skip to main content

Lama Perawatan dan Skor Nyeri Pascaoperasi pada Pasien Kraniotomi Elektif dengan Protokol Enhanced Recovery after Surgery (ERAS): Laporan Kasus Berbasis Bukti

*Riyadh Firdaus  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia
Novi Jamilah  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia
Moch Yasin Friansyah  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia
Sandy Theresia  -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia

Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Kraniotomi merupakan salah satu tindakan bedah saraf dengan insidensi nyeri pascaoperasi yang tinggi. Kraniotomi menimbulkan nyeri yang berat pada 90% pasien dengan kejadian tersering dalam 48 jam setelah dilakukan tindakan dan 30% diantaranya mengalami nyeri kepala kronik. Oleh karena itu, dibutuhkan manajemen perioperatif yang adekuat untuk meningkatkan pemulihan pasien pascaoperasi, salah satunya dengan penerapan protokol enhanced recovery after surgery (ERAS).

Tujuan: Mengetahui pengaruh protokol ERAS terhadap lama perawatan dan skor nyeri pascaoperasi pada pasien yang menjalani kraniotomi elektif.

Metode: Pencarian literatur dilakukan pada 5 pusat data yaitu PubMed, Cochrane, Proquest, Scopus, dan Science Direct dengan menggunakan kata kunci enhanced recovery after surgery (ERAS), craniotomy, length of stay, dan pain scale. Artikel terpilih dilakukan telaah kritis menggunakan formulir dari Oxford Centre for Evidence-Based Medicine.  

Hasil: Berdasarkan 3 artikel terpilih, yaitu 2 studi randomized control trial (RCT) dan 1 studi prospektif non-RCT, didapatkan bahwa protokol ERAS dapat menurunkan lama perawatan dan skor nyeri pascaoperasi pada pasien kraniotomi elektif. Studi pertama menyatakan bahwa terdapat perbedaan siginifikan lama perawatan di intensive care unit (ICU) pada kelompok ERAS dengan nilai absolute risk reduction (ARR) = 25,02 dan number needed to treat (NNT) = 4 (p = 0,003; 95% CI 2,1 - 51,2). Studi kedua menyatakan bahwa terdapat perbedaan skor nyeri yang bermakna antara kelompok ERAS dan konvensional dengan nilai p < 0,0001 dan 95% CI 3,51–15,99. Studi ketiga menyatakan terdapat penurunan total lama hari perawatan dengan median 13 hari pada kelompok konvensional dibandingkan 10 hari pada kelompok ERAS (p = 0,004).

Kesimpulan: Penerapan protokol ERAS terbukti efektif dalam menurunkan lama perawatan dan skor nyeri pascaoperasi pada pasien yang menjalani kraniotomi elektif. Namun dibutuhkan penelitian multisenter dengan jumlah subjek penelitian yang lebih banyak untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan penerapan protokol ERAS pada kraniotomi.

Note: This article has supplementary file(s).

Fulltext View|Download |  common.other
Untitled
Subject
Type Other
  Download (B)    Indexing metadata
 Research Instrument
Introduction pages
Subject
Type Research Instrument
  Download (14KB)    Indexing metadata
 common.other
Copyright Transfer Agreement
Subject
Type Other
  Download (133KB)    Indexing metadata
Keywords: elektif; enhanced recovery after surgery (ERAS); kraniotomi; lama perawatan; skor nyeri pascaoperasi

Article Metrics:

  1. Thomas RJF, Jesus OD. Craniotomy [Internet]. Treasure Island: StatPearls Publishing; 2021 [cited 2021 Oct 17]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560922/
  2. Vacas S, Wiele BV. Designing a pain management protocol for craniotomy: a narrative review and consideration of promising practices. Surg Neurol Int. 2017;8:291
  3. Qu L, Liu B, Zhang H, Sankey EW, Chai W, Wang B, dkk. Management of postoperative pain after elective craniotomy: a prospective randomized controlled trial of a neurosurgical enhanced recovery after surgery (ERAS) program. Int J Med Sci. 2020;17:1541-9
  4. Ljungqvist O. Enhanced recovery after surgery and the ERAS society. Int J Pancreatol. 2019(2);3:65-8
  5. Hani U, Bakhshi, Shamim MS. Enchanced recovery after elective craniotomy for brain tumours. J Pak Med Assoc. 2019(69);5:749-51
  6. Dasenbrock HH, Liu KX, Devine CA, Chavakula V, Smith TR, Gormley WB, dkk. Length of hospital stay after craniotomy for tumor: a national surgical quality improvement program analysis. Neurosurg Focus. 2015(39);6:1-17
  7. Ljungqvist O, Scott M, Fearon KC. Enhanced recovery after surgery. JAMA surg. 2017(152);3:292-8
  8. Hagan KB, Bhavsar S, Raza SM, Arnold B, Arunkumar R, Dang A, dkk. Enhanced recovery after surgery for oncological craniotomies. J Clin Neurosci 2016;24:10 6
  9. Stumpo V, Staartjes V, Quddusi A, Corniola MV, Tessitore E, Schroder ML, dkk. Enhanced recovery after surgery strategies for craniotomy: a systematic review. J Neurosurg. 2021;7:1-23
  10. Nelson G, Kiyang LN, Crumley ET. Implementation of Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) across a provincial healthcare system: the ERAS Alberta colorectal surgery experience. World J Surg. 2016;40(5):1092-103
  11. Neville A, Lee L, Antonescu I, et al. Systematic review of outcomes used to evaluate enhanced recovery after surgery. Br J Surg. 2014;101(3):159-70
  12. Savaridas T, Serrano-Pedraza I, Khan SK, Martin K, Malviya A, Reed MR. Reduced medium-term mortality following primary total hip and knee arthroplasty with an enhanced recovery program: a study of 4,500 consecutive procedures. Acta Orthop. 2013;84(1):40-3
  13. Khuri SF, Henderson WG, DePalma RG, Mosca C, Healey NA, Kumbhani DJ. Participants in the VA National Surgical Quality Improvement Program. Determinants of long-term survival after major surgery and the adverse effect of postoperative complications. Ann Surg. 2005;242(3):326-41
  14. Vonlanthen R, Slankamenac K, Breitenstein S. The impact of complications on costs of major surgical procedures: a cost analysis of 1200 patients. Ann Surg. 2011;254(6):907-13
  15. Gustafsson UO, Oppelstrup H, Thorell A, Nygren J, Ljungqvist O. Adherence to the ERAS-protocol is associated with 5-year survival after colorectal cancer surgery: a retrospective cohort study. World J Surg. 2016;40(7):1741-7

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.