Korelasi Kadar Prokalsitonin dan Jumlah Eosinofil pada Pasien Sepsis di Ruang Intensive Care Unit RSUD Dr. Saiful Anwar, Malang

*Ruddi Hartono  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif; Fakultas Kedokteran; Universitas Brawijaya/ RSUD Dr. Saiful Anwar; Malang, Indonesia
Karmini Yupono  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif; Fakultas Kedokteran; Universitas Brawijaya/ RSUD Dr. Saiful Anwar; Malang, Indonesia
Yana Agung Satriasa  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif; Fakultas Kedokteran; Universitas Brawijaya/ RSUD Dr. Saiful Anwar; Malang, Indonesia
Arie Zainul Fatoni  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif; Fakultas Kedokteran; Universitas Brawijaya/ RSUD Dr. Saiful Anwar; Malang, Indonesia
Published: 1 Mar 2020.
DOI: https://doi.org/10.14710/jai.v12i1.25713 View
Etik
Subject
Type Research Instrument
  Download (564KB)    Indexing metadata
Tabel dan Gambar
Subject
Type Research Instrument
  Download (19KB)    Indexing metadata
Copyright transfer agreement
Subject
Type Research Instrument
  Download (14KB)    Indexing metadata
Open Access
Citation Format:
Abstract

Latar Belakang: Sepsis merupakan suatu kondisi di mana terjadi ketidak seimbangan sistem pertahanan tubuh ketika terjadi infeksi. Prokalsitonin merupakan parameter baru yang  berperan penting dalam diagnosis klinis sepsis dan merupakan parameter yang paling akurat. Eosinopenia diketahui sebagai respons inflamasi tipe akut sehingga dapat digunakan sebagai salah satu penanda diagnosis sepsis.

Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kadar prokalsitonin dengan jumlah eosinofil pada pasien sepsis.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional analitik untuk mengkaji hubungan antara prokalsitonin dengan jumlah eosinofil pada pasien sepsis yang dirawat di intensive care unit (ICU) RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini menggunakan data rekam medis 74 pasien sepsis yang diperiksa kadar prokalsitonin dan jumlah eosinofil. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi Spearman (p<0.05) menggunakan software SPSS 16.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan jika ada korelasi yang kuat antara kadar prokalsitonin dan jumlah eosinofil (p= 0.000) dengan koefisien korelasi -0.610. Penderita sepsis memiliki kadar prokalsitonin yang berbanding terbalik dengan jumlah eosinofil.

Kesimpulan: Eosinofil dibuktikan memiliki korelasi yang kuat dengan prokalsitonin. Eosinofil berpotensi menjadi alternatif biomarker diagnosis sepsis pada fasilitas kesehatan yang tidak memiliki fasilitas pemeriksaan kadar prokalsitonin.

Note: This article has supplementary file(s).

Keywords: biomarker sepsis; eosinofil; intensive care unit; prokalsitonin; sepsis

Article Metrics:

  1. Tannehill D. Treating Severe Sepsis & Septic Shock in 2012. J Blood Disord Transfus. 2013;01:2-7
  2. Sodik DC, Pradipta IS, Lestari K. Manajemen Terapi Sepsis. Students e-Journal. 2012; 1(1): 38
  3. Faix JD. Critical Reviews in Clinical Laboratory Sciences Biomarkers of sepsis Biomarkers of sepsis*. Crit Rev Clin Lab Sci. 2013; 50 (501): 23-36
  4. Arkader R, Troster EJ, Lopes MR, et al. Procalcitonin does discriminate between sepsis and systemic inflammatory response syndrome. Arch Dis Child. 2006; 91 (2): 117-120
  5. Ljungström L, Pernestig AK, Jacobsson G, Andersson R, Usener B, Tilevik D. Diagnostic accuracy of procalcitonin, neutrophil-lymphocyte count ratio, C-reactive protein, and lactate in patients with suspected bacterial sepsis. PLoS One. 2017; 12 (7): 1-17
  6. Davido B, Makhloufi S, Matt M, et al. Changes in eosinophil count during bacterial infection: revisiting an old marker to assess the efficacy of antimicrobial therapy. Int J Infect Dis. 2017; 61: 62-66
  7. Wen T, Rothenberg E. The Regulatory Function of Eosinophils. Microbiol Spectr. 2016; 4 (5): 1-19
  8. Dellinger RP, Levy MM, Rhodes A, et al. Campanha de sobrevivência à sepse: Diretrizes internacionais para tratamento de sepse grave e choque séptico: 2012. Crit Care Med. 2013; 41 (2): 580-637
  9. Barnato AE, Alexander SL, Linde-Zwirble WT, Angus DC. Racial variation in the incidence, care, and outcomes of severe sepsis: Analysis of population, patient, and hospital characteristics. Am J Respir Crit Care Med. 2008; 177 (3): 279-284
  10. Vijayan AL, Ravindran S, Saikant R, Lakshmi S, Kartik R, Manoj G. Procalcitonin: A promising diagnostic marker for sepsis and antibiotic therapy. J Intensive Care. 2017; 5 (1): 1-7
  11. Samsudin I, Vasikaran SD. Clinical utility and measurement of procalcitonin. Clin Biochem Rev. 2017; 38 (2): 59-68
  12. Nakamura M, Kono R, Nomura S, Utsunomiya H. Procalcitonin : Mysterious Protein in Sepsis. J Basic Clin Med. 2013; 2 (15): 3-7
  13. Lee H. Procalcitonin as a biomarker of infectious diseases. Korean J Intern Med. 2013; 28 (3): 285-291
  14. Schuetz P, Albrich W, Mueller B. Procalcitonin for diagnosis of infection and guide to antibiotic decisions: Past, present and future. BMC Med. 2011; 9 (1): 107
  15. Cleland D, Eranki A. Procalcitonin. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539794/. Diakses pada 15 Agustus 2019
  16. Abidi K, Khoudri I, Belayachi J, et al. Eosinopenia is a reliable marker of sepsis on admission to medical intensive care units. Crit Care. 2008; 12 (2): 1-10
  17. Uhm TG, Kim BS, Chung Y. Eosinophil development, regulation of eosinophil-specific genes, and role of eosinophils in the pathogenesis of asthma. Allergy, Asthma Immunol Res. 2012; 4 (2): 68-79
  18. Davoine F, Lacy P. Eosinophil cytokines, chemokines, and growth factors: Emerging roles in immunity. Front Immunol. 2014; 5: 1-17
  19. Alkholi UM, Abd Al-Monem N, Abd El-Azim AA, Sultan MH. Serum procalcitonin in viral and bacterial meningitis. J Glob Infect Dis. 2011; 3 (1): 14-18
  20. Gupta S, Jaswani P, Sharma RK, et al. Procalcitonin as a diagnostic biomarker of sepsis: A tertiary care centre experience. J Infect Public Health. 2019; 12 (3): 323-329

Last update: 2021-02-25 19:02:14

No citation recorded.

Last update: 2021-02-25 19:02:15

No citation recorded.