Profil Kandungan Protein dan Tekstur Tahu Akibat Penambahan Fitat pada Proses Pembuatan Tahu

Purbowatiningrum Ria Sarjono, Nies Suci Mulyani, Agustina L. N. Aminin, Wuryanti Wuryanti


DOI: https://doi.org/10.14710/jksa.9.1.6-9

Abstract


Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mempelajari profil kandungan protein dan tekstur tahu akibat penambahan fitat pada proses pembuatan tahu dengan koagulan asam asetat. Fitat merupakan senyawa monoinositol heksafosfat yang terdapat pada biji-bijian berkisar 1-5 % (b/b) dan dikenal sebagai antioksidan alami. Oleh karena itu diupayakan untuk memanfaatkan fitat kedalam proses pengolahan makanan untuk meningkatkan produknya.Pada penelitian ini tekstur tahu diukur dengan alat Penetrometer dan kadar protein dengan metode Kjeldahl pada variasi pH penggumpalan protein susu kedelai tanpa penambahan fitat dan dengan penambahan fitat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pH penggumpalan protein susu kedelai yang ditambahi fitat ternyata mempengaruhi gumpalan tahu yang terbentuk. Jika dibandingkan dengan tahu tanpa penambahan fitat maka terjadi penurunan berat protein tahu pada pH titik isoelektrik (4,5) yaitu dari 8,131 g menjadi 6,273 g. Bertambahnya konsentrasi fitat hingga 0,05 % (b/v) menyebabkan naiknya kekerasan tahu dari 3,02 cm menjadi 1,88 cm. Diatas konsentrasi tersebut kekerasan tahu menurun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan fitat akan menyebabkan meningkatnya kekerasan tahu namun dapat menurunkan kadar protein tahu.Kata kunci: tahu, fitat, titik isoelektrik.

Keywords


tahu; fitat; titik isoelektrik

Full Text:

PDF

References


Anonim, 1990, Mutu dan cara Uji Tahu, SII 0270-80, Depatemen Perindustrian RI, Jakarta

Astawan, M. Wahyuni, M., 1991, Teknologi Pengolahan Pangan Nabati Tepat Guna, Edisi I, Akademi Presindo, hlm 1104-110

Hou, H.J., 1997, Yield and Textural of Tofu as Affected by Coagulation Method, Journal of Food Science, 62.(4)

Kastyanto, W., 1992, Membuat Tahu, Seri Industri Kecil, Penebar Swadaya, Jakarta, hlm. 2-22

Lee, B.J., 1998, Antioxidant Effects of Carnosine and Phytic Acid in Model Beef System, Journal of Food Science, 63. (3)

Lin, S., 2000, Texture and Chemical Characteristic Of Soy Protein Meat Analog Extruded at High Moisture, Journal of Food Science, 62. (2)

Liu,K., 1999, Soybeans; Chemistry, technology and Utilizatio, An Aspen Publication, Gaithersbur, Maryland, pp. 165-197

Lori, O., Vasanthan, T., and Helm. J. H., 2001. Phytic Acid. In Food reviews International. Vol. 17(4). P 419-431.

Markley, K., 1985, Soybean and Soybean Products, 1stEdition, Inter Science Publisher, New York, p 85

Mate, H., and Radomir, L., 2002, Phytic Acid Content of Cereals Legumen and Interaction With Proteins In Food reviews International. Vol. 46 No 1-2 pp. 59-64, No. 4 pp. 419-431

Metussin, R., 1992, Micronization Effects on Composition and properties of Tofu, Journal of Food Science,57.(2)

Raharjo, S., 1987, Peran Asam Fitat Sebagai Anti Oksidan, Review Agritech, 17. (2)., UGM, Yogyakarta

Setyono, A., 1994, Effek Asam Fitat pada Tahu dan Reaksi Pengendapan dalam Proses Pembuatan Tahu Jurnal Penelitian, Laboratorium Hasil Pertanian Karawang, Karawang

Shurtleff, W., Aoyagi, 1984, Tofu and Soymilk Production, The Book of Tofu, New Age Food Study Center, La Vayette, Vol. 2, pp. 5


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2006 Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi

License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/