skip to main content

Analisis Konsentrasi PM10 Hasil Pengukuran Stasiun BMKG Kemayoran di Jakarta Pusat Pada Masa Pandemi COVID-19

*Siti Hafidzhah Dyah Ayu Anggraeni  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Yusniar Hanani Darundiati  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Tri Joko  -  Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro, Semarang|Universitas Diponegoro, Indonesia
Open Access Copyright 2021 MEDIA KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA under http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.

Citation Format:
Abstract

ABSTRAK

Latar belakang: Sumber pencemaran udara yang semakin banyak menyebabkan penurunan kualitas udara. Salah satu polutan adalah kadar PM10 di udara yang dapat menjadi parameter utama dalam pencemaran udara karena PM10 dapat berasosiasi dengan kadar zat pencemar lainnya. Berdasarkan hasil survei pendahuluan berupa pemantauan data SPKU BMKG Kemayoran diperoleh hasil pada tanggal 19 April 2020 konsentrasi PM10 berada pada level melebihi ambang batas pedoman kualitas udara yang dikeluarkan WHO, sedangkan pada masa itu berlaku Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai pencegahan penyebaran COVID-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecenderungan konsentrasi parameter PM10, analisis sesuai baku mutu udara ambien pada masa pandemi COVID-19 dan kategori ISPU PM10.

Metode: Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian time series dan dengan rancangan penelitian analisis data sekunder pada tanggal 5 Mei 2020 sampai 5 Juli 2020 dari hasil pengukuran konsentrasi PM10 Stasiun BMKG Kemayoran di Jakarta Pusat. 

Hasil Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan konsentrasi PM10 pada setiap tahapan kegiatan aktivitas masyarakat yang mulai diberlakukan kembali sesuai aturan PSBB Transisi DKI Jakarta, dengan rata-rata harian konsentrasi tertinggi 99 µg/m3. Rata-rata per jam konsentrasi tertinggi PM 10, terjadi pada pukul 07.00 WIB. Berdasarkan pedoman kualitas udara WHO dengan baku mutu 50 µg/m3 , dari 50 hari pengamatan terdapat 34 hari melebihi baku mutu WHO. ISPU PM10 16 hari kategori baik dan 34 hari kategori sedang.

Simpulan: Konsentrasi PM10 meningkat pada saat Pembatasan Sosial Berskala Besar Transisi mulai diberlakukan, 34 hari konsentrasi PM10 melebihi baku mutu udara ambien WHO dan 34 hari ISPU PM10 berada dikategori sedang.

Kata kunci: PM10; pencemaran udara; PSBB transisi; ISPU

 

ABSTRACT

Title: Analysis of PM10 Concentration Result of Measurements Stations Meteorogical, Climatological Geophysical Agency Kemayoran Central Jakarta in Pandemic COVID-19

 

Background: Human activities contribute to decreased air quality, one of which is PM10 levels. Based on the results of a preliminary survey in the form of monitoring the air quality monitoring station BMKG Kemayoran data, it was found that on April 19, 2020 the concentration of PM10 was at a level exceeding the threshold for air quality guidelines issued by WHO, while at that time Large-Scale Social Restrictions (PSBB) to prevent the spread of COVID-19. The purpose of this study was to determine air quality with PM10 concentration parameters measured by the Stations Meteorogical, Climatological Geophysical Agency Kemayoran Central Jakarta in Pandemic COVID-19.

Method: The method of research is to use the type of research time series and the design of the study analyzes the data secondary on the date of May 5, 2020 to July 5, 2020 of the results of the measurement of the concentration of PM10 Stations BMKG Kemayoran in Central Jakarta. The data analysis used is univariate analysis and calculation of the Air Pollution Index (API).

Result: The results showed that there was an increase in PM10 concentration at each stage of community activity which was re-enforced according to the PSBB  Transitional regulation than during previous PSBB phase, with the highest daily average concentration of 99  µg/m3. Average hourly concentration of the highest PM10, occurred on at 07.00 pm. Based on guidelines WHO air quality standard of 50 µg/m3 , from 50 days of observation there were 34 days that exceeded the WHO quality standard. Air Pollution Index PM10 16  days in good category and 34 days in moderate category.

Conclusion: PM10 concentrations increased when the PSBB Transitional began enforcing regulations enforced than during previous PSBB phase, 34 days PM10 concentrations exceeded WHO ambient air quality standards and 34 days air pollution index PM10 was in the moderate category.

 

Keywords:PM1; air pollution; PSBB transition; air pollution index

 

Fulltext View|Download
Keywords: PM10; pencemaran udara; PSBB transisi

Article Metrics:

  1. Irwan ZD. Tantangan Lingkungan dan Lansekap Hutan Kota. Jakarta: Bumi Aksara. 2008
  2. Rindi N., Jakarta Peringkat Satu Kota dengan Polusi Udara Terburuk di Asia Tenggara. https://megapolitan.kompas.com/read/2019/03/07/20570741/jakarta-peringkat-satu-kota-dengan-polusi-udara-terburuk-di-asia-tenggara. Diakses pada 9 Mei 2020
  3. Lohani BN. Environmental Quality Management. Thailand : South Asian Publisher, 1984
  4. Jakarta Cleaner Air 2030. Kualitas Udara Jakarta dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. [online]. Available from https://jakarta.cleanair.id/. Diakses pada 03 Agustus 2020
  5. Susanto. J. P. Kualitas Udara Beberapa Kota di Asia. J. Tek. Ling. P3TL-BPPT. 2005;.6. (1):324-329
  6. WHO. Air Quality Guidelines for Particulate Matter, Ozone, Nitrogen dioxide and Sulfur dioxide Global Update. 2011
  7. Surat Edaran Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta No. 14/se/2020 Tentang Himbauan Kerja dari Rumah (Work From Home)
  8. Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 33 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan COVID-19
  9. Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 51 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan PembatasanSosial Berskala Besar Pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif
  10. California Environmental Protection Agency. The Health Impact of Course Particulate Matter. Air Source Board [Internet]. 2007. Available from: https://www.arb.ca.gov/research/health/healthup/jan07.pdf [diakses pada 05 Mei 2020]
  11. Raja ,E. Sepekan PSBB Jakarta: Jumlah Pengguna Kendaraan Umum dan Pribadi Berkurang, Namun Disebut “Belum Efektif Atasi Penyebaran Virus Corona”. 17 April 2020. Online di https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-52327976 Diakses pada 22 Desember 2020
  12. Ady, Anugrahadi. Begini Perbandingan Volume Kendaraan Saat PSBB dan Transisi di Jakarta. 9 Juni 2020. Online di https://www.liputan6.com/news/read/4274742/begini-perbandingan-volume-kendaraan-saat-psbb-dan-transisi-di-jakarta diakses pada 22 Desember 2020
  13. Ryana A. Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum COVID-19. 2 Juli 2020. Online di https://amp.kompas.com/megapolitan/read/2020/07/02/22172451/dishub-dki-jumlah-kendaraan-di-jalanan-jakarta-mendekati-sebelum-covid-19 diakses pada 22 Desember 2020
  14. Umara F.R., Suradi, et. al. Analisis Dampak Diterapkannya Kebijakan Working From Home Saat Pandemi CVID-A9 Terhadap Kondisi Kualitas Udara di Jakarta. Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Vol.6 No. 3. November 2019
  15. Suresh J, Tanya S. Social and Travel Lockdown Impact Considering Coronavirus Disease (COVID-19) on Air Quality in Megacities of India: Present Benefits, Future Challenges and Way Forward. Departement of Civil Engineering. Indian Institute of Technology Tirupati. 2020
  16. Ulku Alver. The Effects of COVID-19 Measures on Air Pollutant Concentrations at Urban and Traffic Sites in Istanbul. Aerosol and Air Quality Research, 20:1874-1885. 2020. ISSN : 1680-8584
  17. Gusnnita, D, Green Transport Transportasi Ramah Lingkungan dan Kontribusinya dalam Mengurangi Polusi Udara. Berita Dirgantara 11, 66-77. 2010
  18. Sasmita, A. Pengaruh Kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Pekabaru untuk Pengurangan Emisi Karbon dari Kegiatan Transportasi. Jurnal Publikasi 15, 75-79. 2015
  19. Nisala R.W, Endro S., et. al. Analisis Pengaruh Kepadatan Lalu Lintas Terhadyap Kosentrasi Particulate Matter 10 (PM10) (Studi Kasus : Jalur Pantura, Batang). Teknik Lingkungan, UNDIP. 2010
  20. Rizki A.H, Solikhati, Resti A.L. Analisis Risiko Non Karsinogenik Pajanan PM10 di Kawaan Komersial, Kota Jambi. Serambi Engineering. 2019; IV (2). Hal 514-521. ISSN : 2528-3561
  21. Salim. Pemetaan Konsentrasi Particulate Matter 10 (PM10) dan Penentuan Nilai Air Pollution Tolerance Index (APTI) pada Tanaman Angsana (Pterocarpus indicus Willd.) di Jalan Raya ITS [Tugas Akhir]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ITS. 2014
  22. Putri, I. Analisis Pencemaran Udara Akibat Kepadatan Jalan Lalu Lintas di Kota Padang (Studi Kasus : Karbon Monoksida di Jalan Prof Dr Hamka, Jalan Khatib Sulaiman dan Jalan Rasuna Said). [Skripsi]. Jurnal Buana. 2018; 2 (2). E-ISSN : 2615-2630
  23. Show, D. L. and Chang. Atmospheric impacts of Indonesian fire emissions: Assessing remote sensing data and air quality during 2013 Malaysian haze. Procedia Enviromental Sciences (36):176-179. 2016
  24. Ozcan, N. S. and Cubukcu,K.M. Evaluation of Air Pollution Effects on Asthma Disease: The caseof Izmir. Procedia – Social and Behavioral Sciences (202):448 – 455. 2015
  25. Huboyo, S. H. dan Sutrisno H. Analisis Konsentrasi Particulate Matter 10 (PM10) pada Udara di Luar Ruang. 30 (1) : 44-48. 2009
  26. Agusta, K. PengukuranParameer Kualitas Udara (CO2, NO2, SO2, O3 dan PM10) di Bukit Kototabang Berbasis ISPU. Jurnal Teknosains, 2017. 7 (1); 1-82. ISSN 2443-1311
  27. Rohni, A., Agung, A. Kajian Indeks Standar Polusi Udara (ISPU) PM10, SO2, O3 dan NO2 di Kota Lampung. Analit: Analytical and Environmental Chemistry. 2017, 2 (2); E-ISSN 2540-8267

Last update:

No citation recorded.

Last update:

No citation recorded.