skip to main content

GLOBALISASI LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT): PERSPEKTIF HAM DAN AGAMA DALAM LINGKUP HUKUM DI INDONESIA

*Roby Yansyah  -  Program Studi Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Rahayu Rahayu  -  Program Studi Magister Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2018 LAW REFORM

Citation Format:
Abstract

Indonesia adalah negara yang memegang teguh ajaran agama, sehingga perilaku seksual menyimpang tentu tidak dapat diterima begitu saja. Di sisi lain Indonesia merupakan negara yang mengakui HAM, di mana kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) merasa mengalami diskriminasi dan pelanggaran HAM karena orientasi seksual mereka yang menyimpang. Sementara itu, orientasi seksual sebenarnya tidak ditentukan dalam UDHR 1948 yang menjadi pandangan universal PBB terhadap HAM. Penelitian ini merupakan penelitian doktrinal dengan menggunakan pendekatan hukum yuridis-normatif yang bersifat kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, untuk menemukan data sekunder berupa norma hukum HAM dan norma agama yang berlaku terkait dengan isu LGBT, kemudian menganalisa data tersebut secara deduktif dari kedua perspektif yakni HAM dan agama. Kajian mengenai isu LGBT perspektif HAM dan agama dalam lingkup hukum di wilayah Indonesia dilakukan agar didapatkan pertautan sebagai peluang untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul dari isu LGBT. HAM adalah hak dasar yang diakui di Indonesia, akan tetapi ada pembatasan yang ditetapkan UU, moral, etika, dan nilai agama yang menegaskan bahwa setiap manusia di samping memiliki hak asasi manusia untuk dilindungi, mereka juga memiliki kewajiban untuk menghormati hak asasi orang lain dan juga ketertiban masyarakat sekitar.

 

Fulltext View|Download

Article Metrics:

  1. APA (American Psychological Association). (2015).Definitions Related to Sexual Orientation and Gender Diversity in APA Documents. Retrieved from https://www.apa.org/pi/lgbt/resources/sex uality-definitions.pdf,diakses pada 26 Juli 2017
  2. Bevilacqua,Catherine.,Harper, Elizabeth., Kent, Catherine. (2014)
  3. Sexual Orientation and Gender Identity: Iran’s International Human Rights Obligations, In Proceedings of Legal Research Series on Human Rights in Iran Units, (pp. 2-18).Iran: University of Essex
  4. Subhrajit, C. (2014). Problems Faced by LGBT
  5. People in the Mainstream Society: Some Recommendations, International Journal of Interdisciplinary and Multidisciplinary Studies (IJIMS), Vol 1 (No.5), pp. 317-331
  6. Crews, Douglas.,& Crawford, Marcus.(2015)
  7. Exploring the Role of Being Out on a Queer Person's Self-Compassion.Journal of Gay & Lesbian Social ServicesVol. 27 (No. 2), pp. 172-186
  8. Gardbaum,S.(2008). Human Rights as
  9. International Constitutional Rights.The European Journal of International Law Vol 19, pp. 749-750
  10. Onapajo,Hakeem.,&Isike, Cristhoper.(2016). The Global Politics
  11. of Gay Rights: The Straining Relations between the West and Africa.Journal of Global Analysis, Vol. 6 (No. 1, January), pp. 22-34
  12. Hill,Peter C.,et.al. (2000).Conceptualizing
  13. Religion and Spirituality: Points of Commonality, Points of Departure, Journal for the Theory of Social BehaviourVol. 30, p. 52
  14. Keuzenkamp, Saskia.,& Bos, David.(2007)Out
  15. in The Netherlands: Acceptance of Homosexuality in the Netherlands, Belanda: The Netherlands Institute for Social Research
  16. Nurkhoiron, M. (2016). Komnas HAM, Siaran
  17. Pers Komnas HAM tentang LGBT, Jakarta
  18. M.V.L, Badgett., S, Nezhad., C, Waaldijk.,
  19. Y.V.D.M, Rodgers.(2014). The Relationship between LGBT Inclusion and Economic Development, In Proceedings of An Analysis of Emerging Economies (pp. 1-7), The William Institute: USAID
  20. Malau,S.(2016).‘Romo Benny: Sejak Awal Sikap Gereja Katolik Tegas Tolak LGBT’. Retrieved from http://m.tribunnews.com/ nasional/2016/02/17/romo-benny- sejak-awal-sikap-gereja- katolik-tegas- tolak-lgbt, diakses pada 26 Juli 2017
  21. Menara Pengawal. (2017).Apa Pandangan
  22. Alkitab tentangHomoseksualitas?.Retrieved from https://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/1102011149, diakses pada 26 Juli 2017
  23. Serra, N.E. (2013). Queering International
  24. Human Rights: LGBT Access to Domestic Violence Remedies, Journal of Gender, Social Policy, & the Law, Vol. 21 (No. 3), pp. 583-607
  25. Nghia,Hoang Van. (2009).The “Asian Values”
  26. Perspective of Human Rights: A Challenge to Universal Human Rights. Retrieved from http://ssrn.com/abstract=1405436, diakses pada 26 Juli 2017
  27. Encarnacion, O.G.(2014). Gay Rights: Why
  28. Democracy Matters, Journal of Democracy, Vol. 25 (No. 3, July), pp. 90-102
  29. Quthb, Sayyid.(2002).Tafsir Fi Zhilalil-Quran Di
  30. bawah Naungan Al-Qur’an (Vol. 4), diterjemahkan oleh: As’ad Yasin,et.al, 1st printing, Jakarta: Gema Insani Press
  31. Sinyo. (2014).Anakku BertanyaTentang LGBT
  32. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo
  33. Winurini, S. (2016). Memaknai Perilaku LGBT
  34. di Indonesia (Tinjauan Psikologi Abnormal), Info Singkat Kesejahteraan Sosial Vol. VIII (No. 05, Maret), p. 11
  35. UN Offfice of The High Commissioner for
  36. HumanRights. Retrieved from https://www.ohchr.org/documents/issues/discrimination/a.hrc.19.41_english.pdf, diakses pada 26 Juli 2017
  37. UN Office of The High Commissioner for Human
  38. Rights, What are Human Rights. Retrieved from http://www.ohchr.org/EN/Issues/Pages/WhatareHumanRights.aspx, diakses pada 26 Juli 2017
  39. Muthmainnah, Y.(2016). LGBT Human Rights in
  40. Indonesian Policies, Indonesian Feminist Journal, Vol. 4 (No. 1, March), pp. 13-22

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.