Pengaruh Pemberian Ketorolak 30 mg Intravena pada Penderita dengan Anestesi Spinal Terhadap Fungsi Pembekuan Darah : Protrombin Time, Partial Tromboplastin Time with Kaolin

*Aryono Hendrasto  -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, Indonesia
Johan Arifin  -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, Indonesia
Mohamad Sofyan Harahap  -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi, Indonesia
Published: .
Open Access
Citation Format:
Abstract
Latar belakang: Saat ini penggunaan ketorolak sebagai analgesik meningkat karena sifatnya yang menguntungkan untuk mempercepat ambulatory pasien, namun mempunyai efek samping memperpanjang waktu perdarahan (bleeding time) melalui gangguan fungsi trombosit. Perdarahan juga dapat disebabkan gangguan pembuluh darah dan fungsi koagulasi. Ada hubungan saling terkait antara fungsi trombosit dan fungsi koagulasi.

Tujuan: Membuktikan bahwa pemberian ketorolak 30 mg intravena pada penderita dengan spinal anestesi menyebabkan pemanjangan fungsi koagulasi (protrombin time dan partial tromboplastin time)

Metode: Merupakan penelitian eksperimental dengan randomized post test only controlled group pada 30 penderita yang akan menjalani operasi elektif dengan anestesi spinal. Penderita secara random dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok P yang mendapat ketorolak 30 mg iv dan kelompok K yang mendapat placebo ((NaCl 0,9%). Pemeriksaan PT, PTT dilakukan menjelang operasi dan 60 menit setelah pemberian ketorolak atau placebo. Hasilnya dinilai dengan menggunakan uji statistikparametric T- test, dengan derajat kemaknaan p<0,05.

Hasil: Uji Independent T-test variable PT post tindakan dan PTTK post tindakan antara kelompok P dan kelompok K menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p>0,05). Uji Paired T-test, untuk variabel PT pre tindakan dan PT post tindakan pada kelompok P menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna (p=0,237). Untuk variable PTTK pre tindakan dan PTTK post tindakan pada kelompok P menunjukkan perbedaan bermakna (p=0,029). Uji Paired T-test, untuk variabel PT pre tindakan dan PT post tindakan pada kelompok K menunjukkan perbedaan yang tidak bermakna(p=0,062). Untuk variabel PTTK pre tindakan dan PTTK post tindakan pada kelompok K menunjukkan perbedaan tidak bermakna(p=0,160).

Kesimpulan: Pemberian dosis tunggal ketorolak 30 mg intravena pada penderita dengan anestesi spinal tidak berpengaruh terhadap fungsi koagulasi jalur ekstrinsik (PT) tapi akan memperpanjang fungsi koagulasi jalur intrinsik (PTTK) namun pemanjangan ini masih dalam batas normal atau tidak nampak secara klinis.

Keywords: ketorolak; anestesi spinal; agregasi trombosit; PT; PTTK

Article Metrics:

  1. Stoelting RK. Pharmacology and physiology in anesthetic practice, 3rd ed. Philadelphia and New York: Lippincott Raven; 1999: 247- 56
  2. Ketorolak [homepage on the Internet].c2006 [updated 2006 May 08].Available from: http://en.wikipedia.org/wiki/ketorolak
  3. Ketorolak drug information online. [homepage on the Internet].c2006 [updated 2006 May 08]. Available from: http://www.drugs.com/MTM/ketorolak
  4. Mc Cormack K. Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs and Spinal Nociceptive Processing. Pain 1999; 59: 9-43
  5. Ding Y, Fredman B, White PF. Use of ketorolak and fentanyl during outpatient gynecologic surgery. Anesth Aanalg. 1998; 77:205-10
  6. O’Hara DA, Fragen RJ, Kinzer M, Pemberton D. Ketorolak tromethamine as compared with morphine sulfate for treatment of post operative pain. Clin Pharmacol Ther. 1997; 41:556-61
  7. Thwaites. Intravenous ketorolak tromethamine worsens platelet function during knee arthroscopy under spinal anesthesia. Anaesth Analg. 1996; 82:1176-81
  8. Kleinman W. Regional anesthesia & pain management. In : Morgan GE, Mikhail MS, Murry MJ, Larson CP, eds. Clinical Anesthesiology. 3rd ed. New York : Lange Medical Book; 2002: 253-62
  9. Kehlet H,. Modification of responses to surgery by neural blockade. In : Cousin MJ, Bridenbaugh PO, eds. Neural Blockade in Clinical Anesthesia and Management of Pain. 3rd ed. Philadelphia: Lippincott-Raven; 1998
  10. Liu S, Carpenter RL, Neal JM. Epidural anesthesia and analgesia. Their role in postoperative outcome. Anesthesiology. 1998; 82: 1474
  11. Rosenfeld BA. Benefit of regional anesthesia on thromboembolic compications following surgery. Reg Anesth. 1996; 21 : 9
  12. Jung D, Mroszcak E, Bynum L. Pharmacokinetics of ketorolak tromethamine in human after intravenous, intramuscular and oral administration. Eur J Clin Pharmacol. 1998; 35:423-25
  13. Malmberg AB, Yaksh TL. Hyperalgesia mediated by spinal glutamate or substance p receptor blocked by cyclooxygenase inhibition. Science. 1997; 257:1276-9
  14. Firkin BG. Morphology of the platelet. In : Firkin BG ed. The platelet and its disorders. Victoria: MTP Press; 1994: 9
  15. The clotting cascades. [homepage on the Internet].c2007 [updated 2007 January]. Available from : http://web.indstate.edu/thcme/mwking /blood-coagulation.html
  16. Blood coagulation. [homepage on the Internet].c2007 [updated 2007 January]. Available from: http://tollefsen.wustl.edu/projects/coagulation/coagulation.html
  17. Mycek MJ, Harvey RA, Champe PC, Fisher BD. Antiinflammatory drugs. In : Lippincott’s illustrated reviews : Pharmacology. 2nd ed. Philadelphia: Lippincott Raven; 2001: 403-5
  18. Gillis JO, Brogden RN. Ketorolak: a reappraisal of its pharmacodynamic and pharmacokinetic properties and therapeutic use in pain management. Drug Adis Drug Evaluation. 1997, 53(1):139-88
  19. Sutter KA, Levine JD, Dibble S. Analgesic Efficacy and Safety of Single Dose Intramuskuler Ketorolak for Postoperative Pain Management. Pain 1995; 61: 145-53
  20. Widmann FK. Clinical Interpretation of Laboratory Test. Terjemahan : Kresno SB, Gandasoebrata R, Latu J, ed 9. Jakarta: EGC; 1999: 117-44

Last update: 2021-03-01 01:38:13

No citation recorded.

Last update: 2021-03-01 01:38:14

No citation recorded.