Pengaruh Asam Traneksamat pada Profil Koagulasi Pasien yang Mendapatkan Ketorolak

*Hijrineli Hijrineli -  Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif/ RSUD Mataram, Indonesia
Mohamad Sofyan Harahap -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Soenarjo Soenarjo -  Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro/ RSUP Dr. Kariadi Semarang, Indonesia
Published: 1 Nov 2013.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Penelitian
Language: ID
Full Text:
Statistics: 1649 283
Abstract
Latar Belakang: Perdarahan intra operatif adalah salah satu tantangan dalam bidang anestesi. Penanganan perdarahan merupakan modalitas yang penting bagi ahli anestesi untuk mempertahankan keadaan pasien dalam homeostasis fisologis. Ketorolak adalah obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang sering digunakan sebagai analgesia intraoperatif maupun post operatif pada pasien bedah. Penggunaan OAINS sebagai analgesia paska bedah memiliki efek samping berupa gangguan pada fungsi hemostasis, salah satu manifestasinya adalah memperpanjang waktu perdarahan. Asam traneksamat dapat menurunkan jumlah perdarahan dan menghemat pemakaian faktor faktor koagulasi durante operasi, dan demikian diharapkan akan memperbaiki profil koagulasi (PPT dan aPTT)pasien yang mendapatkan ketorolak.

Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian asam traneksamat terhadap PPT dan aPTT pasien yang mendapatkan ketorolak

Metode: Penelitian ini merupakan uji eksperimental klinis dengan desain acak tersamar di Instalasi Bedah Sentral (IBS) RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sampel diambil dari pasien yang menjalani operasi menggunakan “simple random sampling”

dan dibagi menjadi dua kelompok : Kelompok 1 (K1) diberikan diberikan ketorolak 30 mg iv dan Asam traneksamat 1 gram intravena; Kelompok 2 (K2) diberikan diberikan ketorolak 30 mg iv dan placebo. Pasien dinilai PPT dan aPTT sebelum operasi, 2 jam pasca operasi dan 6 jam pasca operasi. Analisis statistik dengan SPSS for Windows versi 16.

Hasil: Pada periode pre operatif, rerata PPT kedua kelompok cenderung tidak berbeda bermakna (KI : 12.27±0.811detik ;K II: 12.89±1.041; p: 0.083), demikian pula aPTT pre operatif (K I: 30.01±2.060 detik ; K II: 31.43±3.632 ; p: 0.196). Pada 2 jam post operatif terjadi pemanjangan PPT pada kedua kelompok namun beda kedua kelompok tidak bermakna ( K I : 13.17±1.202 detik K II: 13.60±1.648; p: 0.417). Perbedaan nilai aPTT 2 jam pasca operasi kedua kelompok tersebut bermakna secara statistik ( K I: 31.31±1.518 detik K II: 32.5667±3.899; p: 0.007). Pada 6 jam pasca operasi, PPT K I memendek ( 12.43±0.8314), namun K II tetap memanjang (13.793±1.384; p: 0.003). Pada nilai aPTT, K I memendek (29.4533±1.465),K II (34.74±3.967; p: 0.004) .

Simpulan: Pemberian asam traneksamat dapat memperbaiki studi koagulasi pasien yang mendapatkan ketorolak secara bermakna secara statistic

 
Keywords
ketorolac; asam traneksamat; PPT; aPTT

Article Metrics:

  1. Rutherford E, Skeete D, et al. Hematologic principles in surgery. In:Sabiston textbook of surgery. 17th edition. Philadelphia: Elvesier Saunders; 2004. p. 125
  2. Stoelting RK, Hillier SC. Blood components, substitutes, and hemostatic drugs. In: Pharmacology and Physiology in Anesthetic Practice. 4th ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2006.p.623-634
  3. Roberts I, Perrel P, Merino DP. Effect of tranexamic acid on mortality in patients with traumatic bleeding: prespecified analysis of data from randomised controlled trial. BMJ 2012; 345
  4. Myles PS, Smith J, Knight J, Cooper DJ, Silbert B, McNeil J, et al. Aspirin and Tranexamic Acid for Coronary Artery Surgery (ATACAS) Trial: rationale and design. Am Heart J. 2008 Feb;155(2):224-30
  5. Hendrasto A, Arifin J, Harahap MS. Pengaruh Pemberian Ketorolak 30 mg Intravena pada Penderita dengan Anestesi Spinal Terhadap Fungsi Pembekuan Darah : Protrombin Time, Partial Tromboplastin Time with Kaolin.Jurnal Anestesiologi Indonesia 2009; 1(1): 26-31
  6. Soenarjo, Lian A, Meriwijanti. Evaluasi efek analgetik ketoprofen dan ketorolak intravena pasca tonsilektomi. Majalah Kedokteran Indonesia 2004; 54 (9): 378-82
  7. Oesman F, Setiabudy RD. Fisiologi hemostasis dan fibrinolisis. Dalam: Setiabudy RD, editor. Hemostasis dan trombosis. Edisi ketiga. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2007. hal.1-15
  8. Ketorolac Drug Information [cited 2012 Jul 3] . Available from : http://www.drugs. com/MTM/ketorolac.html
  9. Lee SY, Lee WH, Lee EH, Han KC, Ko YK. The effects of paracetamol, ketorolac, and paracetamol plus morphine on pain control after thyroidectomy. Korean J Pain. 2010 Jun;23(2):124-30
  10. Singer AJ, Mynster CJ, McMahon BJ. The effect of IM ketorolac tromethamine on bleeding time. The New England Journal of Medicine 2003; 21(5): 441-3
  11. Istanto W, Setyono KC. Pengaruh ketorolak intravena dan deksketoprofen intravena sebagai analgesia pascabedah terhadap waktu perdarahan [tesis]. Semarang: Universitas Diponegoro; 2009
  12. Sulistiyowati R. Perbedaan pengaruh pemberian ketorolak dan deksketoprofen sebagai analgesia pasca bedah terhadap agregasi trombosit [tesis]. Semarang: Universitas Diponegoro; 2009
  13. MacGillivray RG,Tarabichi SB, Hawari MF,Raoof NT.Tranexamic acid to reduce blood loss after bilateral total knee arthroplasty: a prospective, randomized double blind study. J Arthroplasty.2011 ;26(1):24-8