Keterwakilan Perempuan di Ranah Lokal: Studi Kasus di Kecamatan Boawae, Nusa Tenggara Timur dalam Pemilu Legislatif 2014

*Veronika Ina Assan Boro  -  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Katolik Widya Mandira, Indonesia
Alexander Efraim Tade Kale  -  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Katolik Widya Mandira, Indonesia
Received: 19 Mar 2019; Revised: 19 Oct 2019; Published: 29 Apr 2020.
Open Access Copyright (c) 2020 Politika: Jurnal Ilmu Politik
License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Citation Format:
Abstract

Penelitian ini mendiskusikan faktor-faktor yang menghambat keterwakilan caleg perempuan di ranah lokal dalam konteks Pemilu Legislatif 2014 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mewawancarai informan yang merupakan kandidat pemilu legislative tahun 2014. Temuan penelitian menunjukkan kendala utama keterwakilan perempuan terletak di politik partai yang lebih memprioritaskan calon legislatif (caleg) laki-laki dibandingkan caleg perempuan. Penentuan nomor urut juga berat sebelah. Caleg perempuan ditempatkan pada nomor “urut sepatu”. Hambatan kedua pada faktor sosial ekonomi. Dukungan sumber-sumber keuangan bagi caleg perempuan sangat minim. Ketiga adalah hendala kultural budaya terkait dengan kuatnya budaya patriarki di daerah. Perempuan terikat dengan tradisi belis yang dianggap sebagai warge kelas dua. Keempat terkait hambatan dalam diri perempuan sendiri. Calon anggota legislatif perempuan tidak memanfaatkan kelompok-kelompok organisasi kemasyarakatan untuk mendukung mereka dalam berkompetisi dengan caleg laki-laki.

Keywords: perempuan; pemilu; caleg perempuan; hambatan keterwakilan perempuan

Article Metrics:

  1. Ananta, A., Arifin, E. N., & Suryadinata, L. (2004). Indonesian Electoral Behaviour: A Statistical Perspective. Institute of Southeast Asian Studies.
  2. Budiardjo, M. (2003). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  3. Dahlerup, D. (2002). Menggunakan Kuota untuk Meningkatkan Representasi Politik Perempuan dalam Perempuan di Parlemen: Bukan Sekedar Jumlah. IDEA.
  4. Fakih, M. (2008). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Insist Press.
  5. Fatmariza, F. (2005). Representasi Perempuan dalam Lembaga Legislatif di Sumatra Barat Pasca Quota 30%. Jurnal Demokrasi, 4(1).
  6. Gaffar, A. (2000). Politik Indonesia, Transisi Menuju Demokrasi. Kedua, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
  7. Haboddin, M., & Rahman, F. (2013). Gurita Korupsi Pemerintah Daerah. Kaukaba Dipantara.
  8. Hadari, N. (2005). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  9. Haryanto. (1984). Partai Politik: Suatu Tinjauan Umum. Jogjakarta: Liberty.
  10. Hasyim, S. (2010). Perempuan dalam Fiqih Politik. Bandung: Mizan.
  11. Kristoforus Rangga, W. (2014). Strategi Kampanye Calon Anggota Legislatif Perempuan dalam pemilu Legislatif 2014 di Dapil II Kecamatan Keo tengah Kabupaten Nagekeo.
  12. Lovenduski, J. (2008). Politik Berparas Perempuan. Kanisius.
  13. Mulia, M., & Farida, A. (2005). Perempuan dan politik. Gramedia Pustaka Utama.
  14. Murniati, A. N. P. (2004). Getar Gender. Indonesiatera.
  15. Naqiyah, N. (2005). Otonomi Perempuan. Malang: Bayumedia Publishing.
  16. Prihatmoko, J. J. (2008). Mendemokratiskan PEMILU. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  17. Rahardjo, S. (2006). Ilmu Hukum. VI, Bandung: Citra Aditya Bakti.
  18. Samego, I. (2000). Book Review Ekonomi Politik. Jakarta: Pasca Sarjana Ilmu Politik, Universitas Nasional.
  19. Samego, I. (2017). Politisasi Intelijen di Era Soekarno, 1945-1965. In I. N. Bhakti, D. M. Mengko, & S. N. Siregar (Eds.), Intelijen dan Politik Era Soekarno. Jakarta: LIPI Press.
  20. Sastriyani, S. H. (2009). Gender and Politics. Yogyakarta: Tiara Wacana.
  21. Shvedova, N. (1999). Kendala-Kendala Terhadap Partisipasi Perempuan di Parlemen dalam Perempuan di Parlemen, Bukan Sekedar Jumlah, Bukan Sekedar Hiasan. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.
  22. Sridanti. (2010). Jurnal Perempuan 45. Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan.
  23. Sugiyono. (2011). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
  24. Utami, S. W. H. (2001). Perempuan Dalam Pusaran Demokrasi, Dari Pintu Otonomi ke Pemberdayaan. Bantul: IP4 Lappera Indonesia.
  25. Wijaksana, W. (2004). Politik dan Keterwakilan Perempuan. Jurnal Perempuan untuk Pencerahan dan Kesetaraan (Vol. 34). Jakarta.
  26. Wijaya, H. (2001). Perempuan dalam Pusaran Demokrasi. Bantul: IP-4 Lapera.