PENGARUH ATRAKTOR CUMI TERHADAP HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP BAGAN TANCAP DI PERAIRAN JEPARA Effect of Squid Atractor for Liftnet Fishing Production at Jepara Seawaters

*Bogi Budi Jayanto -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Herry Boesono -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Aristi Dian Purnama Fitri -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Asriyanto Asriyanto -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Faik Kurohman -  Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Published: 25 Feb 2016.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: ID
Full Text:
Statistics: 1327 6317
Abstract

 

Alat tangkap Bagan digunakan untuk menangkap ikan phototaxis positif. Lampu sebagai alat bantu pengumpul ikan pada bagan dianggap tidak efektif dan efisien karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan ikan. Apabila masalah tersebut dibiarkan maka dapat berdampak terhadap peningkatan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) sebagai sumber energi lampu. Penambahan atraktor cumi (fish aggregating device) pada bagan merupakan solusi dalam operasi penangkapan. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh penggunaan atraktor cumi terhadap hasil tangkapan Bagan tancap (lift net) diperairan Jepara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen dengan pengulangan sebanyak 16 kali. Jumlah hasil tangkapan Bagan tancap yang tanpa menggunakan atraktor cumi adalah Cumi (38,55 kg), Ikan Teri (22,55 kg), Kepiting (2,3 kg) dan Udang (2,03 kg). Sedangkan pada Bagan tancap yang menggunakan atraktor cumi hasil tangkapannya adalah Cumi (46,62 kg), Teri (40,82 kg), Kepiting (4,5 kg) dan Udang (1,2 kg).

 

Common fishing gear who uses to catch positive phototaxis fish is Lift Net. The lamp was no longer used as the fish aggregating device for lift net because it was ineffective and inefficient to gathered fish target. If the problem still continued it can increased fuels consumption for lamp attractor. Another fish aggregating device “Squid Attractor” was a solution for lift net operation. The objective of this research was to analyze Squid Attractor's effect of Lift Net catch in Jepara seawaters. The Method used in this research is experimental fishing with 16 repetitions. This research showed Lift Nets catch without  Squid Attractors is less than Lift Nets with Squid Attractor's, there is 38.55 kg of squid, 22.55 kg of anchovies, 2.3 kg of crabs and 2.03 of shrimps. Whereas Lift Net with squid attractor got bigger catch such as 46.62 kg of squid, 40.82 kg of anchovie,s 4.5 kg of crabs and 1.2 kg of shrimps.  
Keywords
Bagan; atraktor cumi; perairan Jepara

Article Metrics:

  1. Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kab Jepara. 2011. Selayang pandang Kabupaten Demak. BAPPEDA. Demak.
  2. Baskoro, M.S., R.F. Telussa dan F. Purwangka. 2006. Efektivitas Bagan Motor di Perairan Waai, Pulau Ambon. Prosiding Seminar Nasional Perikanan Tangkap menuju Paradigma Teknologi Perikanan Tangkap yang Bartanggungjawab dalam Mendukung Revitalisasi Perikanan. Institut Pertanian Bogor. 157 – 165.
  3. Catur, C.R. 2004. Waktu Perendaman dan Periode Bulan Pengaruhnya Terhadap Kepiting Bakau Hasil Tangkapan Bubu di Muara Sungai Radak Pontianak. [Skripsi] . Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Bogor : Institut Pertanian Bogor. 83 hal.
  4. Dinas Kelautan dan Perikanan Jepara. 2012. Buku Saku. Pemerintah Kabupaten Jepara, Dinas Kelautan Dan Perikanan. Jepara.
  5. Hasmawati dan A. Sugiarti. 2014. Efektivitas Atraktor terhadap Penempelan Telur Cumi-Cumi pada Kedalamam yang Berbeda. Jurnal Balik Diwa 5(2): 26-33.
  6. Jayanto, B.B., Asriyanto, A. Rosyid dan H. Boesono. 2014. Pengaruh Atraktor Rumpon terhadap Hasil Tangkapan Alat Tangkap Bagan (Lift Net) di Perairan Demak. Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PENA). 26(2): 119-133.
  7. Mulyono, M. 1989. Alat-Alat Penangkapan Ikan, Alat yang Dijatuhkan, Pukat Cincin. Dinas Perikanan Provinsi Daerah Tingkat I Jawa Tengah. Semarang.
  8. Sudirman dan A. Mallawa. 2004. Teknik Penangkapan Ikan. Rineka Cipta. Jakarta.
  9. Suherman, A. dan A.D.P Fitri. 2005. Penggunaan Lampu Merkury dalam Perikanan Mini Purse Seine di Jepara. [Laporan Kegiatan No. 31/2005] Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Diponegoro. Semarang. 67 hal.
  10. Tirtowiyadi, A. 2005. Kajian Teknis Rumpon Dasar Semi Permanen. Balai Besar Pengembangan Penangkapan Ikan. Semarang.
  11. Yusfiandayani, R. 2003. Studi Mekanisme Berkumpulnya Ikan Pelagis Kecil di Sekitar Rumpon dan Model Pengembangan Perikanannya. [Disertasi]. Sekolah Pascasarjana. Bogor : Institut Pertanian Bogor. 229 hal.
  12. Zulkarnain. 2002. Studi Penggunaan Rumpon Pada Bagan Apung di Teluk Pelabuhanratu, Jawa Barat. [Thesis] . Program Pascasarjana. Bogor : Institut Pertanian Bogor. 116 Hal.