PENGGUNAAN RESERVOIR TERHADAP PERFORMA UDANG WINDU (Penaeus monodon Fabricius) YANG DIBUDIDAYAKAN SECARA TRADISIONAL (The Use of Reservoirs to the Performance Tiger Shrimp (Penaeus monodon Fabricius) on Culture Traditional Pond)

*Titik Susilowati -  Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Tristiana Yuniarti -  Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Fajar Basuki -  Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 8 Dec 2017; Published: 8 Dec 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 401 915
Abstract

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi biomassa,  kelulushidupan udang windu (Penaeus monodon Fabricius) dan kelimpahan fitoplankton yang dibudidayakan di tambak tradisional dengan reservoir dan tanpa reservoir. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif   Padat tebar udang windu 2 ekor/m2.  Pemeliharaan dilakukan selama 3 bulan (ukuran konsumsi). Data produksi udang dan kelimpahan plankton dianalisis dengan Uji-T dan data kualitas air yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi udang windu pada tambak dengan menggunakan reservoir dan tanpa reservoir berbeda nyata  (p<0.050) dengan nilai 48.8 ± 25.90 kg pada tambak dengan menggunakan reservoir dan 9 ± 7.31 kg pada tambak tanpa reservoir. Sedangkan kelimpahan fitoplankton tidak menunjukkan perbedaan nyata (p > 0.05) dengan nilai 16.37 ± 4.24 sel / L untuk tambak reservoir dan 15.73 ± 2.20 sel / L  untuk tambak tanpa reservoir. Kualitas air media tambak dengan reservoir yaitu  suhu: 26.8 – 31.0oC. DO : 1.25-8.86 mg/L., pH air : 7.5-9.2., kecerahan : 25-47.5 cm., kedalaman air : 75-95 cm dan nilai salinitas 5-21 ppt. Sedangkan tambak tanpa reservoir suhu: 24.7-32.4oC., DO : 1.25-8.46 mg/L. pH air : 8.0-9.1. kecerahan : 25.5-40 cm., kedalaman air : 70-90., salinitas: 9-18 ppt. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan reservoir pada budidaya udang windu tradisional dapat meningkatkan produksi udang monodon (P. monodon Fabricius)

   

The aim of the research is determining the biomass production of tiger shrimp (P. monodon .F) and abundance of phytoplankton which is maintained in a traditional pond with water reservoir and without using water reservoir. The method that is used in this deskriptif  Two treatment. namely traditional pond with water reservoir and without using water reservoir. Rearing the shrimp was done until 3 mount. Data biomass production shrimp were  analysed with T-test and data water quality were analyzed descriptively. The result shows that the pond cultivation using water reservoir and without water reservoir significant effect ( p < 0.05) on the biomass production of tiger shrimp to the ponds by using a reservoir with a mean 49.8 ± 23.90 kg and 9 ± 6.31 for pons without a reservoir. While the pond using water reservoir and without reservoir have not significant effect ( p > 0.05) on the phytoplankton abundance of 16.37 ± 4.24 cell / L for the pond by using a reservoir and 15.73 ± 2.20 cell / L for the pond without a reservoir. Water quality for temperature: 26.8 – 31.0oC., DO : 1.25-8.86 mg/L., pH : 7.5-9.2., brightness : 25-47.5 cm., depth : 75-95 cm and  salinity 5-21 ppt for ponds by using a reservoir and temperate 24.7 – 31.0oC., DO : 1.25-8.46 mg/L., pH : 8.0-9.1., brightness : 25.5-40 cm., depth : 70-95 cm and  salinity 9-18 ppt without reservoir.  From the data conclude that traditional pond with water reservoir can improve the biomass production of tiger shrimp to the pond.

 

 

Keywords
produksi biomass; udang windu; kelimpahan fitoplankton; tambak tradisional

Article Metrics:

  1. Abidin, M.Z., S.B. Prayitno, P.Soedarsono. 2006 Aplikasi Teknologi Tandon dalam Peningkatan Produksi Tambak Polikultur (UB) di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Jurnal Pasir Laut 1(2):1-11
  2. Amin, M dan A. Mansyur. 2010. Pertumbuhan Plankton pada Aplikasi Probiiotik dalam Pemeliharaan Udang Windu (Penaeus monodon Fabricius) di Bak Terkontrol. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. Hlm. 261-268
  3. Dinas Kelautan dan Perikanan. 2012. Penerapan Best Management Practies (BMP) pada Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon Fabricius). Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Kepara. 82 hlm
  4. Effendi, H. 2013. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Kanisius Jogyakarta. 258 hlm.
  5. Ferreira, N.C., C. Bonetti, dan W.Q. Seiffert. 2011. Hydrological and Water Quality Indices as management tools in marine shrimp culture. Aquaculture, 318: 425-433
  6. Hasanah, I., P. Widjanarko, M.Musa. 2013. MSPi Student Journal. 1(1): 11-21.
  7. Hendrajat, E.A dan B. Pantjara. 2016. Kajian Kelimpahan. Indeks Biologi. dan Produktivitas Primer Plankton di Perairan Muara Sungai Takkalasi Kabupaten Barru. Prosiding Forum Teknologi Akuakultur. hlm. 237-247.
  8. Kilawati, Y dan Y. Maimunah. 2015. Kualitas Lingkungan Tambak Intensif Litopenaeus vannamei dalam Kaitannya dengan Prevalensi Penyakit White Spot Syndrome Virus . Research Journal of Life Science. 2(1): 50-59
  9. Mahmud, S., Aunurohim dan I.T.D. Tjahyaningrum. 2012. Struktur Komunitas Fitoplankton pada Tambak dengan Pupuk dan Tambak Tanpa Pupuk di Kelurahan Wonorejo. Surabaya. Jawa Timur. Jurnal Sains dan Seni. 1(2012):10-15
  10. Sahrijanna, A dan B. Pantjara. 2016. Studi Perbaikan Pematang terhadap Kualitas Air dan Produksi Udang Vaname (L. vannamei) Semi Intensif pada Tambak Aluvial di Kabupaten Barru. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur. 2016 hlm 215-222.
  11. Tahe, S., H.S. Suwojo dan M. Fahrur. 2015. Aplikasi Probiotik Rica dan Komersial pada Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Pola Intensif. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2015. hlm. 435-445.
  12. Steel, R.G.D dan J. H. Torrie. 2002. Prinsip dan Prosedur Statistika. Suatu Pendekatan Biometrik. Alihbahasa. Ir. Bambang Sumantri (Institut Pertanian Bogor). PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 748 hlm
  13. Utojo, 2015. Keragaman Plankton dan Kondisi Perairan Tambak Intensif dan Tradisional di Probolinggo Jawa Timur. Biosfera. 32(2) 83-97
  14. Utojo., A. Mustafa dan Tarunamulia. 2016. Kelimpahan Plankton di Tambak Udang Intensif dan Tradisional. Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur. Prosiding Forum. Inovasi Teknologi Akuakultur. 2016. hlm. 193-207.
  15. Utojo dan A. Mustafa. 2016. Struktur Komunitas Plankton pada Tambak Intensif dan Tradisional Kabupaten Probolinggo. Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 8(1): 269-288.
  16. Widowati, L.L., S.Rejeki, T. Yuniarti, dan R.W. Ariyati. 2015. Efisiensi Produksi Rumput Laut E. cotonii dengan Metode Budidaya Long Line Vertikal sebagai Alternatif Pemanfaatan Kolom Air. Jurnal Saintek Perikanan. 11(1):47-56