PELAKSANAAN ALIH TEKNOLOGI PADA INDUSTRI TEKSTIL TERPADU ( INTEGRATED TEXTILE MILLS ) PT.PRIMATEXCO INDONESIA DI KABUPATEN BATANG JAWA TENGAH

*Siti Zulaekhah  -  , Indonesia
Received: 22 Oct 2010; Published: 22 Oct 2010.
Open Access

Citation Format:
Abstract
Industri tekstil di Indonesia merupakan pensuplai kebutuhan sandang dalam
negeri dan dipilih sebagai salah satu fondasi pembangunan disamping sektor
pangan. PT. Primatexco adalah salah satu pelopor industri tekstil di Indonesia yang
berstatus sebagai PMA-Joint Venture Indonesia-Jepang. Bidang kegiatan usaha
perusahaan tersebut adalah industri tekstil terpadu (Integrated Textile Mills). Bidang
usaha yang bersifat terpadu menunjukkan bahwa proses produksi di Primatexco
sangat sarat dengan teknologi. Oleh karena itu, penulisan penelitian ini berjudul
“PELAKSANAAN ALIH TEKNOLOGI PADA INDUSTRI TEKSTIL TERPADU
(INTEGRATED TEXTILE MILLS) PT. PRIMATEXCO INDONESIA DI KABUPATEN
BATANG JAWA TENGAH.”
Permasalahan dalam penelitian ini meliputi ; bagaimana pelaksanaan alih
teknologi di PT. Primatexco Indonesia, hambatan-hambatan apa yang dihadapi dan
bagaimana upaya-upaya untuk mengatasi hambatan tersebut. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan alih teknologi di PT. Primatexco
Indonesia, menganalisis hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses alih
teknologi serta menganalisis upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi
hambatan-hambatan tersebut.
Metode Pendekatan penelitian ini adalah Yuridis-Empiris, yakni penelitian
dilakukan terhadap data primer terlebih dahulu dan kemudian menganalisis data
sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan para pimpinan PT.
Primatexco Indonesia serta pihak-pihak yang terlibat langsung dalam proses alih
teknologi di perusahaan tersebut. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan
kualitatif.
Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpuan : Pertama, di PT. Primatexco
telah terjadi alih teknologi dalam bentuk transfer of technical know-how, transfer of
manufacturing know-how and transfer of management know-how. Hambatanhambatan
dalam penelitian ini adalah kerancuan aturan tentang alih teknologi
melalui Joint Venture. Adanya klausul kontrak/perjanjian yang mengharuskan
pengiriman mesin melalui Sojitz Corporation, hal ini mengakibatkan praktek
terselubung, yakni penggunaan teknologi yang obsolete. Hambatan teknis berupa
permasalahan bahasa, dimana kegiatan alih teknologi menggunakan bahasa
campuran Inggris-Jepang. Ketergantungan Indonesia pada Jepang karena sektor
keuangan dalam kegiatan importasi mesin serta pengadministrasian transasksi LC
ii
dikendalikan oleh Jepang. Hal ini telah mengunci Indonesia untuk tidak memiliki
pilihan lain, selain tetap tergantung pada teknologi Jepang.
Kata Kunci : Industri Tekstil, PT. Primatexco Indonesia, dan Alih teknologi

Article Metrics:

Last update: 2021-04-14 19:40:09

No citation recorded.

Last update: 2021-04-14 19:40:09

No citation recorded.