Aktivitas Inhibisi α-Glukosidase dan Identifikasi Senyawa dalam Fraksi Aktif Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.)

Irma Yunitasari -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Agustina L. N. Aminin -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
*Khairul Anam -  Chemistry Department, Faculty of Sciences and Mathematics, Diponegoro University Jl. Prof. Soedarto, SH., Tembalang, Semarang, Indonesia
Published: 1 Dec 2015.
Open Access Copyright 2015 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 301 232
Abstract
Rosela merupakan tanaman yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit diabetes melitus (DM), dalam terapi DM dapat dilakukan dengan menghambat kerja enzim α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan fraksi aktif dari ekstrak bunga rosella yang berpotensi sebagai inhibitor α-glukosidase dan mengidentifikasi jenis senyawa dalam fraksi aktif tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstraksi menggunakan pelarut metanol-HCl 0,1%, dilanjutkan fraksinasi secara kromatografi kolom dengan fasa diam sephadex LH-20 dan fasa gerak air-metanol fraksi A (100:0), fraksi B (75:25), fraksi C (50:50), fraksi D (25:75), fraksi E (0:100), dan uji aktivitas inhibisi α-glukosidase fraksi bunga rosella. Identifikasi senyawa aktif yang memberikan nilai aktivitas penghambatan α-glukosidase paling tinggi dengan KLT dan penampak bercak (AlCl3, uap amoniak dan FeCl3), penentuan kadar relatif (%) komponen dari fraksi aktif dengan TLC scanner, dan karakterisasi senyawa utama dalam fraksi aktif menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan FTIR. Hasil penelitian menunjukan bahwa fraksi C (50:50) merupakan fraksi aktif yang memberikan nilai aktivitas inhibisi α-glukosidase paling tinggi (31,163 %) pada konsentrasi 1000 ppm, dan senyawa utama dalam fraksi C adalah 3,3’,4’-trihidroksiflavon dan 5,7,3’,4’-tetrahidroksiflavon dengan masing-masing kadar relatif 23,33% dan 24,52 %.
Keywords
Inhibisi α-glukosidase; rosella (Hibiscus sabdariffa L); flavonoid

Article Metrics:

  1. Tutik Siswanti, Okid Parama Astirin, Tetri Widiyani, Pengaruh ekstrak temu putih (Curcuma zedoaria Rosc.) terhadap spermatogenesis dan kualitas spermatozoa mencit (Mus musculus L.), BioSMART, 8, 1, (2003) 38-42
  2. Ika Pratiwi Khosimah Adinata, Khairul Anam, Dewi Kusrini, Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Fraksi Aktif Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) dan Uji Aktivitas Larvasida terhadap Larva Nyamuk Aedes aegypti, Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 16, 2, (2013) 42-45
  3. D Wynne Griffiths, Gwyn Moseley, The effect of diets containing field beans of high or low polyphenolic content on the activity of digestive enzymes in the intestines of rats, Journal of the Science of Food and Agriculture, 31, 3, (1980) 255-259
  4. Sawarni Mardiah, Reki W Ashadi, Arifah Rahayu, Budidaya dan Pengolahan Rosela Si Merah Segudang Manfaat, Agromedia Pustaka. Jakarta, 23, (2009)
  5. D Dahiru, OJ Obi, H Umaru, Effect of Hibiscus sabdariffa calyx extract on carbon tetrachloride induced liver damage, Biokemistri, 15, 1, (2003) 27-33
  6. Ilul Urifah, (In Vitro) Inhibition of α-Amylase, α-Glucosidase and Lipase by Roselle (Hibiscus Sabdariffa) Extracts by In Vitro Method, Tehnologi Pertanian, Institu Pertanian Bogor, Bogor
  7. Adedayo O Ademiluyi, Ganiyu Oboh, Aqueous extracts of Roselle (Hibiscus sabdariffa Linn.) varieties inhibit α-amylase and α-glucosidase activities in vitro, Journal of medicinal food, 16, 1, (2013) 88-93
  8. Tangking Widarsa, Gede Wiranatha, Pemberian Ekstrak Methanol Daun Paliasa Menurunkan Kadar Glukosa Darah Tikus Hiperglikemik (METHANOL EXTRACT OF PALIASA LEAVES DECREASES BLOOD GLUCOSE LEVEL HYPERGLYCEMIC RATS), Jurnal Veteriner, 14, 4, 495-500
  9. Rudi Setiawan, Pengaruh pemberian ekstrak kelopak bunga rosela (hibiscus sabdariffa l) terhadap penurunan kadar gula darah tikus putih (rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan, Biologi, Universitas Sebelas Maret, Solo
  10. Norman R. Farnsworth, Biological and phytochemical screening of plants, Journal of Pharmaceutical Sciences, 55, 3, (1966) 225-276 http://dx.doi.org/10.1002/jps.2600550302
  11. KR Markham, Cara Mengidentifikasi Flavonoid, ITB, Bandung, 1988.
  12. Suhad S Humadi, Viorica Istudor, Quantitative analysis of bio-active compound in Hibiscus sabdariffa L. extracts. Note I Quantitative analysis of flavonoids, in, Farmacia, 2008.
  13. Tina Rostinawati, Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap Escherichia coli, Salmonella typhi dan Staphylococcus aureus dengan Metode Difusi Agar, Universitas Padjajaran, Bandung
  14. Reuben Alexander Day, Arthur Louis Underwood, Analisa Kimia Kuantitatif, Erlangga, 1994.
  15. AV Kristanti, NS Aminah, M Tanjung, B Kurniadi, Buku Ajar Fitokimia. Laboratorium Kimia Organik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Airlangga, in, Airlangga University Press, Surabaya, 2008.
  16. Sri Sugiwati, Siswati Setiasih, Efy Afifah, Antihyperglycemic Activity of the Mahkota Dewa Leaf Extracts as an Alpha-Glucosidase Inhibitor, Makara Journal of Health Research, (2010) 74-78
  17. Adolfo Andrade-Cetto, Jaime Becerra-Jiménez, René Cárdenas-Vázquez, Alfa-glucosidase-inhibiting activity of some Mexican plants used in the treatment of type 2 diabetes, Journal of Ethnopharmacology, 116, 1, (2008) 27-32 http://dx.doi.org/10.1016/j.jep.2007.10.031
  18. Jeffrey Barry Harborne, Metode fitokimia, Padmawinata K, S. I, Institut Teknologi Bandung, Bandung, 1987.