HUBUNGAN SUBSTRAT DOMINAN DENGAN KELIMPAHAN GASTROPODA PADA HUTAN MANGROVE KULONPROGO, YOGYAKARTA (The Relation of dominant substrate to Gastropods Abundance in the Mangrove Forest of Kulonprogo, Yogyakarta)

*Rendra Rini Rismatul Chusna -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Siti Rudiyanti -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Suryanti Suryanti -  Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Departemen Sumberdaya Akuatik Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan, Universitas Diponegoro, Indonesia
Received: 8 Dec 2017; Published: 8 Dec 2017.
Open Access
Citation Format:
Article Info
Section: Research Articles
Language: IND
Full Text:
Statistics: 628 2105
Abstract

 

Substrat mangrove terdiri atas fraksi pasir (sand), lumpur (silt), dan liat (clay). Gastropoda adalah kelompok hewan dari filum moluska yang hidup di jenis substrat dari kasar ke halus. Kelimpahan gastropoda dipengaruhi oleh substrat dasar yang merupakan habitat dari gastropoda, serta kandungan nutrien yang berbeda pada tiap fraksi akan mempengaruhi kelimpahan Gastropoda yang berada di dalamnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan substrat dengan kelimpahan Gastropoda, karena Gastropoda salah satu faktor penting untuk menjaga keseimbangan ekologi pesisir khususnya ekositem mangrove. Penelitian  dilakukan di Hutan Mangrove Kulonprogo Yogyakarta bertujuan untuk mengetahui tipe substrat, kelimpahan Gastropoda dan hubungan kedua variabel tersebut. Penelitian  dilakukan pada bulan April sampai dengan  Mei 2017. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yaitu metode penelitian yang memberikan gambaran secara sistematis, faktual, akurat mengenai faktor-faktor dan sifat-sifat dari suatu daerah atau populasi. Metode pengambilan sampel substrat dan Gastropoda menggunakan metode Purposive Sampling Method pada 3 stasiun berbeda yaitu stasiun I pada bagian dekat pemukiman penduduk, stasiun II pada bagian dekat tambak, dan stasiun III pada bagian muara sungai. Hasil penelitian menunjukkan jenis substrat pada tiap stasiun adalah lempung dan lempung berdebu yang didominasi oleh fraksi lumpur (silt) dan pasir (sand). Jenis Gastropoda yang didapatkan berasal dari genus Littoraria, Natica, Faunus, Cerithium, Neritina, Polinices, Conus, Telescopium, dan Nerita. Meningkatnya prosentase fraksi pasir (sand) dan liat (clay) akan diikuti oleh meningkatnya kelimpahan Gastropoda, sedangkan untuk fraksi lumpur (silt) akan sebaliknya yaitu meningkatnya fraksi lumpur akan diikuti oleh menurunnya kelimpahan Gastropoda.

 

Kata kunci: Tipe Substrat, Gastropoda, Mangrove, Kulonprogo

 

 

Mangrove substrates formed by sands, silts, and clays. Gastropods is a group of animals of the phylum of mollusks lives on the type of substrate from rough to smooth. Gastropod abundance is affected by substrate which habitat of gastropods and nutrients influencing the distribution of gastropods. Therefore, it needs a deeper research about the correlation of substrate and the amount of gastropods , because gastropods are the importants factor of mangrove ecosystem. The research helds in Kulonprogo Mangrove Forest, Yogyakarta, and the goals are to know the type of substrate, the amount of gastropods, and the correlation among them. This research held on April – Mei 2017. This research use descriptivemethod wich research method that provide a systematic, factual, accurate description of the factors and quality an area or population. The method on sampling sediments and gastropods is purposive sampling in 3 station. Station 1 near the settlement, station 2 near ponds, station 3 on the estuary. The results of this research shows that the sediments on every station are clay and dusty clay, which is dominated by silt,and sand fraction. The gastropods that obtained are Littoraria, Natica, Faunus, Cerithium, Neritina, Polinices, Conus, Telescopium, and Nerita. The percentage increasing on sands and clays fraction would be more gastropods. Otherwise on silts fraction.

  

 

Keywords
Tipe Substrat; Gastropoda; Mangrove; Kulonprogo

Article Metrics:

  1. Bambang, A. K., Sambodho, Suntoyo. 2010. Studi Dampak Reklamasi di Kawasan Kenjeran dengan Penekanan pada Pola Arus dan Transpor Sedimen. Institut Teknologi Sepuluh November. Surabaya.
  2. Buchanan, J.B. 1984. Sediment Analysis. In Home and Mclntryre. Method of Study Marine Benthos. Blackhel Scientific Publication. London.
  3. Fachrul, M. F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. PT Bumi Aksara. Jakarta.
  4. Larasati, H., A. N. Bambang, H. Boesono. 2013. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terbentuknya Harga Ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger kanagurta) Hasil Tangkapan Purse Seine Di Tpi Bulu Kabupaten Tuban Jawa Timur. Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology. 2(3): 121-130.
  5. Malik, M. 2011. Evaluasi Komposisi dan Struktur Vegetasi Mangrove di Kawasan Pesisir Kecamatan Tugu Kota Semarang. Jurusan Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang.
  6. Pribadi, R., R. H. Chrisna. A. Suryono. 2009. Komposisi Jenis dan Distribusi Gastropoda di Kawasan Hutan Mangrove Segara Anakan Cilacap. Jurnal Ilmu Kelautan. 14(2):102-111.
  7. Puspasari, R., Marsoedi, A. Sartimbul dan Suhartati. 2012. Kelimpahan Foraminifera Bentik Pada Sedimen Permukaan Perairan Dangkal Pantai Timur Semenanjung Ujung Kulon, Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon, Banten. Jurnal Penelitian Perikanan. 1(1): 1-9.
  8. Saru, A. 2013. Mengungkap Potensi Emas Hijau di Wilayah Pesisir. Masagena Press, Makassar.
  9. Setyawan, A.,D.K. Winarno, P. C. Purnama. 2003. Ekosistem Mangrove di Jawa: 1. Kondisi Terkini. Biodiversitas. 4(2) : 133-145.
  10. Suryanti, A. Hartoko, R. K. Sari. 2017. Relation Analyse of TSS With Abundance of Gastropods Using Landsat Sattelite Imagery in Nongsa Beach Batam. Journal of Biodiversity and Environmental Sciences(JBES). 2(10) : 213-219.