Manajemen Anestesi pada bayi prematur dengan asosiasi VACTERL

*Primartanto Wibowo -  Bagian Anestesi dan terapi intensif RS Siloam Lippo Village, Tanggerang, Indonesia
Corry Quando Yahya -  Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, Tanggerang, Indonesia
Received: 16 Sep 2015; Published: 17 Jan 2018.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Laporan Kasus
Language: ID
Full Text:
Statistics: 1385 256
Abstract

Latar Belakang : Sindrom VACTERL merupakan kelainan kongenital yang melibatkan malformasi vertebra, atresia anal, anomali kardiovaskular, malformasi ginjal dan kelainan struktur pada tungkai. Manajemen anestesi pada pasien tersebut memiliki risiko mortalitas tinggi karena adanya anomali jantung dan ginjal yang dapat mempengaruhi status hemodinamik.

Kasus : Dilaporkan penanganan anestesi pada bayi prematur berusia 28 minggu berat 1,795gr menjalani operasi kolonostomi atresia ani.  Frekuensi nadi 157x/menit, frekuensi napas 40x/menit, terdapat ronki pada kedua lapang paru dan murmur sistolik. Saturasi oksigen pasien 98% menggunakan nasal continuous positive airway pressure (NCPAP) fraksi inspirasi oksigen 40%.Induksi menggunakan 0,2 mg midazolam, 2 mg ketamin, 2 mcg FentanylR . Rapid sequence intubation diberikan ventilasi dengan oksigen 100% menggunakan sirkuit Jackson-Rees frekuensi pernapasan 50-60 kali/menit. Rumatan anestesi dilakukan menggunakan oksigen 100% 4 liter per menit dan 1 volume percent isofluran. Setelah penggunaan isofluran, pasien mengalami desaturasi hingga 92% dan bradikardia hingga 125 kali per menit. Isofluran dihentikan diganti denganketamin. Setelah hemodinamik stabil, insisi dimulai. Selama prosedur operasi, denyut jantung berkisar di 125-155 kali per menit dengan saturasi oksigen 98-100%. Lama operasi 95 menit. Post operasi dirawat di NICU. Pasien meninggal pada hari ke-12 perawatan pasca operasi di NICU.

Ringkasan : Tata laksana anestesi pada pasien VACTERL terutama di fokuskan pada kelainan kardiovaskuler yang ada  dengan memperhatikan keseimbangan antara SVR dan PVR.

Keywords
bayi; manajemen anestesi; VACTERL

Article Metrics:

  1. Quan L, Smith DW: The VATER association. Vertebral defects, anal atresia, T-E fistula with esophageal atresia, radial and renal dysplasia: a spectrum of associated defects. J Pediatr. 1973;82:104—107
  2. Solomon, BD. VACTERL/VATER Association. Orph J rare dis.2011;6:56
  3. Greeley, WJ. Pediatric cardiovascular anesthesia. Anesthesia and Analgesia.1995 Suppl:45-56
  4. Schmeling DJ, Coran AG. The hormonal and metabolic response to stress in neonate. J PedSurg Int. 1990;5:307-21
  5. Lois F, Kock MD. Something new about ketamine for pediatric anesthesia? CurrOpinAnesthesiol. 2008;21:340-4.
  6. Anand KJS, Hall RW. Pharmacological therapy for analgesia and sedation in the newborn. Arch Dis Child Fetal Neonatal Ed. 2006;91:F448-53
  7. Martin DL, Dissen GA, McPike MJ, Brambrink AM. Effects of Anesthesia with Isoflurane, Ketamine or Propofol on Physiologic Parameters in Neonatal Rhesus Macaques (Macacamulatta). J Am Assoc Lab Anim Sci.2014;53:290-300
  8. Rivenes SM, Lewin MB, Stayer SA, Bent ST, Schoenig HM, McKenziee ED et al. Cardiovascular effects of sevoflurane, isoflurane, halothane, and fentanyl-midazolam in children with congenital heart disease: an echocardiographic study of myocardial contractility and hemodynamics. Anesthesiology. 2001; 94(2):223-9