PELAKSANAAN PEMBAGIAN HARTA PERKAWINAN DALAM PERKAWINAN POLIGAMI (STUDI DI PENGADILAN AGAMA BEKASI)

Mochammad Soleh Alaidrus


Abstract

Dalam hal seorang laki-laki yang memiliki istri lebih dari seorang maka akan
timbul suatu masalah mengenai harta bersama, sehingga diperlukanlah suatu aturan
yang jelas mengenai pembagian harta tersebut.
Harta bersama dari perkawinan seorang suami yang mempunyai istri lebih
dari seorang, masing-masing terpisah dan berdiri sendiri. Istri pertama dari suami
yang berpoligami mempunyai hak atas harta gono-gini yang dimilikinya bersama
dengan suaminya. Istri kedua dan seterusnya berhak atas harta gono-gininya bersama
dengan suaminya sejak perkawinan mereka berlangsung.Istri-istri yang kedua dan
seterusnya tidak berhak terhadap harta gono-gini istri yang pertama. KHI menyatakan
bahwa, janda atau duda cerai hidup masing-masing berhak seperdua dari harta
bersama sepanjang tidak ditentukan lain dalam perjanjian perkawinan, harta bersama
dari perkawinan seorang suami yang mempunyai istri lebih dari seorang, masingmasing
terpisah dan berdiri sendiri, pemilikan harta bersama dari perkawinan seorang
suami yang mempunyai isteri lebih dari seorang dihitung pada saat berlangsungnya
akad perkawinan yang kedua, ketiga dan keempat. Dengan demikian momentum
pelaksanaan perkawinan merupakan hal yang sangat penting dalam penentuan harta
bersama dalam perkawinan poligami. Hal ini akan menjadi hambatan dalam
pembagian harta bersama, khususnya menyangkut masalah pembuktian harta bersama
tersebut.

Kata Kunci : Harta Perkawinan, Poligami

permalink: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/notarius/article/view/151


Full Text: PDF Fulltext PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.