Indonesia’s Criminal Justice System with Pancasila Perspective as an Open Justice System

*Robiatul Adawiyah  -  Master of Law, Faculty of Law, Universitas Diponegoro, Indonesia
Umi Rozah  -  Faculty of Law, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 27 Sep 2020.
Open Access Copyright 2020 LAW REFORM
License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0

Citation Format:
Abstract

The criminal justice system should be an embodiment of values of Pancasila. Few cases raised concerns and questioned Pancasila’s practice because it hurt community justice sense. Pancasila must be reflected in criminal law enforcement. The criminal justice system is open whose operation is influenced by the environment the subsystems's operation, it is very important to be studied comprehensively. This article discusses the Indonesian criminal justice system with a Pancasila perspective; Indonesian criminal justice system with the concept of Pancasila as an open criminal justice system; subsystem in the Indonesian criminal justice system has the concept of Pancasila as an open criminal justice system. The research method in this article is normative with philosophy approach. The results showed that criminal justice system has Pancasila perspective, means that it must prioritize humanity, the balance of the interests of perpetrators and victims, the justice of God, humanity and society (substantive justice). As an open system, it does not work in solitaire in a vacuum, but must pay attention to legal values and community justice sense so that the working of it is more contextual in applying criminal law to achieve its success.  And all subsystems in the criminal justice system have basically been based on Pancasila as an open justice system.

Keywords: Criminal Justice System; Open System; Pancasila.

Article Metrics:

  1. Ali, M. (2007). Sistem Peradilan Pidana Progresif; Alternatif dalam Penegakan Hukum Pidana. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, Vol.14, (No.2), pp.210–229
  2. Bachtiar. (2015). Asas Praduga Tidak Bersalah dalam Dimensi Pembuktian: Telaah Teoritik dari Optik Perlindungan Hak Asasi Manusia. SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar’i, Vol.2, (No.2), pp.1–17
  3. Barama, M. (2016). Model Sistem Peradilan Pidana dalam Perkembangan. Jurnal Ilmu Hukum, Vol. III, (No.8), pp.8–17
  4. Batubara, Gialdah Tapiansari., & Arief, Barda Nawawi. (2013). Peran Ilmu Ke-Tuhanan Dalam Penegakan Hukum Pidana Di Indonesia. Law Reform, Vol.9, (No.1), pp.53–69
  5. Bernard, Thomas J., Paoline, Eugene A., & Pare, Paul Philippe. (2005). General Systems Theory and Criminal Justice. Journal of Criminal Justice, Vol.33,(No.3), pp.203–211
  6. Bhawana, I Gede Winartha I. (2016). Independensi dan Impartialitas Hakim Perspektif Teoritik-Praktik Sistem Peradilan Pidana. Udayana Master Law Journal, Vol.5, (No.1), pp.184–201
  7. Desismansyah, Surya., & Putra, Eka. (2014). Hukum Dan Relevansinya Dengan Keadilan. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Vol.27, (No.1), pp.49–57
  8. Dewi, E. (2010). Peranan Hakim dalam Penegakan Hukum di Indonesia. Pranata Hukum, Vol.5, (No.2), pp.91–98
  9. Gunarto, Marcus P. (2013). Faktor Historis, Sosiologis, Politis, dan Yuridis dalam Penyusunan RUU HAP. Mimbar Hukum, Vol.25, (No.1), pp.13–26
  10. Hartini, S. (2010). Kajian tentang Kemandirian Lembaga Kepolisian dalam Penegakan Hukum pada Era Reformasi. Jurnal Civics, Vol.7, (No.1), pp.1–23
  11. Hasuri. (2019). Sistem Peradilan Pidana melalui Pendekatan Kontrol dalam Proses Penegakan Hukum. AJUDIKASI: Jurnal Ilmu Hukum, Vol.3, (No.2), pp.167–184
  12. Hertoni, M. (2016). Independen Hakim dalam Mencari Kebenaran Materiil. Lex Crimen, Vol.V, (No.1), pp.46–53
  13. Johnson, Lee Michael., Elam, Paul. & Lebold, Susan M. (2018). Use of Research Evidence by Criminal Justice Professionals. Justice Policy Journal, Vol.16, (No.2), pp.1–23
  14. Maulidah, Khilmatin., & Jaya, Nyoman Serikat Putra. (2019). Kebijakan Formulasi Asas Permaafan Hakim dalam Upaya Pembaharuan Hukum Pidana Nasional. Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia, Vol.1, (No.3), pp. 281–293
  15. Munro, Jim L. (1970). Open System Theory: A Framework for the Analysis of Criminal. Journal of Criminology, Vol.3, (No.3), pp.142–155
  16. Nurahman, Adiansyah., & Soponyono, Eko. (2019). Asas Keseimbangan dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagai Upaya Pembaharuan Hukum Pidana yang Berkeadilan. Pandecta: Research Law Journal, Vol.13, (No.2), pp.100–106
  17. Rais, M. (2017). Nilai Keadilan Putusan Hakim Pada Perkara Tindak Pidana Korupsi. Al Daulah : Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan, Vol.6, (No.1), pp.121–144
  18. Rizanizarli. (2014). Kriminalisasi di Luar KUHP dan Implikasinya terhadap Hukum Acara Pidana. Kanun: Jurnal Ilmu Hukum, Vol.16, (No.63), pp.277–302
  19. Robinson, Matthew., & Williams, Marian. (2009). The Myth of a Fair Criminal Justice System. Journal of Criminal Justice, Vol.6, (No.1), pp.1-52
  20. Satyayudhadananjaya, N. (2014). Sistem Peradilan Pidana Terpadu (Integreted Criminal Justice System ) Di Kaji Dari Perspektif Sub Sistem Kepolisian. Vyavahara Duta: Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Ilmu Hukum, Vol.IX, (No.1), pp.87–94
  21. Setyanegara, E. (2013). Kebebasan Hakim Memutus Perkara dalam Konteks Pancasila (Ditinjau dari Keadilan “Substantif”). Jurnal Hukum dan Pembangunan, Vol.44, (No.4), pp.460–495
  22. Soponyono, E. (2012). Kebijakan Perumusan Sistem Pemidanaan yang Berorientasi Pada Korban. Masalah - Masalah Hukum, Vol.41, (No.1), pp.29–41
  23. Ugwuoke, Cyril O. (2017). Criminal Justice System and the Conflicts of Environmental Safety in Nigeria. Advances in Social Sciences Research Journal, Vol.4, (No.20), pp.143–153
  24. Utoyo, Marsudi. (2015). Konsep Pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan. Pranata Hukum, Vol. 10, (No.1), pp.37–48
  25. Wibawa, I. (2017). Implementasi Asas Kepastian Hukum yang Berkeadilan Berdasarkan Cita Hukum Bangsa Indonesia (Kajian Putusan Pengadilan Negeri Banyumas tentang Kasus Mbah Minah). Yudisia, Vol.8, (No.1), pp.19–44
  26. Wibowo, A. (2015). Independensi Kejaksaan dalam Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Istinbath Jurnal Hukum, Vol.2, (No.1), pp.1–19
  27. Absori., Farkhani., Nugroho, Sigit Sapto., Elviandri., Tohari, Muhammad., Septyatun, Nurjannah., Farida, Any., Erwin, Yulias., Waljinah, Sri., Soekiswati, Siti., Munir, Usman. (2016). Cita Hukum Pancasila. Solo: Pustaka Iltizam
  28. Ali, Zainuddin. (2014). Metode Penelitian Hukum. Jakarta: Sinar Grafika
  29. Atmasasmita, R. (2013). Sistem Peradilan Pidana Kontemporer. Jakarta: Prenadamedia Group
  30. Ishak, Otto S. (2016). Pancasila, Hak Asasi Manusia dan Ketahanan Nasional. Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
  31. Muladi. (2018). Kapita Selekta Sistem Peradilan Pidana. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro
  32. Parwata, Anak Agung Gede Oka., Wita, I Nyoman., Dewi, Anak Agung Istri Ari Atu., Laksana, I Gusti Ngurah Dharma., & Jayantiari, I Gusti Agung Mas Rwa. (2016). Buku Ajar: Memahami Hukum dan Kebudayaan. Bali: Pustaka Ekspresi
  33. Pujiyono. (2012). Rekonstruksi Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Semarang: Penerbit Pustaka Magister
  34. Ronto. (2012). Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara. Jakarta Timur: PT Balai Pustaka
  35. Huda, C. (2013). Penerapan Mekanisme Small Claim Court dalam Sistem Hukum Nasional (Perspektif Hukum Pidana). Retrieved from https://www.bphn.go.id/data/documents/full.pdf
  36. Kurniawan, W. (2013). “Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa”: Sebuah Janji Hakim pada Sang Pencipta. Retrieved from http://www.umm.ac.id/en/opini/demi-keadilan-berdasarkan-ketuhanan-yang-maha-esa-sebuah-janji-hakim-pada-sang-pencipta.html
  37. Mulyadi, L. (n.d.). Pergeseran Perspektif dan Praktik dari Mahkamah Agung Republik Indonesia Mengenai Putusan Pemidanaan. https://badilum.mahkamahagung.go.id/upload_file/img/article/doc/pergeseran_perspektif_dan_praktik_dari_mahkamah_agung_mengenai_putusan_pemidanaan.pdf

Last update: 2021-05-16 13:50:31

No citation recorded.

Last update: 2021-05-16 13:50:31

No citation recorded.