Hasanuddin.
  10. Ryan. (2010). Examination of The Blood. In Williams Hematology. 8th Ed. Amazon: McGraw-Hill Medical
  11. Silva&Nizet.(2009). Cell Death During Sepsis:Integration of Disintegration in the Inflamatory Re+
  12. Sponse to Overwhelming Infection. Apoptosis. 14:509-21
  13. Singer et al. (2016).The Third International Consensus Definitions for Sepsis and Septic Shock.JAMA. 315(8):801-10.
  14. Sunarmiasih.(2013). Diagnosis sepsis. Majalah Kedokteran Terapi Intensif. 3(3):19-20
  15. Vincent. (2008). Clinical Sepsis and Septic Shock-Defenition, Diagnosis and Management Principles.Langenbecks Arch Surg. 393(6):817-24