Tradisi Kekerasan Seksual sebagai Simbol Kekuasaan pada Anak Jalanan di Kota Semarang

*Aditya Kusumawati  -  Alumni Magister Promosi Kesehatan Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Zahroh Shaluhiyah  -  Magister Promosi Kesehatan Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Antono Suryoputro  -  Magister Promosi Kesehatan Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia
Received: 1 Dec 2016; Published: 1 Dec 2016.
Open Access Copyright (c) 2016 JURNAL PROMOSI KESEHATAN INDONESIA

Citation Format:
Article Info
Section: Research Article
Language: EN
Statistics: 1491 2570
Abstract
ABSTRAK Anak jalanan adalah kelompok berisiko tinggi berbagai bahaya dibandingkan kelompok lain.Berdasarkan data Komisi Nasional Perlindungan Anak, kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak di Indonesia sepanjang 2008 meningkat 30% atau 4,2 kasus per hari. Komnas Anak menetapkan tahun 2013 sebagai “Darurat Nasional Kejahatan Seksual terhadap Anak”. Penelitian ini bertujuan mengetahui tradisi kekerasan seksual pada anak jalanan di Kota Semarang. Jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Populasi adalah anak jalanan di Kota Semarang dengan subyek anak jalanan Kota Semarang yang memiliki pengalaman kekerasan seksual perkosaan dan dipilih menggunakan purposive sampling sebanyak 5 orang. Pengambilan data primer dengan wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dengan reduksi data, display data, dan kesimpulan. Jenis kekerasan seksual meliputi perkosaan per vaginal (perempuan) dan perkosaan per anal (laki-laki) dilakukan oleh individu maupun massal. Kekerasan seksual dilakukan oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Dampak yang ditimbulkan meliputi psikologis, sosial, dan fisik. Kekerasan seksual yang dialami anak jalanan adalah bagian dari norma sosial dan berkembang sebagai tradisi yang tidak disadari sebagai kekeraan seksual. Sehingga kekerasan seksual masih dialami mayoritas anak jalanan bahkan terus meningkat. Saran dalam penelitian ini adalah optimalisasi program dan kerjasama berbagai pihak terkait meliputi Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, LSM, Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak, Lembaga Hukum, dan peneliti lainnya untuk penanggulangan kekerasan seksual pada anak jalanan. Kata Kunci : kekerasan seksual, anak jalanan, semarang ABSTRACT Sexual Abuse Tradition among Street Children in Semarang Municipality; Street children is the high risk group of many harmful than others. It caused the effect wasn’t simple like their understanding about sexual abuse. Based on Komisi Nasional Perlindungan Anak data, sexual abuse cases among children in Indonesia as long as 2008 increase to 30% or 4,2 cases per day. Komnas Anak decided 2013 be the “Sexual Crime National Emergency among Children”. Study purposed was to know the image of sexual abuse among street children in Semarang Municipality. Population are street children in Semarang Municipality and the subject are street children by sexual abuse experience in rape category and suit to inclusion criteria choosen by purposive sampling method. There are 5 persons. Primary data collection through in-depth interviews and observation. Data analysis was developed by data reduction, data display, and conclusions. The kinds of sexual abuse were per vaginal rape, per anal rape, commited by personal or collective. Sexual abuse carried out by whoever, in wherever, and whenever. The effects are psichology, social, and physic. Sexual abuse among street children is part of social norm and developed be the unconcious sexual abuse tradition. The result is majority of street children still got the sexual experience even increasing nowadays. Suggests are optimalization the program and cooperation all of side, such as Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, LSM, Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak, Lembaga Hukum, and others researcher to tackling the sexual abuse among street children. Keyword : sexual abuse, street children, semarang

Article Metrics: