Perbedaan Pengaruh Pemberian Infus HES Dengan Berat Molekul 40 kD dan 200 kD Terhadap Plasma Prothrombin Time dan Partial Thromboplastin Time Kajian Pada Pasien Dengan Perdarahan Sampai 20% Estimated Blood Volume

*Hari Hendriarto Satoto  -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, Indonesia
Ery Leksana  -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, Indonesia
Uripno Budiono  -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, Indonesia
Published: 1 Mar 2009.
Open Access
Citation Format:
Abstract

Latar belakang: Pasien dengan operasi besar yang beresiko terjadi perdarahan semakin meningkat setiap tahun. HES dengan berat molekul besar mempertahankan hemodinamik lebih baik tetapi mengganggu faktor koagulasi. Pemeriksaan PT dan PTT dilakukan untuk memeriksa pengaruh HES pada koagulasi.

Tujuan: Membuktikan pemanjangan PT dan PTT pada pemberian larutan HES 40 kD dan HES 200 kD terhadap pasien yang menjalani operasi dengan pendarahan sampai 20% EBV.

Metode: Dilakukan penelitian eksperimental pada 46 pasien dengna desain “Single Blind Randomized Clinical Trial”. Kelompok penelitian dibagi menjadi 2 kelompok secara acak, masing-masing 23 pasien. Pasien diambil sampel PT dan PTT pre operasi. Pasien diinduksi dengan thiopentone 5 mg/kgBB, atracurium besilat 0,5 mg/kgBB, pemeliharaan anestesi dengan isofluran, tramadol sebagai analgetik dan ditambahakan atracurium bila perlu. Sebagai cairan rumatan anestesi, kelompok I (HES 40 kD) dan kelompok II (HES 200 kD) sebagai pengganti kehilangan darah. 15 menit dan 4 jam setelah pemberian perlakuan dilakukan pemeriksaan PT dan PTT. Analisis data statistik menggunakan SPSS 11,5 for windows.

Hasil: Dari hasil penelitian, pemberian ES 200 kD memperpanjang PTT dari preoperasi (29,72 ± 1,70) menjadi (32,69 ± 0,77) dan PT dari preoperasi (12,85 ± 0,86) menjadi (13,31 ± 0,73). Pada HES 40 kD didapatkan pemanjangan PTT dari preoperasi (29,89 ± 1,47) menjadi (34,10 ± 1,30). Analisis statistik antara PTT kelompok HES 40 kD dan 200 kD menunjukkan hasil berbeda bermakna dengan nilai p = 0.009 (p<0.05).

Simpulan: Pemberian HES 200 kD memperpanjang PT dan PTT lebih besar dari p ada HES 40 kD.

Keywords: HES; prothrombin time; partial thromboplastin time

Article Metrics:

  1. Canada Health Ministry. Annual Report 2001-2002. Saskatchewan : Saskatchewan Government; 2002
  2. Hoobs G. Complication During Anesthesia. In ; Aitkenhead AR, Rowbotham DJ, Smith G, eds. Textbook of Anesthsia. 4th Ed. London : Elsevier Science Limited; 2001. P. 501-24
  3. Soenarjo. Resusitasi Cairan. In : Soenarjo, Riwanto I, eds. Penanganan Penderita Gwat Darurat. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro; 2000; p 42-7
  4. Morgan GE. Fluid Management & Transfusion. In : Morgn GE, Mikhael MS, Murray MJ, eds. Clinical Anesthesiology. 4th Ed. Nem York : Mc Graw Hill Companies; 2006. P 690-707
  5. Prough DS, Wolf SW, Funston S, Svensen CH. Acid Base, Fluids, and Electrolytes. In : Barash PG, Cullen BF, Stoelting RK, eds. Clinical Anesthesia 5th Ed. Philadelphia:Lippincott Williams & Wilkins; 2006. P 175-207
  6. Stoelting RK, Miller Rdeds. Basics of Anesthesia. 4th Ed. Philadelphia : Churchill Livingstone; 2006. P 233-46
  7. Hall BA, Frigas E, Matesic D, Gillet MD, Sprung J. Case Report. Intraoperative Anaphylactoid Reaction and Hydroxyethyl Starch in Blanced Electrolyte Solution. Can J Anesthesia. 2006; 53 : p 989-93
  8. Kaye AD, Kucera IJ. Intravascular Fluid and Electrolyte Phisiology. In : Miller RD, ed. Miller’s Anesthesia. 6th Ed. Philadelphia : Elsevier Churchill Livingstone; 2005. P 1763-98
  9. Wilkes NJ, Woolf RL, Powanda MC, Gan TJ, Machin SJ, Webb A. Hydroxyethyl Starch in Balanced Electrolyte Solution. Pharmacokinetic and Pharmacodynamic Profiles. Anesth Analg. 2002; 94: p 538-44
  10. Standl T, Burmeister MA, Schroeder F, Currlin E, Schulte J, Freitag M, et al. Hydroxyethyl Starch (HES) 130/0,4 provides Larger and Faster Increases in Tissue Oxygen Tension in Comparison with Prehemodilution Values than HES 70/0,5 or 200/0,5 in Volunteers Undergoing Acute Normovolemic Hemodilution. Anesth Analg. 2003; 96 : 936- 43
  11. Kozek Langenecker. The Effect of Drugs Used in Anesthesia on Trombosit Membrane Receptors an On Trombosit Function. Medical Chemistry Reviews 2004; 1 : 101- 10
  12. Sibylie A, Kozek-Langenecker. Effects on Hydroxyethyl Starch Solution on Hemostasis. Anesthesiology 2005 ; 103 : 654-60
  13. Arellano R, Gn BS, Salpeter MJ, Yeo E, McCluskey S, Pinto R et al. A Triple-Blinded Randomized Trial Comparing the Hemostatic Effects of Large-Dose 10% Hydroxyethyl Starch 264/0,45 versus 5% Albumin During Major Reconstructive Surgery. Anesth Analg. 2005; 100 : 1846-53
  14. Madjpour C, Dettori N, Feascolo P, Burki M, Boll M, Fisch A et al. Molecular Weight of Hydroxyethyl Starch : Is There An Effect on Bicod Coagulation and Pharmakokinetics. British Journal Anesthesia. 2005; 10; p 1093- 201
  15. Neff TA, Doelberg M, Junguheinrich C, Sauerland A, Spahn DR, Stocker R. Repetitive Large Dose Infusion of The Nevel Hydroxyethyl Starch 130/0,4 in Patients with Severe Head Injury. Anesth Analg. 2003; 93:p 1453-9
  16. Standl T, Burneister MA, Schroeder F, Curline E. Hydroxyethyl Starch (HES) 130/0,4 provides Larger and Faster Increases in Tissue Oxygen Tension in Comparison with Prehemodilution Values than HES 70/0,5 or 200/0,5 in Volunteers Undergoing Acute Normovolemic Hemodilution. Anesth Analg. 2003; 96 : 936-43
  17. Kostering H, Ghifforn J, Negendank- DamenzB. Effect of Expafusin (HES 40/0,5) on The Corpuscular Elements of Blood and Inhibitors of Blood Coagulation. Infusionther Klin Ernahr. 1995; 12 (6) ; p 304-7

Last update: 2021-02-24 13:33:00

No citation recorded.

Last update: 2021-02-24 13:33:00

No citation recorded.