PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENGGUNA JASA PENERBANGAN ATAS KETERLAMBATAN ANGKUTAN PENERBANGAN

Published: 2 May 2020.
Open Access
Citation Format:
Abstract

The world of aviation is not uncummon to experience delays, this is contrary to the prganiation of aviation. If there is a delay that causes losses, it will be the responsibility of the carrier. This study aims to find out about the legal protection of users of aviation servives for delays in flight transportation at Ahmad Yani Airport in the city of Semarang (in terms of customer protectio legal aspects) and to know the efforts made by airlines to passengers who have been disadvantaged due to flight delays in accordance with the Protection Act consumer. The study was conducted with a normative juridical research method, descriptive analysis specifications and date analyed with descriptive qualitative. The results of research on legal protection for consumers in the form of civil protection because of agreements, fprms of legal protection have not been efficiently carried out, other then that efforts to tackle delays do not meet the sense of justice, certainly not yet in accordance with the rules. The conclusion from the study is that there is no strict legal protection and the efforts given have not fulfilled the sense of justice for concumers when viewed from Law No. 8 of 1999 concerning cunsumer protection.

 

Keywords : legal protection; delays; airline transportation

 

Abstrak

Dunia penerbangan tidak jarang mengalami keterlambatan, ini bertentangan dengan penyelenggaraan penerbangan. Apabila terjadi keterlambatan menyebabkan kerugian maka jadi tanggung jawab pengangkut. Namun tidak jarang pengangkut memenuhi kewajibannya secara baik. Penelitian ini bertujuan mengentahui tentang perlindungan hukum terhadap pengguna jasa penerbangan atas keterlambatan angkutan penerbangan di Bandara Ahmad Yani kota Semarang (ditinjau dari aspek hukum perlindungan komsumen) dan mengetahui upaya yang diberikan oleh maskapai kepada penumpang yang telah dirugikan akibat keterlambatan penerbangan sesuai pada Undang-undang Perlindungan konsumen. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian yuridis normatif, spesifikasi deskriftif analisis dan data dianalisis dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian perlindungan hukum bagi konsumen berupa perlindungn secara keperdataan karena perjanjian, bentuk perlindungan hukum belum efisien dilakukan, selain itu upaya penanganan keterlambatan belum memenuhi rasa keadilan, tentunya sangat belum seusai dengan aturan. Belum adanya perlindungan hukum yang tegas dan upaya yang diberikan belum memenuhi rasa keadilan bagi konsumen jika dilihat dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

 

Kata kunci : perlindungan hukum; keterlambatan; angkutan penerbangan

Article Metrics:

Last update: 2021-03-07 18:30:06

No citation recorded.

Last update: 2021-03-07 18:30:06

No citation recorded.