PENERAPAN TRADEMARK DILUTION PADA PENEGAKAN PERLINDUNGAN HUKUM HAK MEREK TERKENAL DI INDONESIA

*Kholis Roisah scopus  -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Joko Setiyono scopus  -  Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 30 Sep 2019.
Open Access Copyright 2019 LAW REFORM
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Article Info
Section: Articles
Language: ID
Statistics: 227 457
Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa peraturan perlindungan merek terkenal dikaitkan dengan doktrin trademark dilution dan membahas peluang penerapan doktrin trademark dilution dalam penegakan perlindungan hak merek di Indonesia. Metode peneltian yang digunakan yuridis normati dengan pendekatan analisis deskriptif dengan menggunakan data sekunder  serta metode analisa digunakan menggunakan analisa kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa peluang menerapkan doktrin dilusi yaitu pada proses pendaftaran merek dan pada perkara sengketa gugatan pembatalan hak merek. Pemeriksa merek menerapkan doktrin trademark dilution pada waktu melakukan penolakan secara ex-officio ataupun atas permintaan keberataan pemilik merek terkenal terhadap setiap permohonan merek yang mempunyai persamaan dengan merek terkenal untuk pemakaian produk tidak sejenis dengan mempertimbangkan reputasi merek terkenal.  Belum ada keputusan hakim Indonesia yang berani menerapkan doktrin trademark dilution dengan alasan penerapan doktrin itikat tidak baik sudah cukup memadai dalam memberikan perlindungan hukum terhadap hak merek terkenal. Ketiadakan aturan tentang trademark dilution yang secara jelas tersurat di dalam Undang Undang Merek menjadi alasan para hakim alasan utama belum bisa menerapkan doktrin trademark dilution. Tanpa adanya alasan bluring ataupun tarnisment  tujuan untuk menghapuskan tanda merek yang sama ataupun menyerupai oleh pihak lain yang non competitor sudah tercapai.

Keywords: Dilusi Merek; Pelindungan; Merek Terkenal; Pemeriksa Merek; Pembatalan.

Article Metrics:

  1. Rizaldi, J. (2009). Perlindungan Kemasan Produk Terkenal terhadap Persaingan Curang di Indonesia dengan Undang-Undang Merek dan TRIPS-WTO. Bandung: Alumni.
  2. Aaker, David A. (1997). Manajemen Ekuitas Merek. (Penerjemah Aris Ananda, Ed.). Jakarta: Spektrum Mitra Utama-Prentice Hall.
  3. Black, Henry C. (2007). Black’sLaw Dictionary (Eight Edit). St. Paul, Minnesota: West Publishing.
  4. Jened, R. (2015). Hukum Merek, Trademark Law, Dalam Era Global dan Integrasi Ekonomi. Jakarta: Prenada Media Group.
  5. Klimkevičiūtė, D. (2010). The Legal Protection of Well-Known Trademark and Trademark with Repution: The Trend of The Legal Regulation In The EU Member. Journal of Social Sciences Studies, Vol.3, (No.7), pp.229–256, p.231.
  6. Luepke, Marcus H. H. (2008). Taking Unfair Advantage or Diluting a famous mark - a 20/20 Perspective on the blurred differences between U.S. and E.U. Dilution law. The Trademark Reporter, Vol.98, (No.3), p.2.
  7. Mayana, Ranti F. (2017). Perlindungan Merek Non Tradisional Untuk Produk Ekonomi Kreatif. Jurnal Bina Mulia Hukum, Vol.2, (No.1, September), p.27,
  8. Macias, Washington., & Cervino, Julio. (2017). Trademark dilution: Comparing the effects of blurring and tarnishment cases over brand equity. Management & Marketing. Challenges for the Knowledge Society, Vol. 12, (No.3), pp.346-360.
  9. Mostert, Frederick., & Beltrametti, SIlvia. (2008) Brands from the Frontline: Famous and Well-Known Marks: The Challenges of Protection. World Trademark Review, No. 13, p.4 .
  10. Bedi, Suneal., & Reibstein, David. (2019). Measuring Trademark Dilution by Tarnishment. Indiana Law Journal, Forthcoming; Kelley School of Business Research Paper No. 19-36.
  11. Bhaskar, B. (2008). Trademark dilution Doctrine: The Scenario Post TDRA. NUJS Law Review, Vol.1, Issue 4, p.637.
  12. Çela, M. (2015). The importance of Trademarks and a review of empirical studies. European Journal of Sustainable Development, Vol.4, (No. 3), pp.125-134.
  13. Dogan, Stacey L. (2006). What is Dilution, Anyway?. Michigan Law Review First Impressions, Vol.105, p.103.
  14. Egner, S. (2004). Intellectual Property-Trademark Law - Victor/Victoria? - The U.S. Supreme Court Requires Trademark Dilution Plaintiffs To Show Actual Harm. Moseley v. Victoria’s Secret Catalogue, Inc., 537 U.S. 418 (2003). University of Arkansas at Little Rock Law Review, Vol.26, (No.2), pp.303–313.
  15. Farley, Christine H. (2006). Trademark Dilution Law: A Remedy in Search of a Harm. Fordham Intellectual Property, Media & Entertainment Law Journal, Vol. 16, p. 101.
  16. Greenhalgh, Christine., & Webster, Elizabeth. (2015). Have Trademarks Become Deceptive?. W.I.P.O. Journal, Vol. 6, Issue 1, p.109.
  17. Schechter, F.I. (1927). The Rational Basis of Trademark Protection. Harvard Law Review, Vol.40, (No.6), pp.816–824.
  18. Schechter, F. I. (1936). Fog and Fiction in Trademark Protect ion. Colombia Law Review, Vol.36, pp.60–64.
  19. Sulastri., Satino., & Yuli W, Yuliana. (2018). Perlindungan Hukum Merek Dagang (Tinjauan Merek Dagang Tupperware dan Tulipware). Jurnal Yuridis, Vol. 5, (No. 1, Juni), pp.160-172.
  20. Sun, H. (2013). The Distinctiveness of a Fashion Monopoly. Journal of Intellectual Property and Entertainment Law, Vol.3, (No.1), pp.150-152.
  21. Takano, A. (2018). Diluted Reality: The Intersection of Augmented Reality and Trademark Dilution. CHICAGO-KENT JOURNAL OF INTELLECTUAL PROPERTY, Vol.17, (No.1), pp.190- 201.
  22. Vuk, William T. (1997). Protecting Baywatch And Wagamama: Why The European Union Should Revise The 1989 Trademark Directive To Mandate Dilution Protection For Trademarks. Fordham International Law Journal, Vol.21, Issus 3, p.861.
  23. Roisah, K. (2017). Understanding Trade-Related Aspect of Intellectual Property Rights Agreement: From Hard and Soft Law. Hasaudin Law Review, Vol.3, (No.3), p.288.
  24. SIPP PN Jakarta Pusat. (2018). Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Retrieved from http://sipp. pn-jakartapusat.go.id/list_perkara/typeBS8zNnpPZSt6dTdGN1dOdnJyQnFGNWVhQVp6YjJ0c0x1cldpL2w1UTB3QXhWSnU2SmZkZDFKTWRCN
  25. SIPP PN Medan. (2018). Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Medan. Retrieved from http://sipp.pn-medankota.go.id/list_perkara/type/TGRmUnVMR2hKV2RQOHBHclhKRCtIT0JhMndtbkNYQ0ZmS1dTbTdlc2JLY0hsZzJMaURvU2Z5VEQvMWpITm1.
  26. SIPP PN Surabaya. (2018). Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Surabaya. Retrieved from http://sipp.pn-surabayakota.go.id/list_perkara/type/NXMyTHVZYm0vUDJHQ3A4QlBqdFNWSFhxUFUyYnE1TWRuKzJqS1ZNYnUxMEF1ei9vNDBXQ2M0bVltQUxhZHpnYkZZcXNBVVhOQWVid3ZiblgvZ3ZkN1E9PQ==.
  27. Alexander, Miles J., Davis Jr, Theodore H., and Estrin, L. T. (2008). The historic foundation of the dilution doctrine in trademark law. WORL Dextra : INTA Supplement ; The Dilution Debate, may. Retrieved from www.ipworld.com
  28. Top Brand. (2018). Top Brand Award. Retrieved from http://www.topbrand-award.com/.
  29. PDKI. (2014). No Title. Retrieved from https://pdki-indonesia.dgip.go.id/index.php/merek/bzA0N0ROZkJhUHB5aXQ2QjQ4djVpQT09?q=lexus&type=1&skip=4
  30. PDKI. (2018). No Title. Retrieved from Https://pdki-indonesia.dgip.go.id/index.php/merek, & /bzA0N0ROZkJhUHB5aXQ2QjQ4djVpQT09?q=lexus&type=1&skip=40
  31. MA. (n.d). Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Retrieved from https://putusan.mahkamahagung.go.id/pengadilan/mahkamah-agung/direktori/perdata-khusus/merek.
  32. Interbrand. (2017). Best Global Brands 2017 Rangkings. Retrieved from Https://www.interbrand.com/best-brands/best-global-brands/2017/ranking/.
  33. Suhartono, W. (2018). Wawancara dengan Bapak Wiwik Suhartono, SH.MH, tanggal 11-08-2018.
  34. DJKI. (2017). Wawancara dengan Kepala Sub-dit Pendaftaran Merek Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI.
  35. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.